logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Politik dan Pemerintahan

Implementasi adalah Sebuah Aktualisasi Ide-Ide


Ilustrasi implementasi adalah

Implementasi adalah sebuah rangkaian proses mengenai aktualisasi ide-ide yang dilakukan oleh manusia atas kepentingan-kepentingan khususnya. Ide-ide tersebut diwujudkan dalam konsep, kebijakan, serta inovasi yang diabstraksikan ke dalam tindakan-tindakan praksis. Sehingga dihasilkan implikasi yang berwujud ilmu pengetahuan, keterampilan, juga tingkah laku yang dimiliki oleh seseorang.

Implementasi adalah sebuah proses yang kemudian memberikan dampak perubahan bagi aspek-aspek yang dikenainya. Setelah mengalami proses implementasi, maka objek-objek yang dikenainya tersebut akan membentuk jaringan pengaruh yang bukan saja mengubah salah satu unsur, namun juga mengubah keseluruhan unsur, baik secara perlahan maupun menyeluruh.

Seorang ahli pendidikan bernama Mulyasa juga turut mendefinisikan bahwa yang dimaksud dengan implementasi adalah proses penerapan ide, konsep, kebijakan, atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak, baik berupa perubahan, pengetahuan, keterampilan, maupun nilai dan sikap terhadap aktor-aktor pada objek yang dikenai proses implementasi ini.

Implementasi adalah Sebuah Sistem

Implementasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pelaksanaan atau penerapan. Yang berarti bahwa hal-hal yang telah terencana sebelumnya dalam tataran ide, akan diusahakan untuk dijalankan sepenuhnya, agar hal yang dimaksudkan dapat tersampaikan.

Dalam pengertian secara sederhana, yang dimaksud dengan implementasi adalah sebuah pelaksanaan atau penerapan, namun implementasi adalah juga suatu proses yang dilakukan dalam rangka evaluasi atas aspek-aspek yang dikenainya.

Dalam teori organisasi dan implementasi, Browne dan Wildavsky (dalam Nurdin dan Usman, 2004) mengemukakan bahwa implementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan. Pengertian tersebut diadaptasi dari hal yang dikemukakan oleh Mc Laughin mengenai hal yang sama. Dari sumber yang sama, implementasi juga diartikan oleh Schubert, yakni implementasi adalah sebuah sistem rekayasa.

Pengertian-pengertian yang disampaikan oleh ahli-ahli tersebut menyudutkan implementasi pada perkara aktivitas. Kemudian, turunan-turunan aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat secara luas ataupun kelompok-kelompok masyarakat dalam aspek-aspek tertentu. Yakni berupa aksi atau tindakan yang dilakukan sebagai sebuah reaksi atas keberlangsungan sistem-sistem yang berlaku pada suatu lingkungan.

Ya, implementasi merupakan sebuah sistem, bukan sekadar aktivitas tanpa kematangan konsep. Kematangan konsep yang dimaksud adalah bahwa sebelum diterapkan pada aspek-aspek tertentu, implementasi dipastikan menjadi sebuah sistem yang dibentuk dari himpunan kegiatan-kegiatan yang telah terencana. Dan tentunya telah disesuaikan dan didasarkan pada nilai atau norma yang berlaku pada aspek-aspek yang akan dikenainya.

Dalam perkembangannya, pengertian implementasi adalah sebuah perangkat aktivitas baru yang di dalamnya terdapat pengharapan mengenai perubahan terhadap objek-objek yang akan dikenainya. Dan dalam pelaksanaannya tersebut, ada pula harapan agar apa yang telah tersusun dalam rencana yang sedemikian matang dapat diterima oleh seluruh pihak dari aspek yang dikenainya. Sehingga perubahan yang terjadi akan bersifat menyeluruh.

Esensinya, implementasi adalah proses yang dihimpun dari sekumpulan aktivitas yang dapat digunakan sebagai alat transfer ide atau gagasan dari individu yang satu ke individu lainnya, maupun dari satu kelompok masyarakat ke kelompok masyarakat lainnya.

Adapun mengenai harapan-harapan yang terkadung di dalam implementasi ini, harus bersifat adaptif. Dalam pengertian bahwa implementasi yang diterapkan harus sesuai dengan keinginan perubahan yang dimiliki oleh masyarakat yang ada di dalam objek yang dikenainya.

Langkah Implementasi dalam Menyukseskan Usaha-Usaha Perubahan

Pola-pola yang diterapkan dalam proses implementasi akan berbeda-beda. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh para penggagas perubahan yang dinyatakan dalam proses implementasi yang diusung. Ada beberapa pendekatan yang dilakukan untuk menerapkan proses implementasi yang ada dalam aspek-aspek yang dituju, yakni pendekatan berikut.

Pendekatan pertama dalam proses implementasi adalah proses penyebaran rancangan kepada objek implementasi yang dituju. Penyebaran ini nantinya akan berguna pada keberhasilan proses selanjutnya. Proses penyebaran rancangan ide ini sekaligus merupakan proses-proses dalam pemberian kendali. Berupa pengaruh-pengaruh mendasar dalam hasil pemikiran pelaku perubahan yang berusaha ditanamkan ke dalam pemikiran para pengikutnya atau para penganut aliran pemikiran yang sama.

Pendekatan yang kedua dalam implementasi adalah proses penyempurnaan atas rancangan-rancangan yang berhasil dibangun dan ditularkan pengaruhnya pada sasaran perubahan. Proses ini lebih mirip dengan proses-proses interaksi sosial antara sang pelaku perubahan dengan objek-objek yang dikenai perubahan tersebut.

Untuk lebih meyakinkan objek-objek implementasi yang direncanakan, maka para pelaku perubahan ini juga mempraktikkan rancangan yang sudah dibuatnya dalam keadaan yang nyata. Dengan melibatkan individu yang menjadi objek perubahan, yang telah ada di bawah pengaruhya.

Dalam pendekatan ketiga, para pelaku perubahan akan memastikan bahwa rancangan-rancangan aksi dan tindakkan yang merupakan bagian dari aktualisasi idenya tentang perubahan telah masuk ke dalam unsur-unsur yang menjadi sasarannya. Jika sudah pada tahap ini, mereka akan bersiap untuk menghimpun nilai dan norma baru untuk mengatur perubahan dan menghalau reaksi massa yang pasti terjadi.

Dalam konsep tentang kebijakan, seorang tokoh bernama Eugene Bardach mengatakan bahwa pertama kali implementasi dikemukakan oleh Douglas R. Bunker. Ia merupakan salah satu sosok yang pertama kali menjadikan implementasi dalam kebijakan-kebijakan yang diberlakukan dalam keberlangsungan masyarakat sebagai sumber kajian studinya. Bunker menyajikan kajiannya di depan para pengamat kebijakan, The American Association for The Advancement of Science di tahun 1970.

Pada saat itu, konsep implementasi dalam kebijakan dianggap sebagai sebuah fenomena yang mempengaruhi kehidupan politik (Edward III, 1984). Seiring dengan perkembangannya dari waktu ke waktu, persoalan implementasi ini menjadi sebuah kajian yang mengemuka.

Sejak saat dicetuskan oleh Bunker, kian kemari, implementasi menjadi kian marak dibicarakan. Banyak pakar-pakar ahli yang menyumbangkan ide dan pemikirannya ke dalam kajian implementasi ini, baik secara definitif, maupun pada proses-proses implementasi secara praksis.

Dalam beberapa pandangan, implementasi memang masuk ke dalam kajian-kajian mengenai kebijakan publik. Wahab (1991) menyebutkan bahwa implementasi memiliki tahapan-tahapan tersendiri yang dapat dibangun pada posisi yang berbeda. Setiap kebijakan yang lahir pada suatu waktu akan diikuti oleh sebuah penerapan implementasi sebagai bentuk tindak lanjut.

