Mewaspadai Jaringan Islam Liberal

Jaringan Islam Liberal adalah salah satu organisasi masyarakat yang ada di Indonesia. Organisasi ini berada di bawah pimpinan Ulil Abshar Abdala, dan bermarkas di kawasan Teater Utan Kayu, tepatnya di radio 68h, Jakarta. Kelompok ini sendiri berdiri sejak tahun 1999, seiring dengan terbukanya keran kebebasan sosial pasca era reformasi.
Jaringan Islam Liberal didirikan oleh Ulil dengan maksud memberikan sebuah telaah baru tentang konsep agama Islam. Salah satunya dengan menciptakan pendobrakan konsep agama yang dianggap kolot dan konvensional. Tak jarang, pemikiran yang disampaikan oleh kelompok ini mengundang kontroversi khususnya dari kalangan ulama Islam.
Beberapa kontroversi yang dikemukakan kelompok jaringan islam liberal di antaranya adalah teori perkawinan antar agama yang dianggap wajar pada era sekarang ini. Pendapat lain adalah upaya melakukan amandemen hukum fikih atas nama universalisme.
Salah satu pemikiran paling konyol yang dikemukakan kelompok jaringan Islam Liberal adalah pernyataan mereka tentang kesamaan agama. Kelompok ini beranggapan bahwa semua agama adalah sama. Hal ini disebabkan, bahwa semua agama berasal dari wahyu Tuhan. Sehingga agama hanyalah baju yang berbeda, namun dalam prakteknya memiliki tujuan yang sama.
Mewaspadai Jaringan Islam Liberal
Berbagai pemikiran itu, dianggap sebagai sebuah proses penyesatan pemikiran daripada sebuah penerjemahan pemikiran. Dan para tokoh agama Islam sudah memberikan peringatan tentang kesesatan yang dibawa oleh kelompok jaringan Islam Liberal ini.
Sudah banyak peringatan yang diberikan kepada masyarakat atas keberadaan Jaringan Islam Liberal ini. Salah satu peringatan keras kepada kelompok ini sudah pernah dilakukan oleh organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama. Hal ini dilakukan pada saat pelaksanaan) Konferensi Wilayah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di Jawa Timur pada tangga 11-13 Oktober 2002.
Dalam peringatan tersebut, diinstruksikan kepada seluruh warga NU di Jawa Timur untuk menolak semua kehadiran dan aktivitas yang terkait dengan kegiatan Jaringan Islam Liberal. Dan apabila ada pengurus NU yang mendukung aktivitas organisasi ini, akan diberikan sanksi yang keras dan tegas.
Selain melalui teguran tersebut, kampanye tentang kesesatan Jaringan Islam Liberal juga dikemukakan dalam beberapa buku. Salah satunya buku karya Hartono Ahmad Jaiz. Judul buku itu sendiri cukup tegas dan jelas bahasannya, yaitu Bahaya Islam Liberal. Buku tersebut mengupas segala macam tipu muslihat yang dijadikan strategi JIL untuk meraih simpati masyarakat, khususnya mereka yang masih lemah keimanannya.
Selain buku tersebut, masih ada buku karangan Adian Husain. Dalam bukunya Adian Husain menyoroti agenda JIL. Ada tiga agenda yang dikupas dan dicurigai memiliki kepentingan tertentu yang kontraproduktif dengan Islam itu sendiri.
Sorotan pertama memandang tentang pengembangan teologi inklusif-pluralis dinilai menyamakan semua agama dan mendangkalkan akidah. Sorotan kedua adalah tentang isu penolakan syariat Islam yang dianggap sebagai bagian penghancuran global. Sementara sorotan terakhir adalah upaya penghancuran Islam fundamentalis yang dituding sebagai bagian proyek Amerika atas usulan zionis Israel.






