logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Hubungan Sosial

Mencermati Relasi Individu dan Masyarakat


Ilustrasi individu dan masyarakat

Ketika Anda sedang surplus uang dan kebetulan melewati perempatan jalan yang dihuni para pengemis, apa yang akan Anda lakukan? Inilah penjabaran dari relasi individu dan masyarakat. Individu tidak akan bisa melepaskan diri dari hal seputar masyarakat. Sebebas apapun manusia berbuat, akan terkoneksi dengan sistem masyarakat yang berlaku. Bahkan, di negara Paman Sam sekalipun, Amerika Serikat, yang menganut liberalisme ekstrem.

Relasi individu dan masyarakat sudah terpikir di masa lampau. Manusia pada dasarnya adalah homo sosial yang butuh interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Namun, ada juga pendapat lain yang menyebut manusia homo ludens, mahluk yang senang bermain main. Semuanya tertuju pada relasi individu dan masyarakat. Sejatinya, individu dan masyarakat bukan dua hal yang saling bertentangan, melainkan justru saling melengkapi.

Sistem

Di semua negara di dunia, hubungan interaksi masyarakat akan dipengaruhi oleh budaya, nilai, dan tata krama yang berlaku di komunitas tersebut. Semuanya membentuk sebuah sistem yang menunjukkan do’s and dont’s bagi individu di sekelilingnya. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

  1. Liberalisme. Dalam liberalisme, individu bisa lebih otonom, independen, dan berkuasa. Individu tidak terlalu dibebani seputar masyarakat karena memang pada dasarnya masyarakat tidak peduli apa yang dilakukan individu tersebut.

  2. Moderat. Nah, ini bentuk kombinasi atau perpaduan dari liberalisme dan komunisme. Moderat berarti tidak membuang hak individu untuk bergerak, namun juga tidak melepasnya dari sistem kemasyarakatan. Singkatnya, ini ialah bentuk kompromi (50:50).

  3. Komunisme. Populer dikalangan penganut komunisme ialah “what you get is what you give”. Apa yang kamu dapatkan adalah apa yang kamu berikan. Sistem ini hampir tidak memberi individu ruang untuk leluasa mengoptimalkan perannya sebagai manusia yang otonom. Sebaliknya, justru asas kolektif kolegial cenderung jadi rujukan.

Karakter Indonesia

Indonesia boleh dibilang termasuk agak moderat meskipun tidak bisa dikategorikan moderat sepenuhnya. Eksistensi indvidu dihargai di sini. Namun, dalam beberapa hal, ada pengecualian. Merujuk pada konstitusi Indonesia, ekonomi menjadi sorotan utama.

Sejatinya, dalam semua lini kehidupan, para pencetus bangsa Indonesia memang menginginkan sistem yang kekeluargaan, kolektif, dan bersama-sama. Itu sebabnya gotong royong jadi jargon populer. Berikut ini karakter khas Indonesia dalam relasi individu dan masyarakat.

  • Ronda. Komunitas masyarakat Indonesia lebih senang jaga berbarengan.
  • Kebersihan. Biasanya, di akhir pekan, masyarakat sering bahu-membahu membersihkan got, menyapu jalan, dan sebagainya.
  • Kirim antartetangga. Jelang lebaran, biasanya, warga muslim satu dengan yang lain saling mengirimi opor, ketupat, dan lain-lain. Ini hanya terjadi di Indonesia, lho.
Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Mengkaji Tri Kerukunan Umat Beragama
  • Penjelasan Kondisi Sosial Indonesia
  • Sopan Santun Berbicara
  • Forum Dewasa, Bukan Hanya Tentang Seks!
  • Menjaga Sopan Santun dalam Berbicara
  • Santun Berbahasa, Komunikasi Lancar
  • Percik Renungan Kehidupan Seorang Wanita, Semestinya Kita Sehati
  • Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
  • Adu Domba - Pengkhianatan Paling Kejam
  • Harga Diri - Seberapa Mahal?
  • Pengertian Kerukunan Umat Beragama dalam Kehidupan Sosial
  • Bersopan Santun dalam Pergaulan Masyarakat
  • Etika Sopan Santun dalam Kehidupan Sosial
  • Tugas dan Wewenang MPR
  • Hubungan Kerjasama Internasional
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA