logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Gaya Hidup Sehat    Menjaga Kesehatan

Kenali ISPA untuk Penanganan Sedini Mungkin


Ilustrasi ispa

Pernahkah Anda mendengar ISPA? Barangkali banyak di antara Anda yang sudah tahu apa itu ISPA, namun banyak yang belum paham gejala dan bagaimana penyakit ISPA tersebut dapat ditularkan. Apa itu ISPA?

ISPA adalah penyakit akibat infeksi pada salah satu bagian atau lebih pada saluran pernapasan mulai dari hidung sampai paru-paru, umumnya berlangsung dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu. ISPA merupakan penyakit menular yang sering dialami bayi dan anak-anak. ISPA cukup membahayakan karena dapat menimbulkan kecacatan hingga dewasa kelak. Maka dari itu, biasanya setelah terdeteksi gejala-gejalanya, penderita ISPA harus segera dirawat inap di rumah sakit. 

ISPA sebagai Salah Satu Penyebab Kematian pada Bayi dan Anak

Kematian pada bayi dan anak-anak akibat ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) termasuk tinggi, yaitu 1 dari 4 kematian (antara 20 hingga 30 persen kematian secara keseluruhan) kerap terjadi. ISPA adalah penyebab kematian terbesar setelah pneumonia yang terjadi pada bayi berumur kurang dari 2 bulan. Ada sekitar 40 persen hingga 60 persen dari kunjungan di Puskesmas mengeluhkan gejala akibat  ISPA, sehingga ISPA merupakan masalah kesehatan yang tidak boleh diabaikan.

Pentingnya Memahami ISPA

Pada umumnya, ISPA yang diderita awalnya bersifat ringan, ditularkan oleh virus yang menyebabkan infeksi namun dapat sembuh sendiri (self-limited diseases). Namun dalam banyak kasus, ISPA juga dapat menjadi penyakit berat yang menyebabkan kematian. Oleh karena itu, penting sekali untuk memahami sebelumnya agar dapat menangani ISPA dengan baik. Pemahaman mendalam hingga gejala-gejala paling berbahaya patut diketahui sehingga bayi dan anak yang menderita tidak terlambat mendapat penanganan dokter di rumah sakit. 

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan istilah untuk banyak penyakit infeksi di saluran napas termasuk beberapa yang mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat awam, di antaranya:

  1. Common cold
  2. Flu (Influenza)
  3. Sinusitis
  4. Radang Tenggorokan (termasuk Tonsilitis, Faringitis, atau Tonsilofaringitis)
  5. Abses peritonsilar
  6. Otitis Media Akut (Infeksi telinga tengah)
  7. Epiglotitis
  8. Laringitis
  9. Trakeitis
  10. Bronkitis
  11. Bronkiolitis
  12. Pneumonia
  13. Pleuritis

Oleh sebab itu, jika bayi atau anak Anda didiagnosis menderita ISPA oleh petugas medis, dokter, atau yang lainnya, ada banyak kemungkinan penyakit spesifik yang diderita. Jadi jangan sungkan bertanya kepada dokter mengenai rincian diagnosis untuk mengetahui lebih dalam dan melakukan penanganan lebih tepat pada bayi dan anak yang menderita ISPA.

Gejala ISPA

Penyakit ISPA ditularkan melalui virus yang mengakibatkan infeksi pada saluran pernapasan bagian atas (atau di bagian lain saluran pernapasan), yang dapat terjadi pada semua golongan masyarakat, terutama di musim dingin.

ISPA ditularkan melalui udara pernapasan yang mengandung kuman kemudian terhirup orang sehat melalui saluran pernapasan. Namun, perlu diperhatikan bahwa ISPA yang tidak ditangani secara tepat dapat berlanjut dan menjadi ancaman terburuk, yaitu pneumonia yang menyerang balita dan anak-anak.

Hal ini terjadi terutama pada mereka yang menderita kekurangan gizi serta keadaan lingkungan sekitar yang tidak higienis dan kotor. Risiko pada anak meliputi beban immunologis yang berat karena masuknya parasit dan cacing serta akibat virus, tidak tersedianya obat antibiotik. Namun, pemakaian antibiotik yang berlebihan hendaknya diperhatikan karena dapat berakhir pada infeksi silang.

Penyakit ISPA dapat dikenali dari tanda atau gejala yang ditimbulkan. Meskipun begitu, gejala ISPA sangat bervariasi. Antara penyakit ISPA jenis satu dengan yang lainnya sering mempunyai gejala yang serupa. Sebagai contoh, kita mungkin sulit membedakan common cold dengan flu karena gejalanya hampir sama. Konsultasikan ke dokter untuk memastikan penyakit yang dialami bayi dan anak Anda. Gejala umum ISPA:

  1. Demam
  2. Batuk
  3. Pilek, hidung tersumbat, atau bersin-bersin
  4. Nyeri tenggorokan/nyeri menelan
  5. Suara serak
  6. Sakit kepala, badan pegal-pegal, atau nyeri sendi
  7. Lesu, lemas
  8. Sesak napas
  9. Frekuensi napas cepat

Pada kasus tertentu, tanda dan gejala ISPA akan berkembang menjadi lebih berat. Suara napas lemas bahkan hilang dan seperti ada cairan sehingga terdengar bunyi napas yang keras, ada gejala sesak yang berakibat kebiruan, napas dari cuping hidung atau keadaan bernapas tetapi hidung tidak dapat menghirup dan mengeluarkan udara, tertariknya kulit kedalam dinding dada atau bisa disebut retraksi dan sistem pernapasan yang tidak teratur serta cepat.

Letih dan sering berkeringat banyak. Untuk bayi umur 2 bulan hingga balita umur 5 tahun bisa terjadi kejang, intensitas kesadaran menurun, keadaan gizi memburuk dan tidak bisa minum. Sementara itu, untuk anak di bawah 2 bulan, yaitu kemampuan minum yang menurun secara drastis yang biasanya kurang dari setengah volume dari setiap kebiasaannya minum, kemudian mendengkur demam, badan dingin, dan intensitas kesadaran menurun.

Tahap selanjutnya, dapat berkembang manjadi kejang dan koma. Gelisah dan sakit kepala yang menyerang sistem saraf. Keadaan dapat semakin buruk jika tidak segera dibawa ke dokter. Risiko terkena gagal jantung, hipertensi, denyut jantung kadang cepat kadang lemah yang terdapat di sistem peredaran darah adalah akibat terburuk yang berujung pada kematian

Penyebab ISPA

Modernisasi melahirkan berbagai kenyamanan hidup juga bangkitkan industri yang sangat berpengaruh terhadap penyebab penyakit ISPA. Penyebab ISPA menjadi topik yang cukup kompleks karena berhubungan dengan gaya hidup hingga peralihan kehidupan dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut yang sering disebut ISPA dalam dunia kedokteran dapat Anda pahami penyebab terjadinya ketika Anda mempelajari tentang saluran pernapasan manusia secara mendalam.

Saluran pernapasan secara sederhana melibatkan organ-organ, yaitu hidung, tenggorokan, laring, trakea, bronchi (bronkus), dan alveoli. Dalam saluran pernapasan mulai dari hidung hingga bronkus terdapat membran mukosa bersilia (silia = rambut-rambut halus). ISPA sangat akrab dengan bagian-bagian dalam organ pernapasan Anda. Udara yang masuk melalui rongga hidung disaring, dihangatkan, dan dilembapkan.

Partikel debu yang kasar dapat disaring oleh rambut yang terdapat dalam hidung, sedangkan partikel debu yang halus akan terjerat dalam lapisan mukosa. Gerakan silia mendorong lapisan mukosa ke belakang ke rongga hidung dan ke arah atas menuju faring. Dari penjelasan mengenai fungsi silia maka secara sederhana dapat disimpulkan penyebab ISPA sangat terkait dengan fungsi silia yang terdapat dalam sistem pernafasan seseorang. Jika silia rusak, otomatis menjadi penyebab penyakit ISPA karena kotoran yang masuk bersama udara tidak dapat disaring dan dapat berujung pada infeksi.

Efek pencemaran udara terhadap saluran pernapasan dapat menyebabkan pergerakan silia hidung menjadi lambat dan kaku bahkan dapat berhenti sehingga tidak dapat membersihkan saluran pernapasan akibat iritasi oleh zat-zat yang mencemari udara. Dan ISPA pun menjadi penyakit yang siap menghinggapi tubuh Anda.

Produksi lendir akan meningkat sehingga menyebabkan penyempitan saluran pernapasan dan rusaknya sel pembunuh bakteri di saluran pernapasan. Akibat dari hal-hal tersebut akan menyebabkan kesulitan bernapas sehingga benda asing tertarik dan bakteri lain tidak dapat dikeluarkan dari saluran pernapasan, hal ini akan memudahkan terjadinya infeksi saluran pernapasan atau yang disebut ISPA.

Ada banyak pemicu terjadinya ISPA namun ada beberapa hal yang dapat membuat penyebab ISPA semakin buruk. Misalnya, kebiasaan merokok, karena dengan merokok asap yang masuk secara langsung dapat membuat silia dalam sistem pernapasan rusak sedikit demi sedikit sehingga perlu ada pengaturan pola kebiasaan merokok untuk mengurangi risiko terkena penyakit ISPA.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Bahaya Narkoba Bagi Pelajar yang Patut Dihindari
  • Trik Hidup Sehat untuk Kenyamanan Hidup
  • Tips Pidato tentang Bahaya Narkoba
  • Penyakit Types, Segera Obati dan Cegah!
  • Menjaga Kesehatan Kulit dengan Ramuan Tradisional dan Modern
  • Kontroversi Asal Minyak Buluh Perindu
  • 10 Penyakit Paling Mematikan di Dunia
  • Membuat Tanda Dilarang Merokok Untuk Umum
  • Macam-Macam Penyakit Menular di Musim Penghujan
  • Kelainan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi - Batu Ginjal
  • Perawatan dan Jenis Kawat Gigi
  • Hasil Riset Mengenai Manfaat Tidur
  • Pengertian Kesehatan dan Cara Menjaganya
  • Pidato dan Slogan tentang Bahaya Merokok
  • Terapi Air Putih - Mudah dan Murah
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA