Istri Aa Gym: Teh Ninih dan Teh Rini, Makna Terdalam Poligami
Ilustrasi istri aa gym
Teh Ninih dan Teh Rini, istri Aa Gym, mungkin menjadi sosok kontroversial jika kita hanya memandangnya dari sudut pandang pengetahuan sekular (yang sebenarnya sangat aneh ini). Bagi orang-orang yang berpatokan pada kebebasan ala Barat, tentu saja sosok Teh Ninih dianggap sebagai korban poligami.
Ya. Suami Teh Ninih, AA Gym yang terkenal dengan kesantunan bicaranya, sempat dicibir karena menikah lagi dengan janda satu anak. Imbasnya, Teh Ninih juga dikritik karena mau dimadu. Padahal, Teh Ninih sudah melahirkan 7 anak untuk Aa Gym; seolah anak sebanyak itu belum cukup.
Sementara itu, Teh Rini sebagai istri kedua Aa Gym cenderung dianggap sebagai perusak rumah tangga orang meskipun kenyataannya tidak demikian. Adakah yang salah dari sosok Teh Ninih dan Teh Rini?
Mengawali Karier dari Bawah
Teh Ninih yang nama aslinya Ninih Muthmainnah, menikah dengan Aa Gym sejak 1988. Teh Ninih sejak awal selalu menemani Aa Gym. Mulai mendirikan Pondok Pesantren Daarut Tauhid pada 1990 bersama KMIW (Keluarga Mahasiswa Islam Wiraswasta) hingga Aa Gym mencapai popularitas sebagai dai nasional pada 2000-2006.
Dalam kurun waktu tersebut, Aa Gym bahkan disebut sebagai “Britney Spears dalam Islam” (dalam artian positif, rezekinya melimpah) oleh Ulil Abshar-Abdalla.
Masa Penyucian
Pada 2006, keputusan Aa Gym untuk berpoligami mengundang reaksi. Aa Gym menikah lagi dengan seorang mantan model, Alfarini Eridani atau kelak disebut Teh Rini. Status Teh Rini adalah janda beranak tiga.
Aa Gym sempat menunjukkan keharmonisan keluarganya dengan menjejerkan Teh Ninih dan Teh Rini dalam berbagai kesempatan. Akan tetapi, karena media terlalu berat sebelah dalam menginformasikan berita (cenderung mengambinghitamkan Aa Gym), keluarga tersebut akhirnya jarang terpublikasikan seiring pudarnya popularitas Aa Gym.
Saat “beristirahat" dari keramaian inilah, Teh Ninih menunjukkan kualitasnya sebagai istri yang setia mendampingi suami dalam suka dan duka. Sebenarnya, rumah tangga Aa Gym dan kedua istrinya berlangsung baik. Citraan media saja yang terlalu negatif. Lalu, bagaimana sebenarnya seharusnya seseorang memandang poligami?
Kritik untuk Para Pengkritik
Terdapat aforisma Jalaluddin Ar-Rumi sebagai berikut.
“Ada tiga jenis wanita di dunia ini. Pertama, perawan, cinta pertama kita. Jika menikahi perawan, perempuan tersebut akan menjadi milik kita seutuhnya. Kita akan bahagia dan bebas. Yang kedua, janda tanpa anak. Jika menikahinya, kita hanya memperoleh separuh kebahagiaan. Ketiga, janda beranak. Jika menikahinya, kita tidak akan memperoleh kebahagiaan karena seluruh cintanya diberikan kepada sang anak. Akan tetapi, justru dari janda beranaklah kau bisa melatih kekuatan Jiwamu untuk hanya memberikan cinta tanpa berharap apa-apa”.
Orang-orang sekular yang hobi mengkritik Aa Gym yang berpoligami, silakan melihat “madu” Teh Ninih termasuk ke dalam wanita jenis apa.

