logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ilmu Sejarah

Jalan Sutra: Pintu Peradaban Barat dan Timur


Ilustrasi jalan sutra

Cukup sulit membayangkan bagaimana manusia menciptakan peradaban, membangun hubungan diplomatik, dan kerja sama ekonomi, sebelum Masehi dan awal Masehi. Padahal, teknologi belum semaju sekarang, kendaraan belum secepat sekarang, dan kondisi jalur darat serta laut yang biasa digunakan seperti Jalan Sutra (the Silk Road), belum seaman dan senyaman sekarang. Ternyata, peradaban, hubungan diplomatik, dan kerja sama ekonomi, bisa dilakukan. Bahkan, sampai sekarang. 

Kepandaian bangsa Tiongkok membuka jalur perdagangan yang sulit memang membuahkan hasil. Dengan jalur sutra ini pernigaan Tiongkok terlihat maju lebih cepat dibanding dengan negara-negara lain yang ada di Asia. Jalur sutra yang ditemukan kekaisaan Tiongkok ini merupakan jalur penting perniagaan yang merupakan langkah strategis dan mencengangkan untuk ukuran jaman waktu itu. Untuk bisa mencapai Kota Roma di Italia, rombongan pedagang Tiongkok yang membawa sutera itu, harus menempuh waktu berbulan-bulan. Semua itu karena alat transportasi pada masa itu masih sangat sederhana. Untuk menempuh jalur darat yang bisa dilewati kereta berkuda, maka ditempuh dengan kereta berkuda. Ketika harus melewati gurun pasir, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan unta. Begitulah seterusnya yang kesemuanya itu, merupakan alat transportasi tradisional. Dengan demikian perjalanan pun akan semakin memerlukan waktu yang lama. 

Itu semua karena kegigihan manusia dalam membuat jalur darat dan laut. Meskipun tak mudah melakukannya, karena kegigihan, akhirnya bisa dilakukan juga. Contoh nyata kegigihan itu adalah Jalan Sutra sebagai jalur penting untuk menghubungkan perniagaan Tiongkok dengan Asia Barat, Asia Selatan, Asia Tengah. Bahkan, sampai Benua Afrika dan Eropa di Roma, ibukota Itali. Panjang jalur itu terbentang hingga 7.000 mil dari Benua Asia ke Benua Eropa. Sungguh sebuah bukti sejarah bahwa keinginan kuat untuk membangun hubungan dan kerjasama dengan sesama bangsa, mengalahkan segala aral rintang yang ditemui. 

Hal yang mengherankan tentu saja ketika di jaman sekarang, ketika ruang dan waktu bukan lagi hambatan, transportasi bisa dihitung dalam hitungan jam, begitu sulitnya membangun kesepahaman untuk kebaikan kemanusiaan. Hubungan ekonomi antar bangsa tidak murni menjadi hubungan ekonomi lagi, karena di dalamnya telah ditunggangi kepentingan-kepentingan lain. Demikian pula hubungan bilateral yang untuk kebudayaan dan kemanusiaan, tidak murni untuk masalah kebudayaan dan kemanusiaan. Inilah kenapa jalur diplomasi menjadi tidak semudah dulu. Kalau pada awal peradaban kesulitan membangun hubungan dengan bangsa lain karena terkendala jarak dan medan yang sulit, sekarang jalur diplomasi seringkali mengalami kesulitan karena masing-masing bangsa terlalu banyak kepentingan yang tersembunyi. 

Mengapa Disebut Jalan Sutra?

Sejak zaman kuno, Tiongkok dikenal sebagai produsen sutra berkualitas tinggi dan hasilnya diekspor ke benua Eropa melalui jalan ini dengan melewati banyak negara. Oleh sebab itu, jalan ini dikenal dengan istilah Jalan Sutra. Jalan ini mulai dibuka sejak 2.000 tahun lalu oleh pemerintah Tiongkok saat itu yang diwakili Jenderal Zhang Qian dari Dinasti Han. Orang-orang terkadang menyebut Jalan Sutra dengan jalur darat ibukota Dinasti Tang di timur yang berakhir di Roma, ibukota Italia di barat. Sampai sekarang jalur ini tetap merupakan jalur perdagangan yang strategis. Jalur sutra mulai dijadikan jalur alternatif untuk perniagaan di jaman modern, yang mulai dibuka lagi tidak saja dalam konteksi semangat dan pikiran-pikiran yang strategis, tapi juga dibuka dalam jalur yang sesungguhnya terutama jalur darat. Kenapa demikian ? Karena jalur sutra di darat ini melewati kota-kota penting di dunia, yang merupakan pasar potensial.

Tentu saja mengaktifkan kembali jalur sutra terutama yang ada di darat, merupakan langkah penting dalam bidang pemasaran, yang tentu saja produk yang dijual tidak semata-mata sutera seperti jalur ini dibuka untuk pertama kali ratusan tahun lalu. Karena jalur sutra merupakan jalur potensial, melewati negara-negara maju dan negara berkembang, produk yang dijual pun merupakan barang yang strategis dan banyak diperlukan seperti senjata.  

Sutra pada awalnya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, terutama kekaisaran. Namun, setelah produksi sutra semakin banyak, Tiongkok menjualnya ke Barat menggunakan kereta kuda dan unta melewati begitu jauhnya jarak Tiongkok sampai Roma. Tak jarang, saat melakukan perjalanan, mereka diserang suku-suku Asia Tengah untuk merampas sutra berkualitas tinggi itu. Namun, Dinasti Han segera mengantisipasi dengan memperluas daerah militer demi mempertahankan diri dan mengajak suku-suku Asia Tengah untuk bekerja sama. Cara berdiplomasi seperti ini sampai sekarang dipergunakan oleh bangsa-bangsa besar yang ingin menguasai daerah tertentu, dengan langkah pertama membangun pangkalan militer di negara tetangga dari negara tujuan yang terlebih dahulu telah dikuasai. Pada saat pangkalan militer telah dibangun, tentu saja akan dengan bebas menguasai negara tujuan dengan modal yang tidak terlalu besar dibanding dengan melakukan invasi langsung dari negaranya menuju negara tujuan. 

Jalan Sutra mempunyai dua jalur di darat yang utama sejak abad ke-2 SM sampai abad ke-2 Masehi. Dua jalur lagi di atas laut yang tidak begitu dikenal masyarakat. Maka, Jalan Sutra totalnya mempunyai empat jalur. Luar biasanya bangsa Tiongkok jaman dahulu yakni telah mampu memetakan jalur yang strategis untuk tujuan perdagangan. Untuk membayangkan bagaimana hebatnya bangsa Tiongkok membangun kedua jalur sutra baik yang ada di darat maupun di laut, bisa dilihat dari penjelasan di bawah ini. 

Jalur Utama di Darat

  • Jalur utara. Dari benteng Yumen, Dunhuanh, lalu ke barat, yaitu kaki Gunung Tianshan. Kemudian, melewai Gunung Chongling. Jalur ini melewati Rusia bagian Asia Tengah, lalu membelok ke barat daya dan akhirnya bertemu dengan Jalan Sutra jalur selatan. Bila anda mengetahui tempat-tempat yang dilewati jalur sutra darat di bagian utara ini, bisa membayangkan betapa sulitnya perjalanan niaga ini dilakukan. Hanya mereka yang bermental baja saja yang akan berhasil mencapai tujuan. 
  • Jalur selatan. Dari Dunhang, Provinsi Gansu, Tiongkok Barat Laut, ke arah barat, yaitu kaki Pegunungan Kunlun sampai ke Xinjiang, Tingkok Barat Laut, dan timur laut Afganistan, Iran, dan semenanjung Arab sebelum mencapai Roma, Itali. Pada jalur sutra darat di bagian jalur selatan ini, melewati kota-kota penting peradaban masa itu seperti Iran dan semenanjung Arab sebelum akhirnya sampai ke Roma di Italia. 

Jalur di Atas Laut

  • Jalan Sutra barat daya. Dari Provinsi Sinchuan, Tiongkok Barat Daya, terus sampai Provinsi Yunnan dan mencapai Myanmar sebelah utara. Dari sana, masuk India bagian timur laut sampai barat laut India dengan mengikuti Sungai Gangga sebelum mencapai Daratan Tinggi Iran. Jalur sutra yang ada di laut ini baik yang melewati jalur di barat daya maupun jalur lainnya, termasuk jalur rahasia. Ada beberapa sebab jalur ini dikatakan jalur rahasia. Belum canggihnya alat pemandu pelayaran dengan demikian kemungkinan meleset dari jalur semula terutama pada saat gelombang laut sedang tidak ramah, merupakan hal yang sering ditemukan. 
  • Jalan Sutra laut. Dari Guangzhou, Tiongkok Selatan, ke Selat Malaka terus ke arah Sri Lanka, India. Lalu, Pantai Timur Afrika.

 

 

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Sejarah Kerajaan Aceh di Indonesia
  • Sumbangsih Peradaban Cina Terhadap Peradaban Manusia
  • Jenderal Sudirman - Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
  • Sudut Pandang China pada Sejarah Kerajaan Demak
  • Sejarah Pemilu Di Indonesia
  • Sejarah Manusia Purba di Indonesia
  • Biografi Singkat dari Masa Kecil RA Kartini
  • Sejarah Kerajaan Majapahit
  • Perkembangan Makhluk Hidup Di Bumi
  • Sejarah Berdirinya Museum Batik Jakarta
  • Sekilas Tentang Perjuangan Pattimura
  • Sejarah Museum Peta
  • Situs-Situs dan Artefak Peninggalan Zaman Logam di Indonesia
  • Mengenang Perjanjian Linggarjati Lewat Film
  • Sejarah Tentang Berdirinya Kerajaan Kediri
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA