logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Keluarga    Tips Keluarga    Artikel Umum Keluarga    Janda

Menepis Citra Negatif Janda

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Janda, kata yang merujuk pada situasi yang dialami wanita yang sudah tidak memiliki pasangan hidup lagi. Seseorang dikatakan janda jika ia menikah, kemudian berpisah dengan suaminya.

Hal itu itu bisa disebabkan oleh kematian suaminya atau bercerai dari suaminya. Seseorang yang menjanda, oleh sebagian besar masyarakat kita kerap dianggap memiliki citra yang negatif, meskipun hal tersebut tidaklah benar adanya.

Citra Negatif

Citra negatif dibangun oleh perilaku manusianya itu sendiri. Perilaku negatif tidak identik dengan janda, bersuami atau lajang, bahkan banyak para wanita yang masih berstatus menikah dan memiliki suami malah main serong dengan suami orang lain atau pria lajang sekalipun. Perilaku, apa pun itu tidak identik dengan status. Semuanya bergantung pada masing-masing individu.

Dalam masyarakat kita, berkembang stereotip yakni bahwa seseorang yang berstatus janda cenderung genit, suka berias, dan suka menggoda lelaki. Kebanyakan masyarakat kita berpikir seperti itu sebab mereka beranggapan bahwa wanita yang memiliki suami tidak akan genit dan menggoda lelaki sebab ada suaminya yang menegur dan mengarahkannya.

Padahal, memiliki suami atau tidak bukanlah jaminan wanita itu akan memegang kukuh janji pernikahan mereka. Rata-rata masyarakat kita menilai janda secara negatif. Padahal seorang janda ialah wanita yang sangat tangguh, kuat, dan berjuang untuk hidupnya dan anak-anaknya.

Begitu banyak wanita yang berstatus janda, terlebih karena ditinggalkan suaminya yang meninggal, dan tetap menjanda seumur hidupnya. Wanita yang menjanda ditinggal suaminya karena meninggal bisa bertahan dan tetap hidup untuk menghidupi diri dan anak-anaknya dengan status sebagai single parent.

Mereka tak membutuhkan lagi kehadiran laki-laki sebab mereka bisa sangat setia terhadap mendiang suaminya. Mereka bisa tetap menjaga cintanya hingga ajal menjemput. Para wanita tersebut sungguh memiliki kecintaan dan kesetiaan yang luar biasa.

Lain halnya dengan lelaki, istri baru meninggal dua atau tiga bulan, para duda sudah tak tahan ingin segera melangsungkan pernikahan lagi. Dalih yang digunakan ialah kesepian. Lantas, apakah wanita yang memiliki status janda tak kesepian?

Ketangguhan Wanita

Sesungguhnya, wanita memang lebih tegar dan kuat dibandingkan laki-laki. Itu sebabnya Tuhan menciptakan Hawa untuk menemani Adam karena lelaki memang rapuh. Lelaki selalu membutuhkan wanita. Lelaki tak cukup kuat sebagaimana wanita yang menjalani hidupnya hanya seorang diri.

Meski memiliki status sebagai janda, wanita tak pernah patah arang. Ia membesarkan anak-anaknya, menuntun mereka, membimbing mereka, menghantarkan mereka ke masa depan yang diinginkan oleh anak-anaknya, dengan hanya seorang diri, tak ada lagi pendamping hidup. Ketika seorang wanita ditinggal suaminya yang meninggal, ia segera bangkit sebab ia memiliki kewajiban untuk membesarkan anak-anaknya. Sementara pria yang ditinggal meninggal istrinya, akan segera bangkit untuk mencari pengganti mendiang istri.

Meski zaman telah semakin berkembang, paradigma masyarakat mengenai citra negatif seorang janda belumlah sirna betul. Untuk menepis paradigma masyarakat yang seperti itu, bukanlah dengan gencar memberikan pemahaman kepada mereka. Namun melakukan sesuatu yang bisa membuktikan bahwa citra negatif tidak identik dengan janda.

Melalui prestasi, kerja keras, eksistensi yang dilakukan oleh wanita berstatus janda, stereotip seperti itu lambat laun pasti akan terpatahkan juga. Terbukti, beberapa masyarakat kita pun telah memiliki paradigma yang baik terhadap wanita yang berstatus sebagai janda.

Status apa pun tak bisa merefleksikan perilaku seseorang. Status bisa saja hanyalah takdir yang mesti diterima dan dijalani dengan ikhlas. Selama tidak mengusik, tidak merugikan, dan melakukan tindakan amoral, janda atau bukan, bukanlah masalah.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Ciri-Ciri dan Tips Keluarga Harmonis
  • Menyikapi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)
  • Menggapai Pengertian Keluarga Harmonis
  • Tips Keuangan Keluarga untuk yang Baru Menikah
  • Bagaimana Menjadi Suami Istri Harmonis
  • Suami Surgawi - Suami Idaman Para Istri
  • Membina Rumah Tangga Harmonis
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA