logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Industri & Perdagangan    Manufaktur    Industri Manufaktur

Tantangan Industri Manufaktur di Indonesia


Ilustrasi industri

Kondisi Industri Manufaktur Indonesia 

Bisa dikatakan bila kondisi industri manufaktur Indonesia saat ini mengalami perkembangan dan kemajuan yang cukup signifikan. Hal ini bisa terjadi karena adanya niat serta tekad yang begitu tinggi dari para ahli yang berkecimpung di bidang ini. Mulai dari pemerintah, akademisi, serta pihak lain dan para pelaku bisnis di bidang ini yang mau mencurahkan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan manufaktur Indonesia.

Hal ini bisa dibuktikan dengan makin bertambahnya jumlah industri manufaktur yang beroperasi di berbagai tempat di Indonesia. Entah itu dari perusahaan asing yang mau menanamkan modalnya di Indonesia, atau dari para pelaku bisnis Indonesia sendiri yang tertarik untuk terjun di bisnis atau usaha manufaktur. Mereka ini ada yang membuka usaha baru, namun ada pula yang memperluas dan mengembangkan usaha yang dimilikinya dengan membuka cabang atau tempat produksi di daerah lain.

Meski banyak yang sudah berdiri serta mampu beroperasi secara mandiri, industri manufaktur di Indonesia masih mengalami berberapa kendala. Hal ini merupakan tantangan bagi semua pihak yang punya hubungan secara langsung atau tidak langsung dengan usaha manufaktur ini.

Tantangan dan Kendala

Adapun tantangan serta kendala yang harus dihadapi oleh para pelaku industri manufaktur ini beberapa diantaranya adalah :

1.    Sumber Daya Manusia atau SDM

Harus diakui bila SDM yang dimiliki bangsa Indonesia untuk mengembangkan industri manufkatur masih sangat terbatas. Baik dari tingkat yang paling atas hingga pada level pelaksana atau operator. Ini terutama sekali bila dihubungkan dengan tingkat kreatifitas serta produktivitas kerja. Bahkan bila dibanding dengan Thailand atau Vietnam, kita masih kalah. Apalagi dengan negara lain yang lebih maju.

2.    Pemasaran

Ini juga merupakan masalah serius yang harus dihadapi oleh industri manufaktur. Karena bila hanya mengandalkan pasar dalam negeri saja, tentu jangkauan pasarnya hanya terbatas saja. Sedangkan bila ingin memasarkan keluar negeri atau pasar ekspor, maka akses untuk menuju kesana juga dirasakan masih kurang. Selama ini kita hanya mengandalkan pasar Eropa atau Amerika saja. Padahal, pasar di kedua wilayah ini sudah mengalami kejenuhan, sehingga perlu dibuka akses pasar untuk wilayah lain.

3.    Kualitas hasil produksi

Meski sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan, namun kadangkala kualitas produksi hasil industri manufaktur Indonesia masih kalah dibanding dengan hasil produksi dari negara lain. Sehingga, nilai jual serta daya saing yang dimiliki juga menjadi lemah. Akibatnya, pasar kurang begitu bergairah menerima hasil produksi kita. Ini tentu berkaitan dengan SDM seperti yang telah disebut di atas.

4.    Regulasi pemerintah

Yang dimaksud dengan regulasi di sini adalah segala hal yang berkaitan dengan perundang-undangan untuk mengatur industri manufaktur di Indonesia. Karena selama ini para pelaku usaha di bidang ini masih merasa belum mendapat perlindungan hukum serta jaminan yang memadai agar merasa nyaman dalam menjalankan usahanya. Mulai dari sistem pajak, restribusi, perijinan,  perjanjian dengan tenaga kerja dan lain lain.


Semua ini menjadi tugas pemerintah serta pihak terkait untuk menyelesaikannya, sehingga industri manufaktur di Indonesia bisa maju pesat dan ikut berperan dalam pembangunan bangsa yang bertujuan untuk mensejahterahkan semua rakyat.

Industri di Indonesia

Industri adalah salah sektor usaha yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian. Perkembangan sektor industri di Indonesia beberapa tahun terakhir dinilai cukup baik. Meski tengah dihadang krisis yang melanda Eropa, namun secara umum pertumbuhan Industri menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2012 ini pertumbuhan sektor Industri di Indonesia diproyeksikan naik sekitar 6,4 persen dari tahun 2011. 

Ada beberapa faktor yang digunakan untuk meproyeksikan pertumbuhan sektor industri di Indonesia, termasuk adanya krisis ekonomi di Eropa dan masuknya produk-produk impor ke dalam pasar dalam negeri. Dari sektor ekspor, krisis yang terjadi telah berdampak pada penurunan nilai ekspor hasil industri non-migas ke wilayah Amerika dan Eropa sebesar 25 persen. Krisis yang terjadi juga diprediksi menghambat masuknya investasi asing ke dalam negeri.  

Meskpun saat ini industri manufaktur Indonesia tengah mengalami nasib buruk, namun kondisi ini diprediksi kembali membaik di tahun 2015. Prediksi ini didasarkan pada hasil survey terhadap beberapa negara di Asia yang menjadi wilayah ekspansi para investor asal Hong Kong. Indonesia diyakini masih menjadi tujuan utama para investor untuk mengembangkan usahanya. Iklim investasi di Indonesia dinilai para investor Hongkong lebih baik dari kondisi iklim investasi di China. 

Perkembangan Industri di Indonesia

Kerjasama dengan berbagai pihak telah membawa dampak positif terhadap perkembangan industri nasional. Investasi asing juga memberikan andil yang besar dalam kemajuan sektor industri Indonesia. Industri merupakan kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang siap konsumsi.

Dalam perkembangan ekonomi Indonesia, sektor industri menjadi salah satu komponen penting yang memberikan kontribusi yang patut diperhitungkan terhadap pendapatan negara. Sektor industri di Indonesia dibagi dalam beberapa golongan berdasarkan berapa banyak jumlah tenaga kerja, tingkat produksi, dan jenis kegiatan industrinya. 

1. Berdasarkan jumlah tenaga kerja, industri dibagi dalam kategori:

  • Industri kecil. Biasanya disebut juga dengan industri rumah tangga. Jumlah tenaga kerjanya kurang dari 10 orang.
  • Industri Menengah. Industri menengah biasanya sudah berbentuk CV atau PT dengan jumlah tenaga kerja antara 10-50 orang.
  • Industri Besar. Adalah industri skala besar dengan penyertaan modal usaha yang besar pula. Industri besar umumnya mempekerjakan lebih dari 100 orang, dengan ciri spesifik pemimpin perusahaan saling tidak mengenal dengan karyawannya. Industri skala besar menghasilkan output yang besar.

2. Berdasarkan tingkat produksinya, industri dibagi menjadi:

  • Industri berat, yaitu kegiatan industri yang menggunakan alat-alat berato Industri ringan, yaitu industri dengan penggunaan mesin ringan untuk memproduksi barang jadi.
  • Industri dasar, yaitu kegiatan industri yang menggunakan mesin-mesin untuk memproduksi bahan baku atau bahan pendukung bagi indutri lainnya.
  • Industri rumah tangga, adalah suatu kegiatan industri yang umumnya menghasilkan kerajinan tangan.

3. Berdasarkan jenis kegiatannya, industri dikelompokkan menjadi:

  • Aneka industri adalah kegiatan produksi yang menghasilkan beraneka macam barang untuk kebutuhan masyarakat. Aneka industri memiliki peran signifikan dalam pembangunan industri di Indonnesia secara keseluruhan. Aneka industri berperan sebagai penghubung antara industri hulu dan industri hilir. Pengertian industri hulu adalah kegiatan industri yang hasilnya berupa bahan baku dan bahan penolong untuk keperluan industri lainnya. Contohnya adalah industri baja, besi, dan pemintalan benang. Sementara industri hilir adalah kegiatan produksi yang mengolah bahan dasar dari hasil industri hulu menjadi barang siap pakai. Di Indonesia, aneka industri masih menggunakan teknologi yang sederhana sehingga membantu memperluas kesempatan kerja.
  • Industri logam dasar, adalah kegiatan industri yang mengolah bahan baku logam. Hasil produksinya masih berupa bahan baku yang dapat diolah lagi menjadi beraneka jenis barang lainnya.
  • Industri kimia dasar, adalah kegiatan produksi yang menghasilkan bahan kimia mentah menjadi bahan baku.
  • Industri kecil, adalah kegiatan produksi dengan mengaplikasikan teknologi sederhana, dengan hasil produksi yang terbatas pula.

Perkembangan Industri Manufaktur di Indonesia

Industri manufaktur adalah subsektor industri paling dominan yang memberi kontribusi sangat besar terhadap pertumbuhan sektor industri di Indonesia. Kontribusi terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sejak tahun 1980-an berasal dari industri manufaktur. Bahkan pada periode 1980 hingga 1992, sektor industri manufaktur mampu mengubah status Indonesia menjadi negara semi-industri.

Kontribusi ekspor industri manufaktur terus menunjukkan peningkatan sejak 1983 hingga 1993, dengan persentase dari 66,6 persen menjadi 77,3 persen. Namun pada tahun 1993 pertumbuhan sektor industri manufaktur melambat menjadi 74,8 persen dan terus melambat hingga saat ini.

Penurunan tingkat pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh turunnya kontribusi ekspor hasil industri manufaktur padat karya, sebagai akibat naiknya upah buruh di dalam negeri dan meningkatnya persaingan dari negara-negara dengan tingkat upah buruh relatif lebih rendah. Sejalan dengan membaiknya kondisi ekonomi nasional yang didukung oleh kekuatan pasar domestik sektor industri manufaktur kembali bergairah.

Sejak 2010, industri manufaktur yang mengandalkan pasar ekspor kembali menggeliat. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, tercatat adanya kenaikan pertumbuhan produksi pada industri manufaktur. Pada kuartal ketiga 2011 industri manufaktur tumbuh sebesar  5,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.  

Sementara pada periode yang sama,  2011 tercatat adanya kenaikan sebesar 6,7 persen. Naiknya pertumbuhan industri manufaktur sejalan dengan pertumbuhan ekspor yang meningkat pesat pasca krisis finansial global tahun 2008-2009. Ekspor industri manufaktur pada tahun 2010 mencapai 17,8 persen dari total ekspor Indonesia yang sebesar US$ 157,8 milyar.

Jika dibandingkan tahun 2009, jumlah ekspor tersebut naik sebesar 35,4 persen. Sampai dengan bulan Mei 2011 lalu, nilai ekspor sektor industri manufaktur non migas telah mencapai US$ 49,6 milyar atau naik 36,3persen dibanding tahun 2010. Dua belas kelompok komoditi mendominasi ekspor industri manufaktur non migas Indonesia, dengan komposisi hampir 90 persen.

Dari total komoditas ekspor nasional, komoditas non-migas mendapat porsi sebesar 55,6 persen total ekspor nasional. Nilai ekspor terbesar berasal dari hasil olahan kelapa sawit senilai US 87,692. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi industri manufaktur Indonesia dari waktu ke waktu. Tantangan-tantangan dalam pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia adalah:

  • Sumber Daya Manusia. Harus diakui bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia masih sangat terbatas. Hal ini  berkaitan erat dengan kreativitas dan produktivitas kerja. Kondisi ini menjadikan industri manufaktur Indonesia jauh tertinggal dari negara lain seperti China, Thailand, India, dll. 
  • Pemasaran. Kendala pemasaran masih menjadi masalah utama yang menghambat sektor industri manufaktur di Indonesia. Para produsen masih menjadikan pasar dalam negeri sebagai orientasi pemasaran. Sedangkan untuk membuka pasar ekspor, mayoritas produsen masih terkendala akses pasar. Hingga saat ini target ekspor masih terbatas pada negara-negara di Amerika dan Eropa saja, sementara pasar ekspor di kawasan lain masih terbuka lebar.
  • Kualitas. Bicara masalah kualitas, hasil produksi industri manufaktur di Indonesia memang kalah jauh, baik dari segi kualitas maupun daya saing produk dibandingkan produk sejenis dari negara lain. Akibatnya, respon pasar terhadap produk Indonesia menjadi kurang bagus.
  • Regulasi Pemerintah. Regulasi pemerintah yang dibuat untuk mengatur industri manufaktur di Indonesia, dinilai tidak memadai dan kurang memberikan perlindungan terhadap para pelaku usaha. Jaminan keamanan, kenyamanan dan keselamatan kerja masih belum dirasakan, utamanya oleh para buruh industri. Pendapatan kecil, tidak adanya jaminan kesehatan dan keselamatan kerja menjadi problem utama buruh industri manufaktur di Indonesia. Penyelesaian sengketa oleh negara antara buruh dengan pengusaha boleh dikatakan tidak mampu melindungi nasib buruh.
Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Industri Kertas Dimulai dari Selembar Kertas
  • Mengenal Peralatan Militer Indonesia Buatan Sendiri
  • Sari Roti - Produk Roti Kebanggaan Negeri
  • Pengenalan Umum Mesin Frais
  • Sejarah, Perkembangannya, dan Macam Macam Industri
  • Olympic Furniture - Merek Terkenal Furniture
  • PT Sebagai Badan Usaha
  • Menengok Perkembangan Industri Manufaktur di Indonesia
  • Persaingan Antar Pabrik Plastik
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA