Indonesia di Mata Orang Prancis
Ada sebuah buku menarik karangan orang prancis. Buku tersebut adalah kumpulan perjalanan orang-orang perancis menuju Asia, salah satunya Indonesia. Judul buku tersebut adalah Orang Indonesia Dan Orang perancis, dari abad XVI sampai dengan Abad XX. Di tulis oleh Bernard Dorleans, diterjemahkan dan diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) dan sudah mengalami tiga kali cetak ulang.
Buku yang berkisah tentang Indonesia di mata orang Prancis ini merupakan kumpulan teks lama yang sulit ditemukan. Dikumpulkan dengan susah payah oleh Dorleans dari berbagai literatur ilmiah yang diterbitkan pihak Prancis dan Belanda.
Berbeda dengan buku sejarah karangan orang Indonesia, buku ini ditulis dengan sudut pandang orang perancis sehingga terbebas dari pandangan resmi ataupun pandangan kolonial Belanda yang banyak mewarnai penulisan sejarah Indonesia.
Kumpulan Catatan Perjalanan dan Jurnal
Sebagian teks dalam buku ini merupakan hasil telaah ilmiah dari sumber-sumber langsung yang melakukan perjalanan ke Indonesia. Sumber ini didapat dalam arsip pemerintah dan pernah dibukukan di majalah Archipel.
Bukan hanya itu, jurnal yang ada di buku ini juga didapat dari catatan perjalanan wartawan, laporan ekspedisi ilmiah ataupun tuturan pelancong yang pernah mengunjungi Nusantara. Tidak mengherankan bila kisah-kisah tersebut terasa sangat segar bahkan tidak jarang terasa kocak dalam artian sungguh-sungguh bisa mengundang senyum.
Kisah-Kisah dalam Buku Orang Indonesia Dan Orang perancis,
Cerita-cerita yang terangkum menarik di antaranya adalah kisah sukses dua pangeran Makasar menjadi perwira angkata laut Raja Louis XIV. Perjalanan komodor Beaulieu ke Aceh dan membuat literatur tentang kehidupan Aceh di tangan penguasa lalim, Sultan Iskandar Muda.
Laporan kondisi Batavia di tangan para Kolonial Belanda. Kehidupan dan ketertindasan kaum pribumi, juga kisah sedih pangeran Timor yang diperdaya Padri Dominikan hingga terlunta-lunta dan mati menggenaskan di Prancis.
Semua dirangkum secara apik, dengan terjemahan yang baik. Ditambah pula buku ini dilengkapi tiga ratus ilustrasi yang menggambarkan berbagai kondisi. Ada gambar tentang kerajaan Aceh dan pasukan gajahnya, arak-arakan pasukan gajah, beberapa gambar kapal, sketsa tembok perbatasan di Maluku, Batavia dan Palembang.
Buku ini juga mengandung gambar-gambar yang dibuat oleh orang-orang dulu tentang orang-orang pribumi. Semua dikemas apik dalam buku dengan ketebalan 664 halaman.
Buku ini layak dibaca. Bahasa yang mudah dicerna, pengetahuan baru berupa catatan jurnal dari orang-orang Prancis, ditambah ilustrasi yang ciamik membuat buku ini harus Anda Miliki.






