Industri Hotel: Definisi dan Jenisnya
IlIlustrasi industri hotel
Industri hotel adalah segala macam bentuk usaha yang berhubungan dengan penyediaan akomodasi dalam penginapan. Hotel juga menyediakan makanan serta minuman, dan berbagai jenis jasa lainnya yang saling berhubungan dan bentuk pelayanannya ditujukan untuk masyarakat, baik yang menggunakan fasilitas penginapan atau yang hanya sekedar menggunakan jasa atau produksi tertentu dari hotel tersebut. Hotel mempunyai beberapa sarana dan fasilitas yang membuatnya diletakan pada posisi dengan bilangan bintang tertentu.
Perjalanan Hotel
Perjalanan sejarah sebuah hotel bisa puluhan tahun hingga bahkan ada yang ratusan tahun. Sejak lama jasa penginapan ini memang dibutuhkan oleh para pelancong dan orang-orang yang harus bepergian dengan tujuan tertentu. Alangkah menyenangkannya bila bisa tidur di kamar yang nyaman yang tingkat kenyamanannya melebih rumah atau paling tidak sama dengan rumah. Perasaan nyaman ini tentu sangat penting demi menunjang kegiatan yang akan dilakukan. Bila tidur tidak nyenyak, maka pekerjaan bisa terbengkalai. Tidak ada yang mau menjadi sakit dengan perasaan yang tidak menentu karena tidur yang kurang.
Walau begitu, ada juga orang yang berpendapat bahwa tidur yang nyenyak itu bergantung pada perasaan. Kalau pikiran tenang, perasaan biasa saja, maka segala sesuatunya bisa berjalan dengan baik sesuai dengan yang telah direncanakan. Tinggal di hotel berbintang memang mahal tetapi semua tersedia. Mandi dengan air panas atau dingin, sarapan, dan fasilitas lainnya yang cukup baik. Kalau pertama kali ke suatu tempat dan tidak mempunyai teman, sebaiknya memang menginap di hotel berbintang. Ini bagi yang mempunyai dana cukup banyak.
Kalau dana tidak banyak, maka terpaksa menginap di tempat-tempat yang tidak terlalu menyenangkan karena terkadang kamar mandinya tidak memenuhi standar dan tidak ada fasilitas seperti di hotel berbintang. Sarapan pun tidak tersedia. Bagi yang belum mengenal suatu tempat, mungkin akan mendapatkan kesulitan untuk mencari makanan yang tepat dan pas di lidahnya. Namun, penginapan atau hotel berbiaya murah ini memang tetap harus ada.
Mendirikan sebuah hotel tidak mudah. Sebuah daerah terkadang harus menunggu satu peristiwa besar baru akan mendirikan sebuah hotel yang cukup bagus. Misalnya, Sekayu, salah satu ibukota kabupaten di Sumatera Selatan. Masyarakat di kota kabupaten yang cukup potensial ini akhirnya bisa melihat satu bangunan hotel yang cukup bagus ketika Sumatera Selatan menjadi tuan rumah PON. Pada saat itu banyak fasilitas yang disiapkan termasuk wisma atlit. Daerah yang berjarak tempuh selama 4 jam dari kota Palembang ini kini mempunyai Hotel Ranggonang yang fasilitasnya sama dengan hotel berbintang 3.
Keberadaan hotel yang cukup baik ini ternyata memang telah dinanti oleh banyak orang. Hingga kini, tingkat hunian hotel yang berdiri di tepian sungai ini cukup tinggi walaupun bukan dikatakan sebagai musim kedatangan banyak orang. Sekayu seperti kota persinggahan sehingga kebutuhan hotel yang baik memang sangat tinggi. Setelah penyelenggaraan PON itu, Sekayu tidak hanya mempunyai Hotel Ranggonang, tetapi kota ini juga mempunyai Wisma Atlit yang juga bisa disewa serta Wisma Ranggonang dengan harga satu kamar yang jauh lebih murah dibandingkan dengan fasilitas Hotel Ranggonang yang mencapai 550 ribuan untuk kelas deluxe.
Industri hotel memang belum terlalu berkembang di kota Sekayu, tidak seperti kota Palembang yang baru saja menjadi tuan rumah Asian Games. Pendirian hotel berbintang lumayan pesat. Arsitektur bangunan hotel yang beragam dengan segaal fasilitas yang ditawarkan membuat persaingan bisnis hotel di kota ini cukup ketat. Hotel Aston yang masuk lagi dengan konsep dan tempat yang berbeda tentu saja tidak mau kalah dengan hotel-hotel berbintang yang telah lebih dahulu berdiri maupun antisipasi terhadap hotel-hotel berbintang lainnya yang akan berdiri.
Jenis-jenis hotel
Untuk membedakan jenis-jenis industri hotel, ada beberapa hal untuk mengklasifikasikannya. Di antaranya adalah berdasarkan lokasinya
Bila melihat lokasinya, industri pada dunia perhotelan ini dibedakan menjadi:
Hotel City atau kota
Sesuai dengan namanya, maka hotel ini juga berlokasi di daerah pusat perkotaan. Ada alasan tertentu bagi para tamu untuk tinggal di hotel seperti ini. Salah satunya adalah karena punya banyak urusan yang mengharuskannya untuk selalu tinggal di daerah pusat kota. Fasiltas yang ditawarkan oleh hotel yang ada di kota biasanya cukup menarik. Asalkan mempunyai dana yang cukup, semua fasilitas itu bisa dirasakan.
Biaya permalamnya bisa mencapai 800 ribuan hingga satu jutaan lebih bergantung pada luas kamar dan kelas kamar yang ditempati. Segala jenis makanan dan minuman yang dimakan di hotel yang ada di pusat kota ini biasanya jauh lebih mahal dari makanan yang ada di luar hotel. Seporsi bubur saja harganya bisa mencapai 25 ribu rupiah. Padahal kalau di angkringan atau di gerobak bubur, harganya tidak lebih 6000 rupiah. Rasanya tidak jauh berbeda. Malahan bagi sebagian orang, makanan yang ada di luar hotel itu lebih enak karena lebih terasa makanan sehri-hari. Tanpa harus banyak dekorasi.
Hotel residential
Kalau untuk jenis hotel yang satu ini selalu berada di daerah pinggiran namun juga mudah dijangkau. Biasanya para pelaku dunia perhotelan ini selalu memilih tempat yang tenang. Sebab para tamu yang menginap di hotel ini sering tinggal dalam waktu yang cukup lama, tidak sehari atau dua hari saja dan tidak sendirian. Dan yang sering terjadi adalah, mereka datang bersama keluarga. Harga yang ditawarkan sangat beragam.
Fasilitas kamar dibuat seperti berada di kamar tidur sendiri. Harga yang terjangkau dengan fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh keluarga membuat hotel seperti ini akan menjadi persinggahan ketika sedang liburan. Biasanya hotel seperti ini dekat dengan daerah wisata dengan segala bentuk pemandangan yang indah. Pada musim liburan, tingkat hunia hotel ini cukup tinggi sehingga harus dipesan jauh-jauh hari. Harga satu malamnya sekira 250-400 ribuan dengan makan pagi sederhana. Kalau biasanya di hotel berbintang, ada banyak pilihan menu sarapan. Di hotel ini, paling ada dua buah pilihan menu, yaitu nasi atau roti.
Hotel resort
Kalau untuk jenis hotel yang satu ini lebih suka mengambil lokasi di daerah pegunungan atau pinggiran pantai. Biasanya para konsumennya adalah rombongan atau perseorangan yang ingin berisitrahat dan menghabiskan masa liburnya di tempat yang tenang sambil menikmati pemandangan alam di sekitar hotel tersebut. Orang ke hotel ini juga bukan untuk tamasya semata, mereka juga mengadakan seminar atau pelatihan. Kenyamanan hotel resort diharapkan bisa meningkatkan semangat orang untuk mendapatkan ilmu yang lebuh banyak.
Motel
Jenis hotel yang satu ini mengambil lokasi di pinggir kota atau jalan yang menuju arah kota yang lain. Konsumen yang datang kebanyakan adalah orang yang sedang melakukan perjalanan jauh dan ingin beristirahat sebelum melanjutkan perjalanannya kembali. Maka tidak mengherankan bila motel selalu menyediakan parkir yang cukup luas agar bisa menampung mobil atau bus pengunjungnya.
Berdasarkan jumlah kamar dan Klasifikasi
Bila dihitung jumlah kamarnya, hotel dibedakan menjadi tiga yaitu hotel kecil (small) yang kamarnya paling banyak berjumlah 28 kamar. Kemudian hotel menengah (medium), jumlah kamar yang disediakan adalah antara 29 hingga 299 kamar inap. Sedangkan hotel besar (large) adalah yang punya kamar dengan jumlah lebih dari 300 kamar.
Untuk hotel skala kecil biasanya dikelolah oleh satu keluarga yang juga tinggal di dekat hotel itu atau bahkan hotel itu menjadi bagian dari rumah tempat tinggalnya. Kalau hotel menengah, biasanya telah dikelolah oleh manajemen yang lebih profesional dengan beberapa karyawan yang belum tentu merupakan keluarga pemilik hotel tersebut.
Sedangkan berdasarkan klasifikasinya, hotel juga bisa dibedakan berdasarkan klasifikasinya. Yang dimaksud dengan klasifikasi di sini adalah berdasarkan fasilitas yang dimiliki hotel tersebut. Mulai dari fasilitas penunjang seperti untuk olahraga (kolam renang atau gym), ruang pertemuan (ada yang luas atau terbatas saja), fasilitas antar jempur, rumah makan dan lain sebagainya. Adapun klasifikasi ini dibedakan menjadi lima yaitu hotel berbintang satu, dua dan seterusnya (hingga mencapai hotel berbintang lima). Selain hotel berbintang, masih ada hotel yang klasifikasinya berada di bawah hotel berbintang. Yaitu hotel kelas melati. Hotel kelas melati ini juga masih punya tingkatan, yaitu melati satu, dua dan tiga.

