Berakhirnya Paceklik Gelar Inter Milan

Nama aslinya Internazionale Milano, tetapi lebih dikenal dengan nama Internazionale atau Inter, dan di luar Italia dikenal dengan nama Inter Milan. Inter adalah salah satu klub elite Italia yang pada musim 2009-10 meraih gelar Seri A untuk kelima kalinya berturut-turut serta meraih gelar juara Liga Champions.
Mengenakan kaus bergaris-garis hitam dan biru (sehingga dijuluki I Nerazzurri/Si Hitam-Biru), Inter berdiri pada 1908, sebagai pecahan dari AC Milan, yang dianggap terlalu mengandalkan pemain Italia. Jadi, sejak awal Inter memang membuka lebar-lebar pintu bagi pemain asing.
Berbagi dengan AC Milan, Inter menggunakan Stadion Giuseppe Meaza (dikenal juga dengan nama San Siro) dan berlatih di Angelo Moratti Sports Center (yang juga dikenal dengan nama La Pinetina), sebuah fasilitas pelatihan 30 km jauhnya di Appiano Gentile, dekat Como.
Gonta-ganti Nama
Inter meraih Scudetto (juara Seri A) pada 1910 dan mengulanginya sepuluh tahun kemudian. Pada 1928, di era Fasis, klub ini dipaksa bergabung dengan Milanese Unione Sportiva dan berganti nama menjadi Ambrosiana SS Milano. Saat itu, mereka mengenakan kostum putih dengan palang merah di tengahnya.
Pada 1929, presiden klub Oreste Simonotti mengubah nama klubnya menjadi AS Ambrosiana. Namun, para pendukung tetap memanggil klub tersebut Inter, dan pada 1931, presiden baru Pozzani mengubah nama klub menjadi AS Ambrosiana-Inter. Setelah Perang Dunia II, nama klub dikembalikan ke nama awal, Internazionale FC Milano, yang bertahan sampai sekarang.
Inter sudah mengoleksi 29 trofi nasional, termasuk 18 trofi Seri A Liga Italia, enam Piala Italia, dan lima Piala Super Italia. Di level internasional, Inter sudah meraih tiga gelar Piala/Liga Champions, yakni pada 1964, 1965, dan 2010. Inter juga meraih Piala UEFA pada 1991, 1994, dan 1998, serta dua Piala Interkontinental pada 1964 dan 1965.
Treble
Dekade 1990-an adalah periode suram Inter, tertinggal jauh dibanding dengan dua rivalnya, AC Milan dan Juventus. Inter bahkan nyaris terdegradasi pada musim 1993-94, yakni hanya unggul dua poin atas klub yang turun divisi. Meski begitu, Inter meraih sukses Eropa dengan merebut Piala UEFA pada 1991, 1994, dan 1998.
Massimo Moratti mengambil alih Inter dari Ernesto Pellegrini pada 1995. Inter pun menjanjikan sukses dengan bintang-bintang seperti Ronaldo, Christian Vieri, dan Hernán Crespo. Ronaldo memecahkan rekor transfer dunia pada 1997 dengan nilai 19,5 juta euro dari Barcelona dan Christian Vieri memecahkan rekor baru dengan nilai 31 juta euro dari Lazio pada 1999. Namun, dengan para bintang hebat pun Inter masih mengalami masa suram prestasi.
Pada musim 2005-06, Inter meraih kembali Scudetto, tetapi publik meragukan prestasi itu karena sejumlah klub, termasuk Juventus dan Milan, mengalami pemotongan poin karena terlibat skandal. Pada empat musim berikutnya, Inter membuktikan kehebatannya dengan meraih gelar Seri A berturut-turut. Di bawah pelatih Jose Mourinho, yang menggantikan Roberto Mancini pada musim 2008-09, Inter meraih treble, yakni juara Seri A, Piala Italia, dan Liga Champions.






