logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Industri & Perdagangan    Pertanian    Masalah Pertanian

Hasil Melimpah dengan Penerapan Intensifikasi Pertanian


Ilustrasi intensifikasi pertanian

Intensifikasi pertanian adalah salah satu usaha untuk meningkatkan hasil pertanian dengan cara mengoptimalkan lahan perhatian yang sudah ada. Intensifikasi pertanian memang sangat dianjurkan untuk diterapkan agar produk atau hasil pertanian bisa lebih banyak dengan kualitas yang lebih baik pula.

Hasil yang baik pastilah sangat diinginkan oleh semua petani. Apalagi dengan kuantitas yang banyak. Namun terkadang tetap saja masih ada kendala.

Petani di Indonesia termasuk petani yang mengungkan. Betapa tidak, sebelum masa panen para petani harus berkeluh-keringat untuk menggarap lahan pertanian supaya baik hasilnya. Namun ketika masa panen tiba, semua harga hasil tani merosot tajam. Ibarat sebuah pepatah, sudah jatuh ditimpa tangga pula. Itulah nasib petani yang ada di negeri ini.

Mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah ada, bisa dilakukan dengan beberapa cara. Apakah Anda pernah mendengar istilah panca usaha tani? Ini adalah cara yang dipakai dalam intensifikasi pertanian.

Panca Usaha Tani

Panca usaha tani adalah salah satu upaya atau program yang bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian. Dalam panca tani ada lima usaha yang harus dilakukan oleh petani untuk menggarap lahan pertaniannya agar mendapatkan hasil panen yang maksimal.

Dinamakan dengan sebutan panca usaha tani karena kata panca berarti lima. Jadi dalam usaha tani tersebut ada lima proses yang harus dilalui agar hasil jadi maksimal.

Apa saja panca atau lima usaha tani yang menjadi dasar dalam intensifikasi pertanian? Berikut ini penjelasan dari panca usaha tani tersebut.

1.  Pemilihan dan Penggunaan Bibit Unggul

Sebelum mulai memanfaatkan lahan pertanian, Anda harus pintar-pintar memilih bibit unggul, karena bibit yang unggul tentu akan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.

Jenis bibit unggul yang baik adalah bibit yang yang hampir tidak memiliki kekurangan. Mulai dari ukuran dan kuantitas produk yang akan dihasilkan nanti, sampai pada ketahanan bibit tersebut terhadap serangan hama. Contoh bibit unggul adalah IR 64, PB 5, atau Rajalele (untuk bibit padi).

Pemilihan bibit unggul bukanlah perkara mudah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak tersedianya atau tidak dipilihnya bibit unggul olhe petani. Faktor tersebut adalah mahalnya harga bibit unggul dibandingkan bibit yang biasa. Faktor harga juga mempengaruhi kemampuan petani dalam menghasilkan varietas unggulan.

Seperti yang diketahui bahwa mayoritas petani di negeri ini adalah orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Faktor uang selalu menjadi tolak ukur pertama bagi mereka. Kebanyakan petani di jawa terutama tidak banyak memiliki uang. Namun untuk bahan pangan, para petani bisa dibilang sangat melimpah ruah. Oleh karena itu, uang sangatlah berarti bagi para petani tersebut.

2.  Pengolahan Lahan atau Tanah Pertanian Secara Tepat

Setelah berhasil mendapatkan bibit unggul yang baik, hal yang harus dilakukan kemudian adalah mengolah tanah agar siap pakai. Selain itu, pengolahan tanah yang baik juga akan menghasilkan panen yang melimpah. Oleh karena itu, pengolahan tanah atau lahan pertanian juga amat penting dilakukan bagi petani yang ada di negeri ini.

Seperti yang telah diajarkan di sekolah dasar bahwa negeri kita adalah negeri agraria. Maksud dari negeri agraria adalah negera yang mayoritas pendudukanya adalah bercocok tanam. Jadi sudah sangat wajar atau hal biasa untuk melakukan pengelolahan lahan yang juga menjadi bagian dari pertanian.

Dalam pengelolahan lahan pertanian biasanya dilakukan dengan dua macam cara, yaitu secara tradisional dan modern. Cara tradisional merupakan cara yang biasa dilakukan oleh petani pada jaman dulu. Cara ini biasanya dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin.

Cara tradisional yang biasa dilakukan dalam pengelolahan tanah adalah dengan cara mencangkul, membajak dengan kerbau atau sapi, dan lain-lain. Pertanian di jawa masih banyak menggunakan pola pengelolahan tanah dengan cangkul dan bajak.

Pengelolahan tanah dengan menggunakan cangkul memiliki beberapa kelemahan. Kelemahannya adalah lamanya pengerjaan yang dilakukan dalam pengelolahan tanah atau lahan pertanian. Seperti yang diketahui bahwa mencangkul dilakukan oleh perseorangan tanpa menggunakan mesin hanya beralatkan cangkul dalam mengelolah tanah. Karena menggunakan tenaga manusia yang digunakan untuk mengelolah lahan maka hasilnya juga tidak seberapa besar. Akhirnya waktu yang dibutuhkan pun menjadi semakin lama.

Pengelolahan lahan yang kedua adalah dengan menggunakan bajak yang ditarik oleh kerbau atau sapi. Pengelolahan tanah dengan menggunakan sistem ini lebih cepat dibandingkan dengan cangkul yang dilakukan oleh perseorangan. Namun tidak semua petani memiliki sapi yang digunakan untuk membajak sawah.

Namun hasil pengelolahan tanah yang dilakukan oleh bajak sapi atau kerbau tidak sebagus yang dilakukan dengan cangkul. Hal ini disebabkan karena kurang sempurnanya pembalikan tanah yang dilakukan oleh bajak sapi. Tentunya ini berbeda dengan yang dilakukan oleh cangkul dengan tangan.

Pengelohan lahan pertanian yang selanjutnya adalah dengan cara modern. Perkembangan jaman menuntut seseorang untuk menggunakan teknologi dalam membantu meringankan tugasnya. Tidak luput juga dalam perhatian dunia modern adalah dalam sektor pertanian.

Sektor pertanian merupakan sektor terpenting bagi kelangsungan hajat hidup orang banyak. Sepeerti yang telah diketahui bahwa penambahan jumlah penduduk, kian tahun kian bertambah. Pertambahan yang terjadi juga tidak bisa dikatakan lambat malah sebaliknya sangat cepat.

Dengan bertambahnya penduduk berarti bertambah pula kebutuhan pangan. Padahal kebutuhan pangan tidak sebanding dengan jumlah peledakan penduduk. Jumlah pemenuhan pangan tidak secepat jumlah penambahan penduduk.

Apalagi dengan bertambahnya penduduk berarti bertambah pula lahan permukiman. Dengan bertambahnya lahan pemukiman maka lahan yang akan digunakan sebagai lahan pertanian pun mau tidak mau ikut tergeser. Oleh karena itu, dibutuhkan cara yang tepat dan tepat dari adanya perkembangan teknologi dunia modern dalam mengatasi masalah pangan.

Salah satunya adalah lewat pengelolahan lahan pertanian dengan menggunakan alat modern. Alat modern yang digunakan adalah traktor. Traktor merupakan mesin yang digunakan untuk membajak sawah.

Namun traktor juga memiliki kelemahan dalam pengelolahan tanah. Pengelolahan traktor tidaklah sebagus pengelolahan yang dilakukan dengan cangkul karena hasil tanah yang dikelolahh tidak mampu dibalik dengan sempurna oleh traktor. Selain itu juga, dengan menggunakan traktor juga menambah limbah di lahan pertanian. Hal ini disebabkan oleh bahan bakar yang digunakan oleh traktor adalah bahan bakar yang tidak ramah lingkungan.

Walaupun demikian, penggunaan traktor tetap lebih unggul dalam hal kecepatan dalam menyelesaikan pengelolahan lahan pertanian. Dengan lebih cepat mengelolah berarti lebih cepat pula masa panen.

Pengolahan ini bertujuan agar tanah tidak padat dan bisa menyerap air lebih baik. Tanah yang sudah diolah, tentu akan lebih mudah untuk ditanami. Tanaman pun akan lebih mudah tumbuh dan mengambil zat-zat hara dalam tanah apabila sudah tidak padat.

3.  Pengaturan Irigasi atau Saluran Air

Hal lain yang juga penting dalam intensifikasi pertanian adalah pengaturan pasokan air ke lahan pertanian. Bagaimanapun tanaman adalah makhluk hidup yang sangat tergantung akan air. Pasokan air yang cukup tentu akan sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, dan tentu saja produk yang akan dihasilkan nanti.

4.  Pemberian Pupuk Sesuai Aturan

Jika manusia butuh vitamin untuk menunjang kesehatan tubuh, maka tanaman akan membutuhkan pupuk sebagai penunjang pertumbuhan. Pupuk sangat diperlukan walau sebenarnya dalam tanah sendiri sudah terkandung banyak zat yang dibutuhkan oleh tanaman.

Pilihlah pupuk dengan tepat, apakah harus memakai pupuk alami (misal: kompos) atau pupuk buatan (misal: NPK). Tak hanya jenis pupuk, tapi cara, dosis dan waktu pemberian pupuk pun harus Anda perhatikan agar intensifikasi pertanian bisa sukses menghasilkan produk yang berkualitas.

5.  Pemberantasan Hama dengan Baik

Pemeliharaan selanjutnya adalah memberantas hama pengganggu tanaman yang bisa menurunkan kualitas maupun kuantitas produk pertanian. Tak hanya hama yang identik dengan binatang pengganggu dan mikroorganisme penyebab tanaman sakit, Anda juga harus menghilangkan tanaman pengganggu yang disebut gulma.

Cara pemberantasan hama ini juga bermacam-macam. Misalkan dengan melepas predator hama (contoh: ular sebagai predator akan memangsa hama tikus). Jika diperlukan, Anda bisa menggunakan bahan kimia seperti pestisida.

Itulah poin-poin penting panca usaha tani yang menjadi tonggak intensifikasi pertanian. Dengan menerapkan kelima perlakuan di atas, tentu akan menghasilkan produk pertanian yang memiliki kualitas dan kuantitas yang sesuai dengan harapan Anda.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pestisida Nabati yang Ramah Lingkungan
  • Cara Membasmi Tikus Sawah Tanpa Merusak Tanaman
  • Bekicot, Si Hama yang Kaya Manfaat
  • Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Bawang Merah
  • Prospek Bisnis Pertanian Hijau
  • Ekstensifikasi Pertanian di Indonesia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA