logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Ilmu Biologi

Invertebrata – Koloni Terbanyak di Alam


Ilustrasi invertebrata

Invertebrata merupakan istilah untuk menyebut hewan tidak bertulang belakang. Invertebrata terbagi menjadi dua bagian, yaitu Protozoa (hewan bersel satu) dan Metazoa (hewan bersel banyak). Selain pembagian invertebrata berdasarkan banyaknya sel, golongan ini juga terbagi atas delapan kelompok, yakni Protozoa, Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Arthropoda, Echinodermata, dan Moluska.

Pembagian ini didasarkan atas perbedaan ciri tubuhnya. Beberapa hewan  invertebrata ada yang hidup secara berkelompok ataupun hidup sendiri.

Klasifikasi Hewan Invertebrata

  • Protozoa

Protozoa merupakan organisme renik berupa hewan bersel satu yang hidup di perairan atau tempat yang lembap. Protozoa hidup di alam secara heterotrof dan merupakan organisme penyusun plankton. Hewan ini terbagi menjadi empat kelas, yaitu Rhizopoda, Ciliata, Flagellata, dan Sporozoa. Ukurannya bisa sangat bervariasi, mulai dari 10 mikron sampai 6 milimeter.

  • Porifera

Porifera merupakan invertebrata yang ciri tubuhnya berpori-pori. Bentuk tubuh dan spikula dari hewan ini beranekaragam. Hewan ini memiliki saluran air yang fungsinya untuk sirkulasi air di dalam tubuhnya. Poriferayang hidup di daerah perairan terbagi menjadi tiga kelas, yaitu Calcarea, Hexactinellida, dan Demospongia.

  • Coelenterata

Coelenterata merupakan hewan bersel banyak dengan ciri tubuhnya yang berongga, yang berfungsi sebagai rongga pencernaan. Hewan ini hidup dengan membentuk koloni di laut ataupun hanya soliter di air tawar, baik hidup sebagai polip (berenang bebas) ataupun medusa. Coelenterata dapat membentuk karang laut dan karang sawah. Hewan ini terbagi menjadi tiga kelas, yaitu Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa.

  • Platyhelminthes

Platyhelminthes merupakan nama untuk cacing pipih. Sesuai dengan namanya, hewan ini memiliki ciri tubuh yang pipih dan tidak memiliki rongga pada tubuhnya. Alat pencernaan sudah ada, tetapi sifatnya tidak sempurna. Hewan ini hidup di perairan bebas dan umumnya sebagai parasit. Platyhelminthes terbagi menjadi tiga kelas, yaitu Turbellaria, Trematoda, dan Cestoda.

  • Nemathelminthes

Nemathelminthes atau disebut juga cacing gilik memiliki ciri tubuh yang silindris dan tidak beruas-ruas. Hewan ini hidup secara bebas dan memiliki anggota terbanyak di dunia. Koloninya dapat ditemukan di darat, air tawar, dan air laut. Nemathelminthes tidak memiliki sistem peredaran darah dan jantung, tetapi telah memiliki sistem pencernaan yang sempurna. 

  • Annelida

Annelida yang juga disebut dengan cacing gelang cirinya memiliki tubuh panjang dan beruas-ruas. Hewan ini telah memiliki alat pencernaan yang sempurna dan banyak hidup di perairan. Umumnya hewan ini hidup secara bebas, tetapi ada beberapa jenis yang hidup sebagai parasit. Annelida terbagi menjadi tiga kelas, yaituPolychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinae.

  • Moluska

Moluska sering disebut sebagai hewan lunak. Ciri hewan ini adalah memiliki mantel yang dapat dibuat cangkok. Tubuhnya tidak memiliki ruas-ruas dan ditutupi oleh cangkang yang berbahan dasar kalsium karbonat. Hewan ini dibagi menjadi lima kelas, yaitu Amphineura, Scapopoda, Gastropoda, Pelecypoda, danCephalopoda.

  • Arthropoda

Arthropoda merupakan invertebrata dengan ciri khusunya, yaitu memiliki kaki yang beruas-ruas. Pada tubuh hewan ini terdapat kerangka luar (eksoskeleton) dengan sifat keras dan kaku yang terbuat dari kitin.Arthropoda dapat ditemukan di darat, laut, dan udara baik berupa parasit ataupun yang hidup bebas. Hewan ini terbagi menjadi tiga kelas, yaitu Crustacea, Myriapoda, dan Insekta.

Peranan Invertebrata di Alam

Sebagai koloni terbesar, hewan ini memiliki peranan dalam menyusun ekosistem di alam. Contohnya adalahProtozoa. Hewan ini merupakan penyusun zooplankton yang terdapat di air laut. Jumlah Protozoa di alam terdapat sekitar 15.000 sampai 20.000 jenis. Dalam satu atau dua tetes air kolam pun akan ditemukan sejumlah besar Protozoa. Hewan ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, tetapi harus menggunakan mikroskop.

Selain itu, terdapat hewan invertebrata yang dapat dijadikan sebagai hiasan rumah. Contohnya Ctenophorayang merupakan jenis karang laut. Di samping fungsinya sebagai hiasan rumah, batu karang juga memiliki fungsi penting di ekosistem laut. Sebagai komponen biotik laut, batu karang sering dijadikan sebagai tempat berlindung dan berkembangbiak beberapa hewan laut seperti ikan. Batu karang juga dapat melindungi pantai dari gelombang air laut yang menghantam.

Tiram yang merupakan anggota Moluska memiliki peranan yang sifatnya ekonomis. Tiram ini dapat menghasilkan mutiara yang bernilai jual tinggi dan sering digunakan sebagai perhiasan. Pembentukan mutiara akan terjadi ketika ada benda asing yang masuk ke dalam tiram. Benda asing ini sedikit demi sedikit akan dilapisi oleh lapisan mutiara dan selama beberapa tahun akan berubah menjadi mutiara.

Hewan invertebrata yang paling banyak peranannya tentu saja adalah hewan yang termasuk golonganArthropoda. Salah satu contohnya adalah hewan yang berasal dari kelas Crustacea, seperti udang, lobster, dan kepiting. Hewan ini banyak digunakan sebagai bahan makanan, karena memiliki nilai protein yang tinggi. Di bidang ekologi, juga terdapat Crustacea yang fungsinya sebagai sumber makanan ikan dan makhluk laut lainnya.

Laba-laba yang termasuk ke dalam kelas Arachnida juga memiliki peranan penting dalam ekosistem alam. Hewan ini mampu mengendalikan populasi serangga yang tidak terkendali, terutama sekali serangga yang sifatnya sebagai hama tanaman. Hal ini karena laba-laba dapat hidup dengan memakan serangga di sekitarnya. Laba-laba akan menjerat serangga mangsanya di jaring yang mereka buat sendiri.

Lipan dan kaki seribu yang termasuk ke dalam kelas Myriapoda memiliki peranan dalam membentuk humus. Jenis hewan ini mampu memecah bahan organik dari serasah untuk dijadikan humus. Serasah merupakan lapisan daun atau ranting tanaman yang terdapat di kebun atau di hutan. Penguraiannya pun dibantu oleh mikroorganisme yang nantinya akan menguraikan kotoran dari hewan Myriapoda.

Hewan Arthropoda yang paling banyak memiliki peranan penting di alam yaitu kelompok hewan yang termasuk kelas Insekta. Beberapa peranan Insekta di antaranya sebagai sumber makanan, contohnya laron atau larva lebah. Madu yang dihasilkan oleh lebah sering digunakan sebagai obat-obatan tradisional. Ada jugaInsekta yang bernilai ekonomis tinggi, yaitu ulat sutera. Kepompongnya dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan kain sutera.

Ada juga kelompok Insekta yang peranannya dapat membantu proses penyerbukan tumbuhan. Di antaranya adalah, kupu-kupu, kumbang, dan lebah. Lebah, selain membantu penyerbukan bunga, juga memanfaatkan bunga untuk mengambil cairannya sebagai sumber makanan. Peranan penting Insekta lainnya yaitu di bidang ekologi. Insekta merupakan rantai makanan yang memiliki fungsi penting dari berbagai jenis konsumen di alam.

Invertebrata yang Merugikan di Alam

Selain beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari peranan invertebrata, sebagian kelompok hewan ini juga ternyata memiliki sifat yang merugikan. Contohnya terdapat Insekta yang mampu menyebarkan bibit penyakit, misalnya lalat dan kecoak. Hewan ini dapat menyebarkan wabah tifus, kolera, dan disentri. Beberapa jenis lain merupakan parasit pada manusia yang sifatnya mengisap darah manusia, contohnya nyamuk dan kutu kepala.

Beberapa Insekta jenis hama juga merupakan contoh parasit yang hidup pada tanaman. Jenis hewan ini sifatnya dapat merusak tanaman budidaya. Jenis hewan yang termasuk ke dalam hama di antaranya belalang, sexava, kumbang kelapa, dan ulat. Tanaman pangan seperti padi pun rentan diserang hama yang dikenal sebagai jenis wereng atau walang sangit. Selain itu, kepik juga merupakan Insekta yang dapat merusak bahan makanan seperti tepung.

Insekta jenis laba-laba juga memiliki sifat yang merugikan. Di antaranya dapat menyebabkan gatal-gatal pada manusia yang disebut dengan kudis. Selain itu, hewan ini juga dapat ,menyebabkan kudis pada hewan ternak seperti, kelinci, domba, dan kuda. Beberapa jenis lagi bahkan dapat menyebabkan kudis pada hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.

Ada juga jenis laba-laba yang merupakan vektor penyakit demam. Invertebrata yang paling membahayakan yaitu berasal dari kelas Platyhelminthes. Contohnya cacing hati dan cacing pita. Kedua hewan ini akan melangsungkan daur hidupnya di dalam tubuh hewan ternak dan manusia sehingga sifatnya merupakan parasit.

Cacing hati daur hidupnya berlangsung di dalam tubuh domba dan manusia akan terinfeksi cacing ini jika memakannya. Sedangkan cacing pita masuk ke dalam tubuh manusia melalui daging sapi atau daging babi yang dimakannya.

Untuk itu, jika ingin mengonsumsi daging, harus dilakukan pemasakan yang sempurna. Pemasakan yang tidak sempurna akan membuat cacing tetap hidup di dalam daging dan menginfeksi tubuh manusia yang memakannya. Di dalam tubuh manusia, cacing akan tumbuh di dalam usus menjadi cacing dewasa.

Akibatnya, siklus hidup cacing akan terus terulang dan membuat komunitas cacing ini semakin banyak. Karena banyaknya penyakit yang dapat ditimbulkan, maka harus diwaspadai keberadaan invertebrata yang merugikan di alam.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Aneka Macam Klasifikasi Tanaman Hortikultra
  • Fisiologi Pencernaan Tubuh - ANNEAHIRA.COM
  • Indahnya Proses Metamorfosis Kupu-kupu
  • Mengenal Jaringan Epitel
  • Khasiat Jamur Teh
  • Mengenal Klasifikasi Mahluk Hidup
  • Mengenal Klasifikasi Tumbuhan Paku
  • Struktur Organ Tubuh pada Manusia
  • Cara Pembibitan Cabe dan Penanamannya
  • Kuda Kawin: Berkembangbiak Cara Kuda - ANNEAHIRA.COM
  • Kinerja dan Fungsi Otot Sinergis dalam Tubuh Manusia
  • Pencernaan Makanan dalam Tubuh
  • Sistem Endokrin: Penghasil Hormon dalam Tubuh Manusia
  • Mengenal Tumbuhan Paku (Pterydophyta)
  • Manfaat Bakteri Lactobacillus Bulgaricus
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA