Jembatan Pohon Bangkirai, Terentang Antara Pepohonan
Ilustrasi Jembatan Pohon Bangkirai
Tahukah Anda, sebagai penduduk Indonesia tercinta, bahwa di Indonesia terdapat obyek wisata jembatan pohon (canopy bridge) berkelas internasional yang terentang di antara pepohonan asli Indonesia? Dan Anda tidak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah besar (sekitar Rp 15.000-20.000) untuk masuk ke area wisata ini.
Anda akan diberikan suguhan pemandangan hutan hujan tropis beserta kelengkapan flora dan faunanya yang khas. Anda juga akan mengetahui seperti apa daerah pertambangan batubara yang merupakan salah satu icon Pulau Kalimantan.
Apakah Canopy Bridge Yang Sedang Dibicarakan?
Canopy Bridge Bangkirai namanya, jembatan pohon pertama di Indonesia, terletak di kawasan hutan konservasi Bangkirai, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Propinsi Kalimantan Timur. Secara resmi jembatan dioperasikan tahun 1998. Jembatan ini mempunyai keunikan karena melintas di antara pepohonan Bengkirai yang berumur puluhan bahkan ratusan tahun.
Jembatan ini dirancang dengan sistem keamanan yang baik sehingga meski berada 30 meter di atas permukaan tanah, konstruksi jembatan cukup terjamin. Jembatan mempunyai lebar ± I meter dan panjang total 64 meter terbuat dari titian pijakan kayu yang diberi pengaman tali baja di kanan kiri dan jaring pengaman.
Jembatan terdiri dari 4 trek menghubungkan 5 pohon Bangkirai. Untuk dapat meniti jembatan terlebih dulu pengunjung harus menaiki anak tangga di menara ulin setinggi ± 30 meter.
Bagaimana Mencapai Kawasan Konservasi Bangkirai?
Bangkirai terletak di antara jalan yang menghubungkan Kota Balikpapan dan Samarinda. Pintu masuk Bangkirai berada 38 km dari Balikpapan dan sekitar 72 km dari Samarinda (Ibu Kota Kalimantan Timur).
Ketika ditemukan gerbang Kawasan Konservasi Bangkirai, pengunjung masih harus menempuh perjalanan 20 km sebelum mencapai kawasan hutan melewati daerah pertambangan batubara. Perjalanan dapat ditempuh dengan mobil maupun motor. Belum terdapat kendaraan umum yang khusus melayani rute ini, pengunjung yang tidak memiliki kendaraaan pribadi harus menyewa kendaraan sendiri.
Bagaimana dengan Akomodasi?
Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana hutan lebih lama, tersedia penginapan berupa cottage dengan AC dan tanpa AC dengan harga relatif terjangkau.
Apa Saja Yang Dapat Dinikmati?
Sensasi Adrenalin
Sensasi ayunan jembatan ketika dilewati dan angin yang berhembus adalah tantangan bagi orang-orang pencinta pemicu adrenalin. Pengunjung yang melewati jembatan ini harus pandai mengatur keseimbangan tubuh ketika berjalan dan mengatasi rasa ngeri karena ketinggian.
Pemandangan Kawasan Hutan Konservasi
Dari atas, pengunjung dapat memandangi tanpa batas kawasan hutan seluas 510 hektar ini. Dapat terlihat pohon Bangkirai yang sudah berumur ratusan tahun dengan diameter batang mencapai 2-3 rentang tangan orang dewasa.
Kekayaan Fauna
Terdapat beberapa spesies binatang unik seperti kera ekor panjang, lutung merah, babi hutan dan rusa sambar. Fauna penghuni kawasan konservasi adalah binatang asli yang mendiami kawasan ini.
Kekayaan Flora
Selain terdapat pohon Bengkirai yang dapat mencapai usia 150 tahun, juga terdapat berbagai macam anggrek hutan. Salah satu anggrek unik dan menjadi maskot Kalimantan Timur adalah anggek hitam.
Bangkirai menjadi salah satu bukti kekayaan alam Kalimantan yang harus dilestarikan. Jika dapat dijadikan alternatif berlibur dengan harga murah dan sekaligus mendukung program konservasi, kenapa tidak Anda lakukan?