Ya, dalam konteks kebijakan, implementasi merupakan salah satu tahap yang menentukan arah kebijakan yang dibuat oleh suatu pihak yang berwenang atas keberadaan kelompok masyarakat tertentu. 

Kemudian Edward III (1984) menyatakan, “Tanpa implementasi yang efektif, maka keputusan pembuat kebijakan tidak akan berhasil dilaksanakan.” Mengapa? Jika pada pembahasan pertama tadi disebutkan bahwa implementasi adalah juga merupakan proses evaluasi, maka evaluasi memang benar-benar dibutuhkan dalam dilaksanakannya suatu ide. Dalam hal ini, kebijakanlah yang dimaksud dengan pelaksanaan ide. 

Implementasi yang dibentuk sebagai tindak lanjut atas terlaksananya suatu kebijakan merupakan himpunan atas tindakan-tindakan atau sebuah bentuk aktivitas atau dapat disebut reaksi, setelah kebijakan itu sendiri diarahkan. Dengan tujuan, pengelolaan input yang diharapkan dapat menghasilkan output. Bahkan, sebuah outcomes bagi masyarakat dalam lingkungan sosialnya.

Implementasi terhadap kebijakan muncul dalam tahap-tahap yang dapat dicirikan atau dibedakan dari maksud kemunculan kebijakan itu sendiri. Wibawa (1994) menyebutkan bahwa, “Di satu sisi, pembuatan kebijakan merupakan proses yang memiliki logika bottom up, atau diawali dengan penyampaian aspirasi, permintaan, atau dukungan dari masyarakat.”

Namun ia pun menyebutkan, “Dalam pembentukkan kebijakan yang diambil dari sisi lain, sebagai alternatif atas penyelesaian masalah yang terjadi dalam masyarakat, kebijakan hadir sebagai bentuk penurunan makna, dari tindakan yang abstrak serta menyeluruh (makro), menjadi sebuah tindakan konkrit yang mengerucut (mikro).”

Implementasi dalam hal penerapan kebijakan menghubungkan antara tujuan-tujuan yang direncanakan dalam keberlangsungan sebuah kebijakan dengan realisasi yang dilakukan oleh para pembuat kebijakan (dalam hal ini, pemerintah).

Van Meter dan Horn (Grindle, 1980) pun mendefinisikan bahwa tugas implementasi adalah membangun jaringan yang memungkinkan tujuan kebijakan publik direalisasikan melalui aktivitas instansi pemerintah yang melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan (policy stakeholders).

Ya, apapun segmentasinya, implementasi akan muncul sebagai sebuah bentuk tindak lanjut dari diberlakukannya kebijakan-kebijakan oleh pihak-pihak yang berwenang. Baik itu pemerintahan negara, maupun para ahli pembuat kebijakan yang membuat aturan pada instansi-instansi sosial di luar negara. Maka implementasi juga akan muncul dengan risiko, karena akan memunculkan perubahan. Karena implementasi adalah aksi dan reaksi.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Memahami Pengertian Pancasila
  • Bingkai Sejarah Pemilu Indonesia
  • Selayang Pandang Politik dan Perangkatnya
  • Globalisasi Politik - Menjadikan Indonesia Babak Belur
  • Tips Membuat Kliping Demokrasi
  • Demokrasi Orde Baru: Demokrasi Bermata Dua
  • Pemerintahan yang Bersih: Sebuah Utopia?
  • Politik Wikipedia dan Wikileaks
  • Nilai Demokrasi Indonesia
  • Militer dan Politik, Serupa Tapi Tak Sama
  • Tiga Prinsip Budaya Demokrasi
  • Memahami Teori Kedaulatan Negara
  • Ekonomi Politik Pembangunan Indonesia
  • Konsep Bela Negara di Indonesia
  • PNS yang Diinginkan dan Dicerca
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA