logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Liburan & Rekreasi    Tips Liburan    Artikel Umum Liburan    Istana Negara

Wisata Alternatif mengunjungi Istana Negara

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Indonesia memiliki beberapa istana negara yang megah dan terawat. Istana-istana negara ini merupakan peninggalan masa kolonialisme Belanda. Dahulu, rumah-rumah megah ini dibangun untuk kediaman pribadi para pejabat besar Belanda. 

Selain untuk kediaman sehari-hari para pemimpin Belanda, ada berapa istana yang dibangun khusus untuk tetirah/ vila di tempat yang sejuk seperti, Istana Cipanas Bogor dan istana Tampaksiring Bali.  

Fungsi Istana Negara 

Setelah Indonesia merdeka, istana-istana nan megah ini menjadi milik pemerintah Indonesia. Oleh pemerintah Istana ini menjadi inventaris negara di bawah kepengurusan Sekretaris Negara Republik Indonesia. Dan Istana Negara menjadi kediaman resmi Presiden Republik Indonesia.

Presiden Soekarno merupakan pemimpin Indonesia yang pertama kali menghuni istana negara, yakni di Istana Merdeka. Istana-istana negara difungsikan untuk tempat resmi menerima tamu negara tetangga, tentu menjadi tempat yang ideal untuk menggelar perundingan bilateral antar negara sahabat. Selain untuk kediaman resmi presiden dan tamu negara.

Pada setiap hari kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 17 Agustus, diselenggarakan upacara kemerdekaan di halaman depan istana Merdeka. 

Istana Negara 

Menurut catatan sejarah Istana Negara didirikan pada tahun 1796, milik J.A van Braam, orang Belanda yang bekerja untuk kolonialis. Setelah J.A. Van Braam wafat, rumah megah ini diambil alih oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk dijadikan kantor pemerintahan dan tempat tinggal para Jenderal Belanda. 

Istana Negara yang berlokasi di Jalan Merdeka, Jakarta Pusat ini, semasa kolonialsime ini pernah berapakali mengalami beberapa kali perbaikan dan perluasan tepatnya pada tahun 1848 dan 1848. Bentuk fisik gedung dipengaruhi oleh budaya Yunani yang bisa dilihat dari pilar-pilarnya di beranda depan.

Istana Negara dibalut cat warna putih. Sedangkan unsur art deco bisa dilihat dari jendela dan pintu yang ukuran tinggi-tinggi. Total luas Istana Negara adalah 3.375 meter persegi. Selama istana Negara ini berdiri, telah menjadi saksi bisu dari banyak peristiwa bersejarah yang berlangsung di istana Negara. Salah satunya penandatangan kesepakatan hasil dari perundingan Linggarjati.  

Istana Negara - Istana Merdeka 

Istana Merdeka dan Istana Negara yang berada di Jakarta ini terletak dalam satu area yang terletak di Jalan Merdeka, Jakarta. Istana Merdeka yang megah ini pertama kali dibangun pada 1873 yang diarsiteki oleh Drossares. Untuk membangun Istana semegah ini butuh waktu 7 tahun, tepatnya rampung pada 1879 di masa pemerintahan Johan Willem van Landsbarge.

Istana Merdeka merupakan tempat kediaman resmi presiden Indonesia. Semenjak Soekarno berkuasa istana ini sudah jadi kediaman resmi. Namun saat Soeharto menjadi presiden, beliau tak mau tinggal di istana, dan lebih nyaman tinggal di rumah sendiri di Jalan Cendana.

Selama Soeharto berkuasa, istana diperuntukan untuk menerima tamu negara, acara-acara kenegaraan dan menyelenggarakan upacara kemerdekan saja. Ketika Abdurrahman Wahid menjabat presiden, Istana Merdeka dipakai lagi untuk kediaman resmi presiden. Tradisi mendiami Istana Merdeka diteruskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Arsitektur Istana Merdeka dipengaruhi dari budaya Yunani yang berpilar besar-besar, sedangkan interior istana dihiasi sentuhan etnik Indonesia. Pada tambok ruang dalam banyak terpampang lukisan-lukisan karya maestro Indonesia, seperti Dullah, Affandi, dan Basuki Rakmat. Pada hari libur, istana dibuka untuk umum. Supaya masyarakat awam bisa mengenal lebih dekat dengan lingkungan istana, dan menghindari kesan angker. 

Istana Negara - Istana Cipanas 

Istana Cipanas merupakan gedung yang sering dipakai untuk liburan presiden, karena Istana Cipanas berada di daerah Cipanas, Kabupaten Cianjur yang berhawa sejuk. Cocok untuk menghilangkan stress karena beban pekerjaan kepada negara yang terlampau barat. 

Istana Cipanas dibangun pada tahun 1740, di atas lahan seluas  7.760 m2, sedangkan luas komplek Istana Cipanas adalah 26 hektare. Sebenarnya istana ini merupakan rumah milik tuan tanah Belanda, tapi oleh Gustaaf Willem baron van Imhoff, Gubernur Jenderal, rumah ini dipakai untuk tempat istirahat para pemimpin Belanda. 

Bentuk Istana Cipanas hingga kini masih dipertahankan keasliannya. Bentuk fisik gedung ini ada yang masih berupa tembok kayu dan hiasan peninggalan Eropa tempo dulu. Istana ini dibuka untuk masyarakat umum, selain daya tarik istana, dalam komplek terkenal luas ditanami berbagai macam pepohonan yang rindang, menciptakan suasana yang asri sejuk.

Istana Negara Bogor

Istana Negara Bogor adalah salah satu dari enam Istana Presiden Republik Indonesia yang memiliki keunikan khusus karena faktor historis, kebudayaan, dan kekayaan faunanya. Contohnya yaitu kumpulan rusa yang didatangkan dari Nepal dan hingga kini terjaga kelestariannya. Sama sepeeri namanya. Istana negara ini berada di Bogor, Jawa Barat. 

Sekarang ini, masyarakat Bogor dan sekitarnya memanfaakan hari libur, termasuk hari Sabtu dan Minggu, untuk berjalan-jalan ke Istana Negara Bogor. Mereka biasanya memberi makan kumpulan rusa yang ada di halaman Istana Negara Bogor dengan wortel yang didapat dari para petani yang menjual wortel-wortel di sekitar Istana Negara Bogor saat musim liburan. 

Saat ini, aktivitas kenegaraan memang sudah tidak lagi dilakukan di Istana Negara Bogor. Namun, masyarakat umum diperbolehkan berkunjung ke Istana Negara ini secara berkelompok atau rombongan dengan syarat meminta izin terlebih dahulu kepada pihak yang terkait. 

1. Sejarah Istana Negara Bogor

Nama awal dari Istana Negara Bogor adalah Buitenzorg atau Sans Souci, artinya “tanpa kekhawatiran”. Sejak 1870-1942, Istana Negara Bogor adalah tempat tinggal resmi 38 Gubernur Jenderal Belanda serta seorang Gubernur Jenderal Inggris. 

Pada 1744, Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff terpana melihat kadamaian sebuah kampung kecil di Bogor bernama Kampung Baru (wilayah bekas Kerajaan Pajajaran) di hulu Batavia. Gubernur Jenderal ini akhirnya berencana menjadiakn tempat itu sebagai wilayah pertanian dan tempat peristirahatan untuk Gubernur Jenderal. 

Istana Negara Bogor didirikan pada 1744, tepatnya bulan Agustus, dengan bentuk tingkat tiga yang awalnya difungsikan sebagai rumah peristirahatan. Istana Negara Bogor ini didesain sendiri oleh sang Gubernur dan dibangun selama lima tahun (1745-1750) dengan mencontoh arsitektur Blehheim Palace, tempat tinggal Duke Malborough, dekat kota Oxford, Inggris. 

Seiring berjalannya waktu, secara bertahap bangunan Istana Negara Bogor ini mengalami perubahan-perubahan selama zaman pemerintahan Gubernur Jenderal Belanda dan Inggris (Herman Willem Daendels dan Sir Stamford Raffles). Fungsinya pun berubah, dari rumah periistirahatan menjadi bangunan istana dengan luas halaman istana sekitar 28,4 hektar dan luas bangunan mencapai 14.892 m².

Ketika gempa bumi terjadi akibat letusan Gunung Salak pada tanggal 10 Oktober 1834 menyebabkan Istana Negara Bogor rusak parah. Istana Negara Bogor kembali dibangun pada 1850 dengan bangunan yang tidak bertingkat lagi karena kondisi daerah yang sering dilanda gempa. 

2. Istana Negara Bogor Setelah Masa Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, Istana Negara Bogor mulai digunakan oleh pemerintah Indonesia dan resmi sebagai salah satu Istana Presiden Indonesia. Istana Negara Bogor resmi dibuka untuk masyarakat umum atas persetujuan dari Presiden Soeharto pada 1968. Pada masa itu, jumlah pengunjung baik dari luar maupun dari dalam negeri berjumlah kurang lebih 10 ribu orang per tahun. 

 

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Menikmati Keindahan Tempat-Tempat Wisata di Bali
  • Wisata Batam, Terlalu Sayang untuk Dilewatkan
  • Menikmati Beragam Wahana Seru Dunia Fantasai
  • Belajar Sederhana dengan Menjadi Backpaker
  • Aneka Objek Wisata Alam di Riau
  • Berlibur ke Wisata Taman Safari, Yuk!
  • Wisata Minat Khusus di Kota Wisata Yogyakarta
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA