logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Bisnis    Wirausaha    Tips    Industri Mie

Peluang Usaha Mendirikan Industri Mie Dan Bihun

Oleh: AnneAhira.com Content Team

[img:left]industri-mie.jpg[/img]

Industri pembuatan mie dan bihun sekarang sudah berkembang di mana-mana. Bahkan industri rumah tangga pun sekarang sudah mampu memproduksi mie dan bihun walaupun dalam jumlah yang sangat terbatas.

Perkembangan industri mie dan bihun didorong oleh memasyarakatnya produk mie dan bihun sebagai konsumsi sehari-hari. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa menyukainya. Dibandingkan dengan beras, sifat mie dan bihun yang praktis dan rasanya yang enak merupakan daya tarik tersendiri.

Harganya juga relatif murah, menyebabkan produk ini dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat. Kepopuleran mie merupakan peluang bagi anda yang ingin mendirikan industri mie baik skala kecil, menengah maupun besar.

Masalah dalam industri mie saat ini adalah bahan baku utamanya terigu yang mana hingga saat ini masih perlu diimpor. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap terigu dan menurunkan harga jual produk, penggunaan terigu dapat dikurangi dengan penggunaan bahan-bahan lain.

Substitusi terigu tersebut diharapkan dapat menjamin kesinambungan produksi mie sekaligus memberdayakan sumber daya lokal. Industri mie dapat didirikan dalam bentuk usaha skala kecil, menengah maupun skala besar. Mie basah umumnya merupakan industri kecil, mie kering merupakan produk industri menengah, sedangkan mie instan merupakan hasil industri besar.

Khusus untuk mie basah dan mie kering, industrinya dapat didirikan di mana saja karena tidak memerlukan areal yang luas. Industri mie instan memerlukan lokasi yang lebih luas karena peralatannya umumnya berukuran besar. Selain itu, tentu saja diperlukan ijin khusus untuk pendirian usaha. 

Seperti halnya mie, bihun juga mempunyai daya tarik tersendiri. Bahan baku bihun adalah beras pera yang telah dibuat tepung. Adanya bihun berarti ada peningkatan nilai guna dan nilai ekonomi beras sekaligus menganekaragamkan produk pangan olahan beras.

Industri bihun masih merupakan peluang usaha yang menguntungkan. Karena produk ini didukung bahan baku bihun yang selalu tersedia dan mudah didapat serta teknologi pembuatan juga cukup mudah untuk dikuasai. Peralatan produksinya pun cukup sederhana dan harganya terjangkau oleh pengusaha skala industri kecil.

Industri bihun masih sedikit karena banyak pengusaha yang melirik industri mie. Padahal, bihun pun dapat dibuat bihun instan yang dilengkapi dengan bumbu. Peluang ekspor pun masih terbuka, terlebih ada dukungan pemerintah untuk kemudahan ekspor. Masalahnya sekarang, bagaimana industri bihun dapat meningkatkan daya saing produknya baik di pasar lokal maupun pasar internasional.

Industri bihun kebanyakan berbentuk industri kecil dan menengah. Sebagai industri kecil atau menengah, industri bihun dapat didirikan di berbagai kawasan. Bahkan, industri bihun dapat berdiri di antara kawasan pemukiman penduduk atau di pusat kota.

Dalam rangka mendorong dan meningkatkan ekspor pada kelompok industri kecil, Departemen Perindustrian dan Perdagangan melakukan langkah-langkah peningkatan daya saing produk. Usaha ini dilakukan melalui peningkatan mutu produk dan bahan baku, efisiensi produksi, jaminan waktu penyerahan, dan peningkatan penerapan ISO 9000 bagi produk ekspor.

Selain itu, juga harus diperhatikan masalah peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia (teknik dan manajemen), promosi serta pasar. Modal usaha untuk mendirikan industri mie dan bihun terdiri atas modal tetap dan modal kerja. Modal tetap adalah modal yang besarnya tidak tergantung pada jumlah produk yang dihasilkan terdiri atas investasi bangunan dan peralatan.

Adapun modal kerja adalah modal yang jumlahnya berubah tergantung unit produk yang dihasilkan, terdiri atas biaya bahan baku, bahan penunjang, dan upah tenaga kerja. Intinya, besarnya modal yang dibutuhkan tergantung pada skala usaha.

Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mendirikan industri mie dan bihun sangat tergantung pada skala usahanya. Untuk industri mie basah, mie kering dan bihun diperlukan tenaga kerja sekitar 10-15 orang. Sedangkan untuk mendirikan industri mie instan diperlukan tenaga kerja yang lebih banyak, yaitu sekitar 20-30 orang.

Untuk pemasaran produk mie dan bihun, anda dapat memasarkannya secara langsung melalui pasar tradisional maupun supermarket yang terdekat di kota anda. Anda dapat bekerjasama dengan pihak manajemen supermarket untuk memasarkan produk anda. Jika anda menjual produk mie dan bihun di supermarket, sebaiknya anda produk anda dikemas dalam kemasan yang menarik.

Pasalnya pembeli di supermarket umumnya dari kalangan yang terpelajar dan orang kaya sehingga lebih mengutamakan faktor higienisnya.

Setelah anda melihat gambaran peluang industri mie dan bihun, kini saatnya anda mencobanya. Anda dapat mencoba membuat mie dan bihun dengan peralatan sederhana terlebih dahulu. Setelah anda menemukan resep yang enak, anda baru mendirikan industri mie dan bihun secara kecil-kecilan. Anda tertarik? Silahkan dicoba!

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Anda Mau Jadi Pengusaha? Mulailah Sekarang Juga!
  • Menariknya Brosur Kesehatan
  • Tips Memulai Usaha Bisnis
  • Bisnis Waralaba, Peluang Usaha Wiraswasta yang Menjanjikan
  • Pentingnya Laporan Keuangan Perusahaan
  • Karakter Wirausahawan yang Sukses dengan Konsep 10 D
  • Manfaat dan Tips Kerjasama Usaha
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA