Rasionalisasi Ajaran Agama Islam
Ajaran agama Islam adalah ajaran yang kafaah (menyeluruh) dan syamil (melengkapi). Sesuai dengan hakikat agama Islam, yang bermakna harfiah bahwa Islam diambil dari kata ‘Salam’ yang artinya adalah ‘Selamat’. Makna dari kata Salam atau Selamat tadi – bahwa sesungguhnya ajaran agama Islam adalah mengajak pemeluknya untuk hidup selamat dunia dan akhirat.
Pengertian dan Makna Islam
Islam berasal dari kata ‘Salam’ atau ‘Salamah’ yang bermakna selamat. Inti pengertian selamat tersebut adalah fokus ajaran agama Islam adalah mengajak umat Muhammad dan pemeluk agama Islam untuk selalu mentaati ajaran Islam, mengikuti tuntunan serta menjauhi semua yang dilarang, sehingga diharapkan dapat hidup selamat sebagai konsistensinya.
Konsistensi dari hidup selamat tersebut dinyatakan dengan pahala, dan konsistensi dari pelanggaran yang dilakukan disebut dengan dosa.
Manifestasi Islam dalam Kehidupan
Apabila digambarkan sebagai perjalanan, maka Anda pasti mengetahui bahwa dalam setiap pemberangkatan penumpang atau cargo; akan diperlukan sebuah manifest sebagai petunjuk yang memperlihatkan dan menjelaskan isi, nama, jumlah dan kondisi penumpang atau barang yang diangkut.
Islam tidak berbeda jauh dengan gambaran tersebut. Dalam kehidupan; Islam bertujuan memanifestkan semua perjalanan tersebut. Manifestasi Islam dinyatakan dengan sebuah petunjuk bagi umat Islam dan pemeluk ajarannya; berupa kitab suci yang diturunkan kepada umat Islam melalui Rasulullah Muhammad SAW bernama Al-Qur’anul Karim.
Berdasarkan hal tersebut maka Al-Qur’anul Karim dapat dianggap sebagai manifest bagi sebuah perjalanan besar makhluk yang diciptakan Allah SWT – terutama manusia. Al-Qur’anul Karim berfungsi dua, yakni: Sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi berita peringatan.
Penjelasannya adalah sebagai berikut :
- Al-Qur’anul Karim sebagai Pembawa Kabar Gembira. Maksudnya, Al-Qur’anul Karim memuat firman Allah SWT (kalam Illahi); membawa kabar gembira seperti : hidup mulia bila mengikuti ajaran Islam, memperoleh ridho Allah bila berbuat ikhlas, mendapatkan tiga kebahagiaan saat menjalankan shaum (puasa) di bulan Ramadhan, masuk ke dalam jannah (surga) milik Allah SWT bagi mereka yang bertakwa dan sebagainya.
- Al-Qur’anul Karim sebagai Pemberi Berita Peringatan. Maksudnya adalah bahwa Al-Qur’anul Karim juga memberi contoh-contoh perilaku yang melanggar larangan, contoh sikap dan sifat orang-orang munafik, kisah inspiratif sahabat-sahabat di jaman Rasulullah SAW, serta kisah-kisah orang yang berkhianat pada jaman Nabi dan Rasul hidup di masanya, serta petunjuk dan tanda-tanda para penghuni nar (neraka) milik Allah SWT.
Lima Pilar Ajaran Islam
Apabila diibaratkan sebagai suatu bangunan kokoh, maka Islam berdiri di atas sebuah pondasi kokoh berupa lima pilar utama yang disebut dengan Rukun Islam. Rukun Islam ada lima, yakni : Syahadat, Shalat, Shaum (puasa), Zakat dan Haji.
Secara garis besar dapat dijabarkan sebagai berikut :
- Syahadat. Syahadat atau syahadatain adalah bermakna persaksian. Maksudnya adalah persaksian antara manusia dengan Rabb pencipta yakni Allah SWT di alam ruh – yakni saat manusia berusia empat bulan dalam rahim ibu.
Syahadat terbagi dua, yakni syahadat Allah dan syahadat Rasulullah. Maksudnya adalah bersaksi bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Rabb (Tuhan) manusia; disebut dengan Syahadat Allah. Dan bahwa Rasulullah Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT, disebut dengan Syahadat Rasulullah. - Shalat. Shalat adalah perintah yang agung; diturunkan Allah SWT kepada manusia melalui Rasulullah Muhammad SAW. Dengan melampui perjalanan yang berat dan sakral. Yakni perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dalam satu malam – yang sesungguhnya melampaui batas akal sehat manusia. Terlebih lagi dengan diangkatnya Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha atau lapisan langit yang ketujuh. Di sanalah perintah Shalat diberikan.
- Shaum. Shaum memiliki arti maknawi berpuasa. Maksudnya adalah menahan diri dari rasa haus dan lapar dalam waktu sebulan, yakni waktu yang ditentukan pada bulan Ramadhan. Dan makna harfiyahnya sesungguhnya bukan hanya menahan nafsu haus dan lapar namun hakikatnya juga menahan diri dari hawa nafsu dan amarah, yang sebenarnya berasal dari diri sendiri.
- Zakat. Zakat pada hakikatnya adalah membersihkan harta benda yang Anda miliki. Meski secara zhahir – berzakat berarti mengeluarkan sebagian harta benda Anda sebesar 2.5%; namun sesungguhnya harta Anda tidak hilang namun justru bertambah di mata Allah SWT. Namun dengan syarat Anda berzakat dengan keimanan dan keikhlasan.
- Haji. Menunaikan ibadah Haji adalah seperti menunaikan ibadah yang lengkap antara paduan ibadah hati, ibadah harta serta ibadah fisik. Namun Anda yang ikhlas menjalaninya akan memperoleh Haji yang mabrur di mata Allah SWT.






