logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Ilmu Biologi

Mengenal Jaringan Epitel


Ilustrasi jaringan epitel

Jaringan Epitel merupakan satu bagian dari empat bagian jaringan dasar yang ada dalam tubuh manusia. Selain jaringan ini, di dalam tubuh manusia terdapat jaringan lain, yaitu jaringan penyambung, jaringan otot serta jaringan saraf.

Pada mulanya, istilah jaringan ini ini merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut bagian selaput jernih. Letak dari selaput jernih ini sendiri terdapat pada bagian atas permukaan tonjolan anyaman penyambung di bagian bibir merah. Namun kini, epitel digunakan sebagai istilah bagi seluruh jaringan yang melapisi suatu struktur serta jaringan.

Jaringan epitel adalah salah satu dari empat jenis jaringan utama dalam tubuh, bertindak sebagai antarmuka antara tubuh dan seluruh dunia. Kulit Anda terdiri dari Epitel dan juga garis tubu, h rongga dan organ utama. Ada beberapa jenis jaringan, yang membentuk untuk memenuhi kebutuhan spesifik dan fungsi. Ini jaringan, yang dikenal sebagai epitel, dapat menyaring, menyerap, dan berbagai zat menyebar, dan juga terlibat dalam persepsi sensorik dan sekresi tubuh.

Empat lainnya dari jenis jaringan utama adalah: jaringan otot, jaringan saraf, dan jaringan ikat. Epitel dibedakan dengan beberapa fitur. Yang pertama adalah kenyataan bahwa sel-sel dalam jaringan epitel sangat padat, dengan ruang intraseluler minimal antara mereka. Jaringan inipun juga terpisah dari jaringan di bawahnya dengan membran basal, lapisan bahan yang sebagian dibentuk oleh jaringan epitel, dan sebagian oleh jaringan di bawahnya. Sel-sel juga melekat satu sama lain, dan mereka terpolarisasi, dengan sisi "up" dan "bawah" sisi yang menghubungkan ke membran basal atau sel epitel yang mendasarinya.

Jaringan epitel dapat dibagi menjadi jaringan sederhana, yang terdiri dari satu lapisan sel, dan jaringan berlapis, yang melibatkan dua atau lebih lapisan sel. Dalam kategori-kategori dasar, jaringan ini dapat lebih diklasifikasikan oleh bentuk sel.

  • Jaringan skuamosa terdiri dari serangkaian sel pipih yang terlihat seperti batu-batuan, sedangkan
  • kuboid memiliki sel kira-kira berbentuk kubus, semacam seperti kubus gula ditumpuk. Jaringan
  • kolumnar memiliki sel-sel dalam bentuk kolom, dan dapat diisi ulang dengan rambut yang sangat halus yang dikenal sebagai silia untuk persepsi sensorik di lokasi seperti lapisan hidung.

Salah satu fungsi utama dari jaringan epitel adalah perlindungan. Epitel seperti plating, baju besi fleksibel adaptif bagi tubuh. Sel epitel baru yang terus tumbuh untuk mengisi yang lebih tua, dan dalam beberapa kasus, seperti kulit, lapisan sel-sel keratin bertindak sebagai lapisan tambahan perlindungan. Sebagai garis pertama pertahanan tubuh, epitel ini juga sangat sensitif terhadap ancaman potensial.

Di dalam tubuh, epitel ini kadang-kadang disebut sebagai endothelium. Sel epitel seluruh tubuh rentan terhadap kerusakan dari berbagai sumber, dan mereka berpotensi dapat mengembangkan kanker dan kelainan, karena mereka dirancang untuk mereplikasi cepat. Jika kesalahan dalam duplikasi muncul, dapat menyebar dengan cepat ke sel-sel tetangga, menghasilkan tumor atau kanker.

Sifat Jaringan Epitel

Secara umum, jaringan ini ini tersusun dari beberapa sel dengan bagian pembatas yang jelas. Letak jaringan ini saling merapat antara satu jaringan dan jaringan lainnya. Itulah mengapa, jaringan ini kemudian bisa dikategorikan ke dalam kategori jaringan seluler.

Di dalam jaringan kapiler sendiri, tidak terdapat pembuluh darah. Seihngga proses penyampaian zat makanan dilakukan dengan cara difusi melalui pembuluh darah kapiler. Pembuluh darah kapiler ini letaknya di bagian jaringan yang ada di bagian bawah pembuluh darah kapiler.

Jika dilihat dari asal usulnya, jaringan ini ini bisa berasal dari tiga sumber. Ketiga sumber tersebut adalah :

  1. Ektoderm. Contoh jaringan ini ini misalnya terdapat pada bagian kulit manusia.
  2. Entoderm. Jaringan ini ini seperti yang terdapat pada saluran pencernaan.
  3. Mesoderm. Contohnya adalah jaringan yang terletak pada bagian saluran kemih.

Fungsi Epitel

Sebagaimana bagian jaringan saraf lainnya, pada epitel terdapat fungsi yang khas. Fungsi nya masing-masing jaringan akan berbeda-beda, didasarkan pada posisi jaringan tersebut. beberapa fungsi dari jaringan ini ini diantaranya adalah :

  1. Menjadi pelindung pada bagian dimana jaringan tersebut berada.
  2. Jaringan ini berperan sebagai alat sekresi
  3. Mampu menerima impuls atau rangsang
  4. Sebagai bagian penyaringan atas zat-zat yang masuk.
  5. Menjadi alat penyerapan.
  6. Jaringan ini menjadi alat respirasi.

Pada jaringan ini yang memiliki fungsi sebagai pelindung, epitel tersebut akan memiliki pelindung tersendiri yang disebut dengan lapisa tanduk atau korneum, silia serta lapisan lendir.

Klasifikasi Epitel

 Secara umum, jaringan ini terbagi menjadi dua bagian besar. Dimana pada masing-masing bagian besar tersebut akan dikelompokkan lagi menjadi beberapa sub bagian kecil. Pengklasifikasian jaringan ini itu sendiri adalah sebagai berikut :

  • Epitel Selapis

Di dalam epitel selapis, terbagi menjadi tiga jenis jaringan ini. Ketiganya adalah :

1. Epitel Selapis Pipih

Pada jaringan ini ini, tersusun dari satu lapisan saja dengan bentuk sel yang cenderung pipih. Pada jenis ini jarngan epitel akan terletak seperti pada bagian pembuluh darah kapiler.
2. Epitel Selapis Kubus

Sebagaimana namanya, bentuk jaringan ini menyerupai kubus serta hanya terdiri dari satu lapis sel saja. contohnya terdapat pada epitel di permukaan ovarium serta pada bagian kelenjar manusia.

3. Epitel Selapis Silindris 

Bentuk jaringan ini adalah silindris dengan bagian sel terdiri dari satu lapis. contohnya adalah terdapat pada epitel di bagian lambung.

  • Epitel Berlapis

Bagian dari epitel berlapis ini lebih banyak klasifikasinya daripada bagian epitel selapis. Di bagian epitel berlapis terdapat lima kategori jaringan ini. Kelima bagian tersebut di antaranya adalah :

1. Epitel berlapis gepeng

Meski disebut gepeng, pada dasarnya jaringan ini ini tidak berbentuk gepeng seluruhnya. Bagian yang gepeng hanya terletak pada bagian sel sebelah atas saja. sementara pada bagian sel bagian paling bawah bisa berwujud silindris. Contoh dari jaringan ini misalnya jaringan yang berada pada bagian vagina perempuan.

2. Epitel berlapis kubis

Jaringan ini ini tidak begitu banyak ditemukan pada bagian tubuh manusia. salah satu bagian tubuh yang terdapat epitel ini terletak pada saluran keluar kelenjar.

3. Epitel berlapis silindris

Sebagaimana epitel  kubis, jaringan epitel silindris pun tidak terlalu banyak ditemukan dalam tubuh manusia. Jika pun ditemukan, biasanya hanya terdiri dari dua lapisa seperti yang terdapat di bagian konjungtiva palpebra.

4. Epitel Transisional

Bentuk epitel ini hampir menyerupai jaringan ini berlapis gepeng. Di bagian atas lapisan ini, bentuknya menyerupai bentuk payung sehingga disebut sebagai sel payung. Sel payung ini, dalam posisi regang, bentuknya akan memipih, misalnya dalam kondisi saluran terisi penuh. Contoh dari jaringan ini terdapat pada bagian ureter.

5. Epitel Bertingkat

Berbeda dari dua jenis lapisan epitel sebelumnya, pada bagian epitel ini tidak terbagi lagi menjadi beberapa golongan. Bentuknya hampir mirip dengan jaringan ini berlapis. Hanya saja, pada epitel bertingkat ini tersusun dari satu lapisan sel yang ketinggiannya tidak sama, sehingga akan nampak seperti berlapis. Contoh jaringan ini ini bisa dijumpai pada bagian trakea.

Mengenal Berbagai Jenis Jaringan Epitel

Epitel berasal dari kata epi yang artinya di atas dan thele yang artinya bibir. Jaringan epitel ini berasal dari spesialisasi lapisan ectoderm dan merupakan salah satu dari empat jaringan dasar.

Pengertian Jaringan Epitel

Dengan semakin banyaknya temuan-temuan baru di bidang biologi dengan cabang-cabang ilmunya, semakin banyak pula fakta-fakta mengenai struktur dan komposisi tubuh, se-sel jaringan tubuh, organ dan sistem organ, dan sebagainya. Pengertian jaringan ini pun kini mengalami pergeseran.

Pada dasarnya, pengertian jaringan epitel adalah jaringan yang  ditemukan pada permukaan tubuh yang membatasi organ tubuh baik di bagian luar maupun dalam. Jaringan ini terdiri atas sel-sel  yang rapat satu sama lain dan dengan batas yang jelas. Oleh karena itu, jaringan ini disebut juga jaringan yang seluler.

Jaringan yang melapisi permukaan luar tubuh ini dinamakan epithelium, contohnya epitel kulit. Sedangkan jaringan yang membatasi rongga tubuh dinamakan mesotelium. Contohnya dapat ditemukan pada saluran kemih, perikardium, peritonium, dan pleura. Adapun jaringan yang membatasi organ dalam tubuh dinamakan endothelium, contohnya epitel pada saluran pencernaan.

Fungsi Jaringan Epitel

Ada banyak fungsi dari jaringan ini. Namun secara umum, fungsinya adalah sebagai berikut: 

1. Sebagai Kelenjar

Jaringan ini bisa berfungsi sebagai kelenjar, yaitu lekukan dari jaringan epitel. Pada dinding, terdapat sel kelenjar yang menghasilkan cairan dan menghasilkan getah. Kelenjar sebagai jaringan ini berarti sekumpulan sel yang mengambil bahan baku dari darah lalu diproses sesuai tujuannya, contohnya kelenjar ekresi, kelenjar sekresi, dan jaringan endokrin.

Kelenjar ekskresi adalah kelenjar yang mengambil bahan baku berasal dari darah berupa urea dan mineral lainnya lalu diproses menjadi urin yang tujuannya untuk diekresi atau dibuang. Sedangkan kelenjar sekresi adalah kelenjar yang mengsekresi enzim-ezim dengan menggunakan bahan baku yang berasal dari darah.

Enzim-enzim itu lalu digunakan untuk berbagai keperluan metabolisme tubuh. Contohnya enzim lipase dan amilase. Adapun kelenjar endokrin adalah kelenjar yang hasil prosesnya langsung dikembalikan lagi ke dalam darah, contohnya hormon insulin.

2. Sebagai Epitel Sensori atau Neuroepitelium

Disebut epitel sensori karena mayoritas terletak di alat indra dan memang tugasnya menerima rangsang/sensor yang diterima alat indra.

3. Melindungi Jaringan

Di dalam struktur tubuh, jaringan ini juga berfungsi untuk melindungi jaringan yang berada di sebelah dalamnya dari kerusakan sekaligus pengangkut zat-zat antar jaringan. Dalam rangka fungsinya sebagai pelindung, biasanya epitel sendiri pun diberi pelindung, yaitu lapisan tanduk (korneum), silia, dan lapisan lendir.

4. Sebagai Tempat Keluar Masuk Zat-Zat

Fungsi jaringan ini yang terakhir adalah sebagai pintu gerbang keluar masuknya bermacam-macam zat, baik penyerapan zat ke dalam tubuh maupun pengeluarkan zat dari dalam tubuh. Contohnya adalah alveolus pada organ paru-paru, jonjot atau fili-fili pada usus halus, dan nefron yang terdapat di  ginjal.

Jenis Jaringan Epitel Berdasarkan Bentuk

Berdasarkan bentuk strukturnya, jaringan ini dibedakan menjadi tiga macam, yaitu epitel pipih, epitel batang atau silinder, dan epitel kubus. Epitel pipih memiliki sel berbentuk pipih dengan nukleus bulat di tengah. Sedangkan epitel batang atau silinder memiliki sel berbentuk batang,  dengan nukleus bulat di dasar sel. Adapun epitel kubus memiliki sel dengan bentuk kubus dan nukleus bulat besar di tengah.

Jenis Jaringan Epitel Berdasarkan Lapisannya

Menurut lapisan penyusunnya, jaringan ini terdiri dari dua jenis, yaitu epitel simpleks dan epitel kompleks. Perbedaan mendasar diantara keduanya terletak pada lapisan selnya. Epitel simpleks tersusun hanya atas satu lapis sel, sedangkan epitel kompleks tersusun atas beberapa lapis sel. Pada lapisan terbawah terdapat sel-sel yang selalu membelah diri dengan tujuan untuk mengganti sel-sel permukan yang rusak, lapisan sel ini disebut germinativa. 

A. Jaringan Epitel Simpleks

Jaringan epitel simpleks terdiri atas epitel pipih selapis, epitel kubus selapis, epitel silindris selapis, epitel silindris selapis bersilia, dan epitel silindris semu berlapis bersilia.

1. Epitel Pipih Selapis

Dari namanya saja sudah diketahui bahwa jaringan ini berbentuk pipih dan  hanya terdiri dari satu lapisan saja. Ciri-ciri epitel pipih selapis ini yaitu inti sel berbentuk bulat, nukleusnya terletak di tengah-tengah, dan sitoplasmanya  tampak jernih.

Epitel pipih selapis dapat ditemukan di beberapa tempat, misalnya lapisan luar  pleura, lapisan luar limfa, dan lapisan pada ruang jantung. Di sisi lain, beberapa fungsi dari jaringan ini adalah sebagai endothelium atau selaput tipis di bagian dalam rongga dan saluran, tempat terjadinya difusi zat, tempat terjadinya infiltrasi zat, dan tempat terjadinya  osmosis zat. 

2. Jaringan Epitel Kubus Selapis

Ciri-ciri epitel kubus selapis ini adalah: 

  • Inti sel berbentuk  bulat besar 
  • Epitel ini memiliki nucleus di tengah. 
  • Sitoplasmanya ada yang jernih atau berbutir-butir.

Contoh epitel kubus selapis ini adalah:

  • Kelenjar air liur
  • Kelenjar keringat
  • Saluran pada nefron ginjal

Adapun fungsi epitel kubus selapis ini  adalah sebagai berikut:

  • Sebagai  lapisan pelindung atau proteksi
  • Tempat penyerapan zat atau absorbs
  • Penghasil mucus atau lendir seperti pada peristiwa sekresi

3. Jaringan Epitel Silindris Selapis

Ciri-ciri epitel silindris selapis ini adalah: 

  • Epitel ini memiliki bentuk seperti silinder atau tabung
  • Sitoplasmanya jernih dan terkadang berbutir-butir
  • Nukleusnya terletak di dekat dasar

Contoh epitel silindris selapis ini adalah:

  • Lapisan pada dinding dalam lambung
  • Lapisan usus
  • Lapisan pada kandung kencing dan  kantong empedu
  • Lapisan pada saluran rahim dan rahim
  • Lapisan pada saluran pernafasan bagian atas dan saluran pencernaan

Adapun fungsi epitel silindris selapis ini  adalah sebagai berikut:

  • Fungsi proteksi, yaitu sebagai lapisan pelindung 
  • Fungsi absorbsi atau tempat penyerapan zat
  • Fungsi difusi atau tempat terjadinya pertukaran zat

4. Jaringan epitel silindris selapis bersilia

Ciri-ciri epitel silindris selapis bersilia ini adalah: 

  • Bentuknya hampir sama dengan epitel silindris berlapis
  • Memiliki bulu-bulu getar atau silia
  • Sitoplasmanya seperti  berbutir-butir atau kadangkala ada yang jernih
  • Nukleusnya terletak di dekat dasar

Contoh epitel silindris selapis silia ini adalah:

  • Lapisan epitel pada rongga hidung
  • Lapisan di saluran trakea
  • Lapisan bronkus

Adapun fungsinya jaringan ini adalah:

  • Penghasil lendir mucus yang berguna menangkan berbagai benda asing yang masuk.
  • Getaran silianya mampu menghalau benda asing yang masuk atau yang melekat pada mucus

5. Jaringan Epitel Silindris Semu Berlapis Bersilia 

Jaringan ini dikatakan semu berlapis karena terbentuk dari sel-sel epitelium batang yang satu sama lain saling berekatan. Namun, tidak semua sel dapat mencapai permukaan, sehingga akan menyerupai epitelium yang bentuknya berlapis. 

Epitel silindris semu berlapis bersilia ini terletak pada trakea dan rongga hidung. Adapun fungsinya adalah sebagai proteksi, sekresi dan  gerakan zat melalui permukaan.

B. Jaringan Epitel Kompleks

Jaringan ini terdiri atas epitel pipih berlapis, epitel kubus berlapis, epitel silindris berlapis, epitel transisional, epitel eksokrin dan epitel endokrin.

1. Epitel pipih berlapis

Terletak pada kulit (dengan zat tanduk), epidermis, esophagus, laring, dinding vagina, saluran pada anus, rongga hidung. Jaringan ini berfungsi

  • Melindungi dari pengaruh luar yang membahayakan
  • Selaput pelindung saluran dalam
  • Penghasil lendir mucus

2. Epitel Kubus Berlapis

Jaringan ini terletak di kelenjar minyak, kelenjar keringat, ovarium di masa pertumbuhan, dan buah zakar. Sedangkan fungsi jaringan ini adalah sebagai lapisan pelindung dan penghasil lendir mucus.

3. Epitel Silindris Berlapis

Contoh jaringan ini adalah jaringan yang letaknya berada pada lapisan konjungtiva seperti pada bagian mata yang berwarna putih, laring, faring, dinding dalam kelopak mata, dan uretra. Adapun  fungsi jaringan ini adalah sebagai:

  • Proteksi
  • Penghasil lendir (hormon)
  • Saluran ekskresi bagi kelenjar ludah 
  • Saluran ekskresi bagi kelenjar susu

4. Epitel Transisional

Contoh jaringan ini adalah jaringan yang terletak pada kandung kencing, pelvis ginjal, dan ureter. Adapun fungsi jaringan ini adalah untuk menahan regangan dan tekanan.

5. Epitel Kelenjar Eksokrin

Contoh jaringan ini adalah kelenjar keringat, kelenjar minyak, dan kelenjar saliva. Semuanya berfungsi untuk menghasilkan mucus.

6. Epitel Kelenjar Endokrin

Jaringan ini terletak di otak, anak ginjal, pankreas, dan kelamin (vagina). Semuanya berfungsi untuk menghasilkan hormon.

Kesimpulan

Dari seluruh penjelasan tentang epitel tersebut, dapat ditarik sebuah kesimpulan mengenai jaringan ini. Bahwa jaringan ini adalah sebuah jaringan yang keberadaannya menutupi bagian jaringan yang lainnya. Jaringan ini ini tersusun menjadi Epitel Sederhana dan Epitel berlapis. Contoh dari epitel sederhana adalah jaringan ini satu lapis, seperti yang terdapat pada jaringan ini pipa bagian dalam.

Sementara untuk bagian jaringan ini berlapis, tersusun menjadi dua kelompok besar, yaitu berlapis dan bertingkat. Dimana pada bagian epitel  berlapis, masih terbagi lagi menjadi lima sub jaringan. Sementara untuk bagian jaringan bertingkat, tidak lagi memiliki pengelompokan bagian.

Epitel yang terletak di bagian luar tubuh, dikenal sebagai epidermis seperti yang ada pada bagian kulit. Sementara jaringan epitel di dalam tubuh, dikenal dengan endodermis.

Demikian penjelasan tentang jaringan epitel, Semoga dapat menjadi informasi yang berguna bagi pembaca,

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengenal Ciri-Ciri Bakteri
  • Mengenal Organ Pencernaan dan Fungsinya
  • Sistem Koordinasi Manusia
  • Kelenjar Pencernaan pada Manusia
  • Kekayaan Alam Hutan Hujan Tropis
  • Memahami Tubuh dan Wajah Melalui Pengertian Jaringan Tubuh
  • Jenis Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya - Hewan Pemakan Segalanya
  • Mengenal Enzim Papain
  • Mengetahui Proses Pembentukan Trombosit
  • Anatomi Sistem Pencernaan Manusia
  • Nata dan Bakteri Acetobacter Xylinum
  • Apa Itu Taksonomi Tumbuhan?
  • Struktur Organ Tubuh pada Manusia
  • Mengenal Metabolisme Sel
  • Mengenal Lebih Dekat Biologi Laut
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA