ITB - Masih Tetap Kampus Orang-orang Hebat
ITB atau Institut Teknologi Bandung di mata dunia pendidikan Indonesia sangatlah terkenal. Kampus ITB memang menjadi kiblat tersendiri bagi para calon mahasiswa yang ingin mendapatkan ilmu di sebuah kawasan pendidikan tingkat tinggi di Indonesia.
Kita mengenal nama-nama hebat yang berasal dari ITB. Sebut saja nama seperti Abdullah Puteh mantan Gubernur Nanggroe Aceh Darrusalam, Aburizal Bakrie pengusaha terkaya Indonesia 2007 yang juga mantan Menko Kesra, Aming sam komedian Indonesia, B. J. Habibie sang Presiden Ke-3 Indonesia yang sangat terkenal sebagai ahli teknik penerbangan, pengusaha Ciputra yang sangat tersohor, penyanyi rock Gito Rollies, artis Indra Herlambang, dan masih banyak nama-nama besar di Indonesia yang ternyata adalah jebolan dari kampus ITB.
Sungguh sebuah track record yang sangat membanggakan jika sudah melihat kiprah para alumni ITB yang sangat berkibar di berbagai ranah profesi; sosial, politik, ekonomi, dan juga entertaint. Lantas apa sebenarnya yang melatarbelakangi dalam diri kampus ITB sehingga mampu melahirkan orang-orang beken dan terpandang sehingga secara tidak langsung kampus ITB sendiri ikut terangkat namanya.
ITB Milik Negara
Jika kembali menengok kembali sejarahnya, ITB adalah sebuah perguruan tinggi yang berada di Indonesia, tepatnya berkedudukan di Kota Kembang, Bandung. Dalam catatan, kampus ITB berdiri pada 2 Maret 1959 dan statusnya saat ini adalah BHMN atau Badan Hukum Milik Negara.
Sangatlah tidak heran jika kemudian ITB menjadi kampus yang sangat elite karena memang didukung dengan fasilitas memadai dengan tenaga pengajar yang mempunyai kredibilitas dalam bidangnya masing-masing. Belum lagi persoalan menejamen, ITB sangatlah jelas sudah teruji karena sudah lama berkiprah dalam memeriahkan dunia pendidikan di Indonesia. Bahkan keberadaan kampus utama yang berada di ITB sendiri adalah dahulunya lokasi sekolah tinggi teknik pertama yang ada di jagat Indonesia ini.
Kini, kampus ini sangatlah megah. Meski demikian, keberadaan asrama mahasiswa, tempat tinggal dosen, atau bahkan kantor pusat administrasi ITB sendiri sengaja tidak diletakkan di areal kampus utama, tetapi berada dan dibangun di sekitar kawasan kampus ITB (tidak terlalu jauh jika hendak ditempuh berjalan kaki).
Sementara itu, berbagai fasilitas di sekitar kampus juga sangatlah memadai. Di ITB, kini, toko buku, kantor pos, kantin, bank, dan bahkan klinik sudah mudah ditemukan karena memang sudah menjadi kebutuhan para penghuninya dalam menghiasi hari-hari yang penuh dengan iklim pendidikan.
Sejarah ITB
Inilah detail kronologis berdirinya kampus ITB. Bermula pada awal abad ke-20, oleh prakarsa masyarakat penguasa pada masa Belanda. Maka dari itu, muncullah ide atau gagasan guna memenuhi tenaga teknik yang mulai sulit dicari lantaran ketidakharmonisan Belanda dengan wilayah Nusantara yang juga diakibatkan karena perang dunia pertama.
Hari bersejarah pun dimulai karena cikal bakal ITB pun berdiri dengan nama De Techniche Hoogeschool te Bandung pada 3 Juli 1920. Saat itu, ITB hanya memiliki satu fakultas yang diberi nama de Faculteit van Technische Wetenschap dan hanya memilik satu jurusan saja dengan nama de afdeeling der Weg en Waterbouw.
Jika melihat sejarah lainnya, bahwa ITB ternyata juga menjadi kampus pertama yang memberikan gelar insinyur bidang teknik sipil kepada Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno.
Periode berikutnya, ITB juga mendapat perubahan signifikan karena namanya sendiri diganti menjadi Bandung Kōgyō Daigaku karena memang pada saat itu Jepanglah yang sedang berkuasa di Indonesia. Kemudian barulah pada era kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, nama Jepang itu diganti dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung.
Satu tahun berselang, tepatnya pada 1946, STT Bandung dipindahkan ke Yogyakarya dan ternyata sekolah itu menjadi tunas atau cikal bakal berdirinya Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM).
Berlanjut pada 21 Juni di tahun yang sama, NICA ternyata membangun sekolah bernama Universiteit Van Indonesie dengan Faculteit van Technische Wetenschap yang dimaksudkan sebagai penganggnti STT Bandung tersebut. Terus berlanjut pada 6 Oktober 1947, didirikanlah Faculteit van Exacte Wetenschap yang kelak kemudian dinamakan sebagai Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam Universitas Indonesia. Fakultas ini pada 2 Maret 1959 resmi memisahkan diri dan menjadi kampus ITB yang hingga hari ini masih sangat kita banggakan.
Fasilitas ITB
ITB memang kaya akan fasilitas. Selain fasilitas umum yang disediakan tadi, para mahasiwa ITB dimanjakan dengan beragam fasilitas yang sejatinya diperuntukkan untuk memberikan daya dukung guna mendongkrak prestasi mereka dan itu jelas terbukti jika melihat kiprah para alumninya saat ini.
Di kawasan ruang perkuliahan sendiri, ada beberapa fasilitas yang mendukung seperti ruangan kuliah yang bersih dan mewah, laboratorium, bengkel dan juga studio. Untuk menampung bakat seni para mahasiswanya, ITB juga mempunyai galeri seni yang diberi nama Galeri Soemardja.
Untuk masalah kesehatan, kampus ITB juga membangun fasilitas olahraga, serta membangun Campus Center sebagai titik kumpul dalam mewacanakan apa saja yang masih berkaitan dengan dunia kampus ITB.
Masjid Salman ITB
Jika Anda bertandang ke ITB, rasanya sangat tidak lengkap sekali jika tidak mengunjungi kawasan yang satu ini. Ya, masjid Salman ITB. Masjid Salman ITB sangatlah terkenal karena di sinilah berbagai gerakan dan ideologi keislaman yang berada di Indonesia hari ini dimulai. Bahkan cikal bakal dibentuknya partai PKS konon berawal dari sana.
Berbagai diskusi dan acara-acara kampus semacam riset yang penuh gejolak akademis tak henti-henti digelar masjid Salman ITB. Hal ini juga didukung dengan koleksi buku perpustakaan utama yang menyimpan sekira 150.000 judul buku dengan beragam jurnal tulisan sekira 1.000 judul.
Perlu diketahui, keberadaan gedung-gedung fasilitas yang ada di ITB tidaklah berada dalam satu areal melaikan tersebar di beberapa sudut kota Bandung. Semisal Perpustakaan Pusat, Sarana Olahraga Sasana Budaya Ganesha, Pusat Kajian Bahasa, Pusat Komputer, dan Observatorium Bosscha yang merupakan satu fasilitas dari kelompok keahlian astronomi FMIPA, letaknya berada 11 kilometer di sebelah utara Kota Bandung.
Prestasi ITB di Mata Dunia
ITB adalah fenomena tersendiri dalam dunia pendidikan yang mana mata dunia kerap tertuju padanya lantaran prestasinya yang gemilang dalam kancah dunia keilmuan, terutama sekali dalam bidang teknik. Sekali lagi bahwa ITB merupakan kampus ternama di Indonesia dan ITB hingga hari ini menjadi kampus favorit pilihan para calon mahasiswa.
Kepopulerannya sendiri di ranah maya dari sekira 9.200 institusi tahun 2010, ITB ternyata mampu berada pada peringkat ke-30 di jajaran instutusi pendidikan di dunia. Sungguh sebuah prestasi yang sangat menggembirakan karena ITB berada jauh di atas beberapa universitas ternama lain di Indonesia semisal Universitas Gadjah Mada, atau bahkan Universitas Indonesia.
Bahkan, ITB mampu melibas universitas terkemuka di luar negeri sekelas Tokyo University. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari tokoh-tokoh hebat yang berada di ITB. Sebut saja nama-nama rektor ITB yang sangat terkenal karena di tangan merekalah ITB bisa menjadi kampus terpandang di dunia. Tidaklah heran jika kemudian ITB bisa melahirkan orang-orang hebat karena memang sudah teruji dan tetap dipertahankan.






