Interior Kamar Tidur Utama Gaya Kadek

Kadek adalah seorang wanita asli Bali yang sangat paham bagaimana memanjakan matanya dengan semua hal berbau ornamen Bali di dalam rumahnya. Oleh karena itu, tidak heran jika interior kamar tidur utama miliknya terkesan sangat Bali walaupun ada sentuhan modernitas.
Ukiran Bali
Bila sudah masuk ranah budaya, materi bukanlah segalanya. Makna keberadaan esensi budaya lebih penting dibanding uang yang harus dikeluarkan. Walaupun bagi orang di luar etnis Bali keberadaan ukiran Bali yang rumit merupakan tantangan tersendiri dalam urusan bersih-bersih, tidak demikian bagi seorang Kadek yang sangat mencintai seni ukir Bali. Tidaklah mengherankan jika Kadek mendesain khusus kamar tidur utamanya.
Bangunan Terpisah
Kamar tidur utama Kadek tidak berada di dalam bangunan utama rumahnya, tetapi sebuah bangunan terpisah di belakang rumah. Bangunan berukuran 5x8 meter persegi itu diberi sentuhan Bali, baik eksterior maupun interiornya. Sepintas, kamar tersebut mirip bangunan rumah bertipe kecil atau sebuah bangalow mungil tapi berkesan mewah. Kadek sengaja membuatkan sebuah teras yang lumayan lapang (3x5m2) tempat ia bisa bersenda gurau dengan keluarga. Kamar tidurnya sendiri hanya 5x5m2.
Atap
Budaya Bali yang sangat menyatu dengan alam membuat Kadek menggunakan atap alang-alang untuk kamar tidurnya. Plafonnya pun dibuat agak tinggi, 6 meter, agar tak perlu menggunakan AC. Pintu kamar dibuat agak besar dengan bukaan otomatis sehingga saat cuaca terang pintu lebar tersebut bisa dibuka selebar-lebarnya. Namun, ketika cuaca tidak terlalu mendukung, pintu bisa dibuka seadanya saja.
Begitupun, dengan jendela. Jendela terbuat dari kayu yang juga dibuat cukup besar. Kadek tidak bisa berada di ruangan ber-AC terlalu lama. Oleh karena itu, kamarnya dirancang khusus agar sirkulasi udara selalu bagus dan segar sehingga kamar tidur tetap nyaman.
Perabotan
Kadek menggunakan tempat tidur terbuat dari kayu jati lengkap dengan ukiran Bali yang khas. Tidak banyak perabotan di kamar tersebut. Selain tempat tidur, ada lemari pakaian 3 pintu dan meja hias yang juga berukiran khas Bali. Kamar tersebut dilengkapi sebuah kamar mandi terbuka yang sangat alami dan taman kecil lengkap dengan bunga serta bebatuan putih di sisi kanannya. Demi keamanan, atap kamar mandi dibuat bisa ditutup bilamana dibutuhkan. Apalagi, ketika hujan turun. Walaupun begitu, bagian toiletnya tidak terbuka.
Dinding
Kadek menggunakan beberapa ornamen kayu sebagai bahan dinding kamar tidurnya. Kayu jati berkualitas prima tersebut sengaja dipesan khusus untuk membuat kamar tidur impiannya itu. Jadi, sifat kayu yang dingin membuat kamar tidur tersebut selalu sejuk. Sebagai pengharum ruangan, Kadek tidak menggunakan pengharum ruangan buatan pabrik. Setiap dua hari sekali, wanita energik ini mengganti pengharum ruangan yang terbuat dari berbagai jenis bunga dan pandan sehingga keharuman kamar tidurnya tetap terjaga.
Ornamen Hiasan
Kadek tidak terlalu banyak menghiasi kamar tidurnya. Hanya ada satu lukisan bunga, jam dinding berbentuk bunga teratai yang terbuat dari bahan alami, dan kaca di dindingnya.






