logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh

Jenderal Basuki Rahmat, Saksi Supersemar


Ilustrasi jenderal basuki rahmat

Jenderal Basuki Rahmat termasuk salah satu tokoh populer yang dikaitkan dengan surat perintah sebelas maret atau Supersemar. Menurut Sukardjo Wilardjito–pengawal Presiden Soekarno–Jenderal Basuki Rahmat adalah satu dari empat orang jenderal yang mengantarkan Surat Perintah dari Markas Besar Angkatan Darat untuk ditandangi secara paksa oleh Soekarno.

Tiga jenderal lainnya adalah M. Yusuf, M. Panggabean, dan Amir Mahmud. Namun, kesaksian pengawal Presiden Soerkarno ini masih perlu diteliti kebenarannya karena pendapat umum yang selama diyakini bahwa para pengantar surat itu hanya tiga orang jenderal.

Masa Hidup Jenderal Basuki Rahmat

Basuki Rahmat lahir di Tuban, Jawa Timur pada 4 November 1923. Sebagai seorang politisi, jabatan penting yang pernah dipegang oleh Jenderal Basuki Rahmat adalah menjadi Menteri Veteran Letnan periode 1964-1966 pada Kabinet Dwikora pimpinan Soekarno. Dalam bidang politik juga, Basuki Rahmat menjadi salah satu saksi kunci peristiwa Supersemar bersama Jendral Amir Mahmud dan M. Yusuf.

Di awal disebutkan bahwa saksi dan pengantar naskah surat supersemar adalah empat orang ditambah Jendral M. Panggabean. Inilah satu dari sekian banyak kontroversi tentang terbitnya surat perintah sebelas maret ini, di samping masalah otensitas naskahnya sendiri.

Pada masa pemerintahan Soekarno, Jenderal Basuki Rahmat pernah menjabat menteri dalam negeri periode 24 Februari 1966 – 17 Oktober 1967 dan tercatat sebagai menteri dalam negeri Republik Indonesia yang ke-16. Kemudian dilanjutkan pada saat pemerintahan orde baru dibawah kendali Jendral Soerharto, 17 Oktober 1967 – 9 Januari 1969 sebelum akhirnya digantikan oleh rekan sejawatnya, Jendral Amir Mahmud. 

Jenderal Basuki Rahmat juga pernah menjabat sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia untuk periode 24 Februari 1966 – 26 Maret 1966 menggantikan pendahulunya, Rusiah Sardjono. Kemudian jabatan yang dipegangnya ini digantikan oleh Muljadi Djojomartono.

Akhir Hidup Sang Jenderal

Karir cemerlang dalam pemerintahan dan ketentaraan, tak terlalu lama bisa dinikmati karena penyakit jantung telah menggerogotinya dan menjadi penutup sisa usianya. Tanggal 9 Januari 1969, menjadi hari terakhir beliau menghirup udara.

Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Jenderal Basuki Rahmat yang dikenal sebagai jenderal dan juga politikus ini, ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Basuki Rahmat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada 10 Januari 1969, sehari setelah beliau wafat.

Sayang, belaiu pergi dalam usia yang relatif muda, 45 tahun. Padahal jika berumur panjang, sebagai orang penting dan saksi kunci surat perintah sebelas maret yang mengantarkan Jendral Soeharto menduduki kursi kepresidenan, banyak jabatan strategis yang bisa dipegangnya seperti yang pernah dilakoni teman-teman seangkatannya, Jendral Amir Mahmud dan Jendral M. Yusuf.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Tokoh Sosiolog - Seri Para Tokoh Sosiologi Dunia
  • Mengulas Biografi John Lennon
  • Biodata Raditya Dika Lengkap Seputar Kesuksesannya
  • Kisah Mark Zuckerberg, Sang Pencipta Facebook
  • Kiichiro Toyoda - Tokoh Jepang Pendiri Toyota
  • Biografi Osama Bin Laden - Cerita Tentang Pergerakan Osama Melawan Dunia Barat
  • Memahami Tingkah Presiden Gusdur
  • Abraham Lincoln, Presiden Penentang Perbudakan
  • Tokoh-Tokoh Geografi Penjelajah Bumi
  • Menyimak Cerita dalam Biografi Hatta
  • Tokoh Wanita Dunia - Bunda Teresa dan Kaum Miskin
  • Biografi Tokoh Buya Hamka
  • Tokoh-Tokoh Wayang: Arjuna, Tokoh Kontroversial
  • Fundamentalisme Islam dan Tokoh Ikhwanul Muslimin
  • Belajar Sukses dari Dua Tokoh Entrepreneur Dunia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA