logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    TV    Trans 7

Jejak Petualang -- Referensi Kekayaan Indonesia


Ilustrasi jejak petualang

Bagi Anda penyuka kegiatan alam bebas, program acara yang satu ini mungkin sudah bukan barang baru lagi, Jejak Petualang. Bahkan, program acara petualangan ini banyak dijadikan sebagai referensi untuk penjelajahan. Program acara petualangan ini khusus dihadirkan bagi para petualang yang haus akan berbagai informasi. Jejak Petualang menjadi program eksklusif bagi Anda yang menyukai dunia kepetualangan.

Menyingkap Keindahan Indonesia

Pada setiap penayangannya, program dokumenter Jejak Petualang selalu mengeksplorasi keindahan alam, budaya dan adat istiadat masyarakat Indonesia. Tidak saja keindahan alam yang ada di darat tetapi keindahan dunia bawah tanah pun dieksplorasi. Bahkan keindahan perairan pun tidak luput dari jangkauannya.

Melalui program ini, pemirsa diajak untuk menikmati kekayaan alam dan budaya Indonesia yang ternyata sangat kaya raya. Bukan hanya slogan semata, tetapi kenyataannya memang demikian. Setidaknya, program acara Jejak Petualang membantu meyakinkan kita bahwa kekayaan itu memang benar adanya.

Sejak awal penayangannya di televisi (dulu tayang di TV7) yang sekarang tayang di Trans 7 sudah tidak terhitung lagi lokasi wilayah yang telah dijelajaho. Kepulauan Indonesia sudah didatangi mulai dari pantai, gunung tinggi, kawasan pedalaman, tebing tinggi. Bahkan kegelapan gua di perut bumi pun tak luput dari jadwal eksplorasi.

Dengan semakin banyaknya penonton Jejak Petualang, program acara ini kemudian dikembangkan menjadi satu program petualangan lain yaitu Jejak Petualang Survival. Program tersebut lebih menekankan pada berbagai teknik bertahan hidup di alam terbuka. Sudah barang tentu, acara ini menjadi panduan bagi para pecinta alam yang sudah terbiasa dengan kehidupan di alam bebas dan berada di hutan belantara. Dari sekian banyak perjalanannya, tim Jejak Petualang sudah menjejakkan kaki di puncak-puncak tinggi yang menjadi dambaan banyak orang terutama para pemburu puncak gunung antara lain puncak Jaya Wijaya, Kilimanjaro, dan Aconcagua.

Peran Kru Televisi di Lapangan

Keberhasilan program petualangan Jejak Petualang tidak terlepas dari peranan krunya yang langsung terjun ke lapangan. Mereka meliput secara langsung berbagai peristiwa. Acara dibawakan oleh presenter wanita yang turut serta berjibaku meliput dan mengantarkan berita kepada pemirsa. Presenter ini merupakan wanita-wanita pilihan hasil dari audisi yang khusus diadakan oleh Trans7 untuk acara Jejak Petualang.

Adalah Riyanni Djangkaru. Wanita kelahiran Bogor, 31 Januari 1980. Dia merupakan satu presenter Jejak Petualang yang pada waktu itu masih disiarkan oleh stasiun televisi TV7 periode 2002 - 2006. Pada saat itu, TV7 mengadakan audisi untuk presenter acara petualangan dengan beberapa persyaratan. Selain memiliki paras yang menarik, juga harus memiliki wawasan yang luas dan pintar, dan terutama menyukai kegiatan alam bebas seperti naik gunung, arung jeram, menyelam, dan penelusuran gua.

Pada awalnya, wanita berdarah Garut dan Palembang ini berkeinginan untuk menjadi news presenter. Riyanni berhasil mengalahkan para kontestan lainnya para pecinta alam, model, bahkan peragawati. Dia terpilih menjadi reporter Jejak Petualang. Setelah menjadi presenter Jejak Petualang dengan ragam perjalanannya, Riyanni Djangkaru cepat menjadi terkenal. Acaranya banyak ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya. Bahkan, entah karena ingin mendompleng ketenaran namanya atau ingin mencari semata, sebuah virus komputer ikut pula menyemarakkan ketenaran namanya.

Sebagai presenter petualangan, Riyanni dituntut untuk menguasai segala jenis medan dan semua keunikannya. Dari semua aktivitas alam terbuka, Riyanni menjatuhkan pilihannya pada diving, tentu setelah mencoba semua aktivitas petualangan mulai dari memanjat gunung sampai menyelam. Kecintaannya pada diving sebenarnya berasal dari dua pilihan yaitu bekerja di darat atau di laut. Dia memilih di laut dengan alasan laut tidak usah dipanjat. Selain itu, cedera lutut dan tulang punggung menjadi alasan lain mengapa Riyanni memilih diving menjadi olah raga favoritnya.

Ada satu pengalaman berharga bagi Riyanni ketika melakukan shooting di bawah laut. Ketika itu, pisaunya terjatuh dan dia hendak mengambil pisau tersebut karena menurut pelatihnya kedalaman lautnya hanya 40 meter. Tetapi, niat itu diurungkannya dan terbukti niatnya tersebut membawa keselamatan. Tepat berada di bawahnya adalah wilayah teritorial hiu banteng atau hiu Zambesi yang sangat agresif apabila ada yang menggangu wilayah kekuasaannya.

Bagi para penggiat alam terbuka, sebaiknya menyimak pesan khusus yang disampaikan oleh Riyanni Djangkaru. Jangan pernah jumawa atau sombong ketika melakukan kegiatan di alam bebas. Karena kondisi alam tidak bisa ditebak walaupun sudah ada perkiraan sebelumnya. Menurut Riyanni, manusia akan merasa kecil apabila berada di alam dan dilaut yang maha luas ini. Jadi, jangan sekali-kali melawan alam karena alam bukan tandingan bagi manusia.

Tetapi, karir dara penyuka rujak buah dan pempek ini di Jejak Petualang berakhir ketika memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Deni Priawan dan telah dikaruniai anak bernama Brahman Ahmad Syailendra. Namun, walaupun sudah tidak lagi menjadi presenter Jejak Petualang, lulusan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor ini masih eksis di dunia pertelevisian dalam acara Redaksi Pagi sebagai presenter Jalan Pagi dan Sportawa.

Kemudian ada Annisa Putri Ayudya. Presenter Jejak Petualang yang satu ini agak istimewa. Pemilik kulit sawo matang ini adalah finalis Wajah Femina 2008 dan Putri Indonesia Intelegensia 2011. Lahir di Jakarta, 20 Mei 1988 Putri Ayudya ternyata memiliki hobi olahraga ekstem seperti mendaki gunung dan olahraga karate. Sebagai presenter Jejak Petualang, Putri Ayudya berkesempatan untuk menjejakkan kakinya di pegunungan Himalaya walaupun langkahnya harus terhenti di ketinggian 6.000 meter di atas permukaan laut.

Pendakian ke pegunungan Himalaya merupakan program kampanye global warming atau lebih tepatnya menggambarkan kondisi es abadi yang berada di pegunungan Himalaya akibat terpapar pemanasan global. Putri Ayudya mendaki bersama kelompok Kartini Petualang yang beranggotakan perempuan pecinta alam yang sudah berusia lebih dari 50 tahunan.

Yang selanjutnya ada Medina Kamil. Salah seorang survivor Pulau Tiga Papua akibat musibah long boat yang menimpa tim ekspedisi Papua Jejak Petualang. Menjadi presenter Jejak Petualang, bagi Nana, sapaan Medina Kamil merupakan sebuah impian yang menjadi kenyataan. Pada awalnya Nana seperti kebanyakan pemirsa lainnya selalu menunggu jam tayang Jejak Petualang dan ditambah pula Nana menjadi fans berat presenter waktu itu, Riyanni Djangkaru.

Gayung pun bersambut. Ketika Jejak Petualang membuka lowongan untuk menggantikan Riyanni, Nana langsung melamar walaupun tidak memiliki latar belakang anggota pecinta alam. Setelah berbagai tahapan audisi dilewati akhirnya Nana dipilih untuk menggantikan Riyanni sebagai presenter Jejak petualang yang baru. Misi liputan awalnya adalah Papua dan di misi ini pula kecelakaan long boat itu terjadi. Tetapi, tragedi ini tidak menyurutkan langkah Nana untuk terus mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia beserta kru Jejak Petualang lainnya sampai dengan sekarang.

Jejak Petualang Community

Jejak Petualang Community atau yang lebih dikenal sebagai JPers merupakan kumpulan peminat kegiatan alam bebas yang pada awalnya merupakan pemirsa tayangan Jejak Petualang yang ditayangkan oleh TV7 (dulu) dan Trans7 (sekarang). JPers bukan hanya sekumpulan orang pemirsa Jejak Petualang semata tetapi sudah bergeser menjadi sebuah komunitas diskusi yang mengupas segala hal yang berhubungan ilmu-ilmu kepecinta alaman dan budaya. Lebih dari pada itu, JPers telah menjadi sebuah simbol kekeluargaan, kebersamaan, dan kedinamisan para penggiat alam terbuka di Indonesia.

JPers kemudian mendirikan sebuah forum diskusi online untuk menjembatani keinginan orang-orang yang memiliki interest dalam dunia kepecinta alaman. Melalui forum diskusi online ini, para JPers bisa berbagi ilmu dan informasi untuk kemajuan bersama. Hingga saat ini, anggota JPers sudah mencapai 1436 orang di seluruh Indonesia. Pada 20 Januari 2012, JPers merayakan hari jadinya yang ke delapan. Untuk mempererat tali silaturahmi, para JPers selalu mengadakan kopi darat berupa jambore secara berkala. Acara yang diadakan JPers tidak melulu bersifat kepetualangan saja, tetapi juga mengadakan kegiatan sosial lainnya.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mau Tahu Trans7 Lebih Jauh? Lihat di Trans7 Online!
  • Mengapa Cerita Nyata Banyak Diminati?
  • Dua Dunia Trans 7 – Memetik Hikmah dari Ocehan Para Jin
  • Trans7 Streaming – Easy to Watching
  • Asyiknya Trans7 Live Streaming
  • Opera van Java - Wayang Orang yang Dikemas Lucu dan Segar
  • Rahasia Keunggulan dan Jadwal Acara Trans 7 yang Keren
  • TV Online Trans7 – Era Digital Media Televisi
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA