logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ilmu Pendidikan

Inovasi dalam Pendidikan: Pendidikan Anak Usia Dini


Ilustrasi inovasi dalam pendidikan

Budaya yang ingin serbacepat dan suasana bersaing di dunia kerja sekarang ini secara tidak langsung mempengaruhi orangtua untuk menjadikan anak-anaknya super dan unggul di segala bidang. Sebagian orangtua beranggapan bahwa semakin cepat seorang anak menguasai sesuatu keterampilan, semakin baik dan hebat sang anak itu di lingkunganya.

Padahal, setiap anak adalah anugerah individu yang unik yang seyogianya berkembang secara alamiah, sesuai dengan fitrah, usia, psikis, fisik, minat, kepekaan mereka untuk mempelajari dan menguasai sesuatu yang membutuhkan waktu serta melewati suatu proses. Untuk itu, diperlukan suatu cara agar anak merasa nyaman dan tidak terbebani dalam belajar. Misalnya, dapat menggunakan cara belajar secara aktif-positif (active learning), belajar yang menarik (attractive learning), dan belajar yang menyenangkan (joyful learning). Itulah sebabnya, dibutuhkan inovasi dalam pendidikan.
Pengertian inovasi pendidikan dapat juga diartikan sebagai metode pendidikan yang dianjurkan bagi usia anak usia dini. Metode pendidikan seharusnya merangsang kecerdasan mejemuk anak balita, karena pada usia ini mereka sedang berada di masa keemasan (golden age). Metode Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) yang diprakarsai oleh Dr. Howard Gardner, guru besar bidang pendidikan di Harvard University ini terdiri dari delapan kecerdasan, yaitu:

  1. bahasa atau linguistik
  2. logis dan matematis
  3. spasial (tilik ruang)
  4. kinestetik (jasmani)
  5. musikal
  6. interpersonal
  7. intrapersonal
  8. naturalis

Delapan kecerdasan di atas juga menunjang makna pendidikan yang diusung oleh Unesco, yang meliputi empat pilar, yaitu belajar untuk mengetahui makna dan manfaat sesuatu bagi kehidupan (learning to know), belajar untuk bisa melakukan sesuatu yang bermakna bagi kehidupan (learning to do), belajar untuk menjadi diri sendiri dan paham terhadap kebutuhan serta jati dirinya (learning to be), dan belajar untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya (learning to live together).

Memahami Pendidikan Anak Usia Dini

Anak usia dini meliputi delapan tahun pertama dalam kehidupan individu. Pendidikan yang harus diberikan selama tahun-tahun kehidupan anak berkisar domain tertentu dari perkembangan awal. Penelitian telah menemukan fakta bahwa anak-anak cenderung untuk belajar dari pengalaman keseluruhan tidak dapat melihat bagian dari pengalaman.

Dengan demikian pendidikan yang diberikan harus dalam bentuk yang dapat di mengerti. Pendidikan anak usia dini berfokus pada belajar melalui bermain. Orang tua, pengasuh, tetangga dan guru prasekolah memainkan peranan penting dalam tahun-tahun awal pendidikan anak.

Dua tahun pertama dalam kehidupan anak dihabiskan dalam realisasi pencarian identitas sendiri. Ini adalah tahun ketika anak-anak memperoleh rasa diri karena merasa membawa nama dirinya, yang mulai di kenal oleh orang di luar dirinya. Anak-anak secara bertahap membentuk identitas mereka sendiri dan belajar untuk mengasosiasikan dirinya dengan orang-orang di sekitar mereka.

Mereka pula memperoleh pemahaman tentang pemikiran sendiri dan perilaku sampai batas tertentu dan mulai mengenal diri sendiri dalam batasan sebagaimana orang lain menasihati. Untuk alasan ini disarankan agar pendidikan anak usia dini selama bertahun-tahun harus difokuskan pada membangun hubungan antara anak-anak dan keluarga, rumah dan budaya.

Kembangkan dan Kembangkan

Perlu diingat bahwa pendidikan yang diberikan kepada anak-anak di tahun-tahun ini akan memimpin mereka ke arah upaya membentuk identitas sepenuhnya yang kelak bakal dikembangkan oleh mereka sendiri secara mandiri.

Selama tahun-tahun awal masa kanak-kanak, seseorang mengembangkan kontrol motorik. Ini adalah salah satu domain perkembangan yang paling penting dalam kehidupan seorang anak. Pendidikan anak usia dini harus berurusan dengan pelatihan kemampuan motorik. kontrol Motor perlu dieksekusi selama tahun-tahun awal masa kanak-kanak.

Kemampuan motorik berhubungan dengan kemampuan seorang anak untuk menggunakan otot nya. Kemampuan untuk menahan obyek dengan pegangan, kemampuan co-terkoordinasi berjalan dan gerakan otot disinkronkan untuk melakukan berbagai aktivitas fisik mendefinisikan set keterampilan motorik anak.

Persepsi, pengembangan sensorik dan komunikasi juga merupakan domain penting dari perkembangan anak. Pada fase anak usia dini, kita belajar untuk memahami sesuatu dan bereaksi terhadap mereka dengan menggunakan alat indera.

Hal yang berjalan selama periode ini akan memperlihatkan seorang anak belajar untuk menggunakan alat indera untuk merasakan rangsangan. Tahun-tahun anak usia dini menentukan periode mengembangkan bahasa dan kemampuan komunikasi.

Bahasa membentuk cara anak-anak untuk berkomunikasi dengan dunia di sekitar mereka, untuk mengekspresikan diri mereka dan mengatakan apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Anak-anak memperoleh kemampuan kognitif selama tahun-tahun awal masa kanak-kanak.

Perkembangan individu dimulai dengan manifestasi kemampuan motorik seseorang. Tingkat kecerdasan meningkat dan secara bertahap mulai ditampilkan dalam hal pemikiran dan imajinasi. Kemampuan ini kemudian berkembang menjadi logika, disertai dengan kesadaran umum dari diri sendiri dan lingkungan seseorang.

Perkembangan sosial dan mental juga terjadi selama tahun-tahun awal masa kanak-kanak seseorang. Pendidikan yang diberikan selama tahun-tahun perkembangan anak harus bertujuan / nya keterampilan interpersonal juga.

Hal ini selama tahun-tahun awal masa kanak-kanak mereka, bahwa anak-anak mendapatkan kebahagiaan juga rasa aman. Yang artinya pula perlu untuk menjamin adanya keamanan dari sang keluarga kepada mereka selama tahun-tahun penting bagi perkembangan mereka secara keseluruhan.

Kurangnya interaksi orang tua pada anak usia dini dapat berdampak negatif terhadap perkembangan anak. Maka dari itu ini adalah tanggung jawab orang tua dan pengasuh untuk memastikan anak-anak terhadap teror pada keamanan mental dan sosial untuk membantu mereka mengembangkan kepribadian mereka, dengan cara tetap aktif berkomunikasi dengan anak, walaupun itu hanya sekedar membalas gumaman saja.

Dus. Program pendidikan anak usia dini harus terdiri dari pelatihan dalam kemampuan membaca, keterampilan motorik, bahasa dan kemampuan komunikasi. Kebutuhan hari ini adalah untuk membiasakan anak melek teknologi selama tahun-tahun awal masa kanak-kanak nya.

Selain keterampilan dasar, juga perlu untuk memperkenalkan anak-anak dengan teknologi modern. Mengajar anak-anak melalui kisah-kisah dan cerita moral yang merupakan cara yang efektif untuk menanamkan di dalamnya, prinsip-prinsip kehidupan.

Mengajar mereka matematika dasar dan alfabet membantu mereka dalam kegiatan sekolah mereka. Beberapa anak mungkin menunjukkan bakat alam tertentu, yang perlu diakui pada waktu yang tepat dan dipelihara. Anak usia dini adalah waktu untuk memahami anak-anak dan membuat mereka memahami diri mereka sendiri. Pendidikan selama periode itu harus mengarah pada tujuan ini. Baru pada titik ini kita bisa mengembangkan banyak inovasi pada pendidikan anak usia dini.

Karena pula, menurut Penjelasan Undang-undang Sistem Pendidikan Republik Indonesia No.20/2003. Pasal 28. Ayat 1: Pendidikan usia dini diselenggarakan bagi anak yang sejak lahir sampai dengan enam tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan dasar.

Beberapa penyelenggara pendidikan anak usia dini (Taman Kanak-kanak) di Indonesia sudah mulai menerapkan metode Kecerdasan Majemuk sebagai inovasi dalam pendidikan anak usia dini, yang mana setiap keunggulan anak akan lebih diarahkan lagi agar menjadi anak yang berbakat dan mengasah kecerdasan anak yang belum menonjol lainnya sehingga tidak saja pengetahuan yang didapat melainkan keterampilan hidup sebagai bekal di masa depannya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kaligrafi Arab - Gambaran Keindahan Kalam Illahi
  • Hambatan dalam Komunikasi Efektif
  • Luar Angkasa - The Final Frontier, Sebuah Kritisi
  • Lubang Neraka Pertikaian
  • Membincang Definisi Paragraf dan Bentuknya
  • Pentingnya Pendidikan Moral di Indonesia
  • Refleksi Dunia Pendidikan Kita
  • Merangkai Kata Membuat Gambaran Neraka
  • Bagaimana Sesungguhnya Penulisan Tanggal dalam Bahasa Inggris?
  • Sejarah Pramuka di Dunia dan Indonesia
  • Komodo, Spesies Kadal Terbesar di Dunia
  • Halaman Awal Kehidupan
  • Pengetahuan Ibu Tentang ASI
  • Komunikasi Pendidikan untuk Orangtua
  • Aeromodelling, Asyiknya Menerbangkan Pesawat Miniatur
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA