logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Ilmu Biologi

Ciri dan Jenis-Jenis Bakteri


Ilustrasi jenis-jenis bakteri

Terdapat cukup banyak jenis-jenis bakteri yang tersebar luas di berbagai tempat. Penyebaran bakteri lebih luas dibandingkan dengan organisme hidup yang lain. Bakteri tersebar di udara, tanah, dan air. Mereka hidup pada tubuh organisme hidup yang lain serta pada bahan organik yang mati, seperti bangkai, kotoran, sampah, humus, dan susu.

Bakteri

Para peneliti bakteri terdahulu berpendapat bahwa bakteri adalah hewan-hewan kecil dan mengelompokkannya bersama hewan mikroskopis yang disebut protozoa. Kemudian, bakteri digolongkan ke dalam tumbuh-tumbuhan oleh banyak ahli biologi dan diklasifikasikan dengan nama schizomycophyta, yang artinya, ”tumbuhan jamur yang membelah diri”.

Hal ini didasarkan pada proses perkembangbiakan bakteri tidak melalui kawin, tapi melalui proses pembelahan sel sederhana. Pembelahan sel mungkin terjadi dengan kecepatan luar biasa, yaitu setiap 15 atau 20 menit dalam keadaan suhu, kelembapan, dan jumlah makanan yang sesuai.

Organisme bakteri adalah salah satu organisme mikroskopik karena organisme ini sulit untuk dideteksi, terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Akan tetapi, setelah abad ke-19, mulai berkembang ilmu tentang mikroorganisme, terutama bakteri (bakteriologi). Ciri-ciri umum bakteri adalah sebagai berikut.

  • Bakteri bersel satu dengan ukuran sangat kecil. Ukuran terbesar jarang melebih, 0,005 mm. Beberapa bakteri hanya berukuran 0,00015 mm, sehingga hanya dapat dilihat melalui mikroskop.
  • Secara umum ada tiga bentuk tubuh bakteri, yaitu lonjong/bulat (kokus), batang/silinder (basilus), dan berbentuk spiral/sekrup (sprilium).
  • Bakteri memiliki dinding sel yang sangat tipis, yang terdiri atas selulosa dan kitin.

Seiiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, ilmu tentang bakteri telah berhasil ditelusur oleh para ilmuan. Para ilmuan yang berperan penting dalam perkembangan ilmu tersebut adalah Robert Hooke, Antoni van Leeuwenhoek, Ferdinand Cohn, dan Robert Koch.

Pada tahun 1828, Ehrenberg memperkenalkan istilah bacterium yang diambil dari bahasa Yunani bakterion, yang berarti batang-batang kecil. Setelah Louis Pasteur melakukan berbagai percobaan, istilah bakteri ini mulai berkembang dan melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. Jadi, Bakteriologi adalah salah satu cabang mikrobiologi yang mempelajari biologi bakteri.

Pada tahun 1635-1703, seorang ahli matematika dan sejarahwan berkebangsaan Inggris, Robert Hooke, menulis sebuah buku yang berjudul “Micrographia” (1665) yang berisi tentang hasil pengamatan yang dilakukannya menggunakan mikroskop sederhana.  

Akan tetapi, Robert Hook belum dapat menemukan struktur pada bakteri, sedangkan dalam bukunya, tergambar hasil penemuannya mengenai tubuh buah kapang. Tapi, buku ini menjadi sumber dari deskripsi awal dari mikroorganisme.

Pada era yang sama dengan Robert Hook, Antoni van Leeuwenhoek (1632-1723) melakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop sangat sederhana. Kemudian, ia terinspirasi oleh Robert Hooke untuk membuat sebuah mikroskop rancangan sendiri dengan hasil baik yang kemudian pada tahun 1684 digunakan untuk mengamati makhluk mikroskopik pada berbagai media alami.

Pada tahun 1676, Antoni van Leeuwenhoek untuk pertama kalinya berhasil menemukan bakteri di dunia. Kemudian hasil temuannya tersebut dikirimkan ke Royal Society of London dan dipublikasikan pada tahun 1684.

Hasil dari penemuan ini mendapatkan konfirmasi yang banyak dari para ilmuan lainnya. Sejak saat itulah, mulai berkembang ilmu tentang mekroorganisme, selain ilmu tentang bakteri.

Seorang botanis berkebangsaan Breslau (Polandia), Ferdinand Cohn (1828-1898), berhasil menemukan tentang bakteri yang resisten terhadap panas. Ia tertarik untuk meneliti kelompok bakteri ini, sehingga ia menemukan kelompok bakteri penghasil endospora yang resisten terhadap suhu tinggi.

Selain itu, Ferdinand Cohn juga berhasil menjelaskan siklus kehidupan bakteri Bacillus, yang sekaligus menjelaskan mengapa bakteri ini bersifat tahan panas. Setelah itu, ia membuat dasar klasifikasi bakteri sederhana dan mengembangkan beberapa metode untuk mencegah terjadinya kontaminasi pada kultur bakteri. Kemudian, metodi ini dugunakan oleh para ilmuan lain, seperti Robert Koch.

Seorang ahli fisika kebangsaan Jerman, Robert Koch (1843-1910), melakukan banyak penelitian mengenai penyakit bakteri yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Pada awalnya, para ilmuan mempelajari penyakit antraks yang menyerang banyak hewan ternak karena adanya bakteri Bacillus anthracis, salah satu bakteri penghasil endospora.

Selain itu, Robert Koch juga adalah orang yang pertama kali menemukan isolat murni Mycobacterium tuberculosis, yaitu bakteri penyebab penyakit tuberkulosis (TBC).

Robert Koch berkat dua penelitian mengenai penyakit yang disebabkan oleh bakteri tersebut berhasil membuat Postulat Koch, yaitu sebuah teori mengenai mikroorganisme spesifik untuk penyakit yang lebih spesifik.

Robert Koch juga berhasil menemukan sebuah metode untuk mendapatkan isolat murni dari bakteri. Penemuan lainnya adalah penggunaan kultur padat untuk menumbuhkan bakteri di luar habitat aslinya.

Penelitian tersebut pada awalnya, ia menggunakan potongan kentang dan kemudian dikembangkan dengan menggunakan nutrien gelatin. Akan tetapi, nutrien gelatin banyak kekurangannya, sehingga diganti dengan sejenis polisakarida. Hal tersebut adalah ide dari istri waler Hesse yang juga bekerja bersama Robert Koch.

Jenis-Jenis Bakteri

Pertumbuhan dan reproduksi bakteri dipacu oleh dukungan dari kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan yang dapat memicu pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu, kelembapan, dan cahaya.

Pengamatan sel bakteri terhadap parameter pertumbuhan tersebut dapat diamati oleh beberapa alat, seperti mikroskop optikal, mikroskop elektron, dan atomic force microscope (AFM). Berdasarkan kondisi lingkungan berupa kisaran suhu, bakteri dapat dibagi menjadi empat golongan, yaitu sebagai berikut.

  • Bakteri psikrofil adalah bakteri yang hidup pada lingkungan dengan suhu 0°– 30 °C dengan suhu optimum 15 °C.
  • Bakteri mesofil adalah bakteri yang hidup pada lingkungan dengan suhu antara 15°– 55 °C dengan suhu optimum 25°– 40 °C.
  • Bakteri termofil adalah bakteri yang dapat hidup pada lingkungan dengan suhu tinggi antara 40°– 75 °C dengan suhu optimum 50°– 65 °C.
  • Bakteri hipertermofil adalah bakteri yang hidup pada lingkungan dengan kisaran suhu 65°– 114 °C dengan suhu optimum 88 °C.

Selain itu, bakteri mempunyai peranan penting di dalam kehidupan manusia. Ada yang menguntungkan dan merugikan bagi manusia. Bakteri dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Bakteri yang berbahaya

Bakteri yang berbahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya disebut bakteri patogenik. Bakteri ini merupakan penyebab penyakit kolera, difteri, lepra, disentri, tifus, tetanus, meningitis, pneumonia, dan berbagai infeksi.

Selain pada manusia, bakteri yang bersifat patogenik juga dapat menyerang hewan dan tumbuhan. Bakteri juga menghancurkan sejumlah makanan. Mereka menyebabkan pengasaman susu, kerusakan mentega, dan merusak buah dan sayur. Toksin atau racun bakteri dalam makanan yang rusak dapat menyebabkan peracunan ptomalin, botulisme, dan berbagai jenis keracunan makanan lain.

Salah satu bakteri yang berbahaya lainnya adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis, yaitu bakteri penyebab tuberculosa yang mempunyai takson, filum (Actinobacteria), ordo (Actinomycet), sub ordo (Corynebacterineae), famili (Mycobacteriaceae), genus (Mycobacterium).

Bakteri ini adalah jenis bakteri obligat aerob, artinya bakteri ini dapat hidup jika di lingkungannya ada oksigen. Tanpa oksigen, bakteri ini tak dapat hidup. Mycobacterium tuberculosis berkembang biak secara membelah diri setiap 16 hingga 20 jam. Berbeda dengan bakteri biasa yang membelah lebih cepat, bahkan dalam hitungan menit (contohnya saja  E. coli yang membelah kurang dari 20 menit).

Bakteri ini ukurannya sangat kecil, yaitu sepersepuluh juta hinga dua persepuluh juta meter atau 0,1-0,2 mikrometer. Bentuknya batang kecil dan kebal terhadap desinfektan. Bakteri ini juga mampu bertahan hidup di tempat yang kering. Ia juga bersifat parasit terhadap inangnya.

Bakteri TBC mempunyai dinding sel tebal yang mengandung zat lilin. Zat lilin ini berperan dalam terbentuknya fase atau formasi granoluma atau bintil atau nodul yang terlihat pada hasil foto rontgen paru-paru penderita TBC.

2. Bakteri yang bermanfaat

Selain berbahaya, jenis bakteri juga ada yang bermanfaat bagi manusia. Bakteri memainkan peranan penting dalam pembuatan cuka, jenis keju tertentu, dan sebagainya. Berbagai bahan kimia organik yang berharga juga merupakan produk  atau bagian dari kegiatan bakteri. Di antaranya, aseton, yang banyak digunakan industri, dan butanol yang berfungsi sebagai pelarut vitamin.

Bakteri tertentu malah dapat menghasilkan antibiotik atau obat. Di antara antibiotik penting yang dihasilkan oleh bakteri adalah streptomisin. Antibiotik streptomisin efektif untuk pengobatan tuberkolosis dan tularemia. Sedangkan, antibiotik aureomisin dan teramisin yang sangat efektif terhadap infeksi usus, urine, dan infeksi lainnya.

Satu jenis bakteri yang menyebabkan sakit dapat digunakan untuk membuat vaksin atau serum. Serum tersebut digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit yang disebabkan untuk mencegah atau mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang sama. Semoga informasi jenis-jenis bakteri tersebut bermanfaat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Percepat Proses Pencernaan dengan Enzim Pencernaan
  • Mengenal Hewan-hewan Berdarah Dingin
  • Mengenal Palem Kipas
  • Pencernaan Makanan Pada Manusia
  • Manfaat Bakteri Pengurai
  • Bromelin, Enzim Alami Buah Nanas
  • Fungsi Sel Tumbuhan
  • Karakteristik Sel Hewan dan Perbedaannya dengan Sel Tumbuhan
  • Mengenal Struktur dan Fungsi Mitokondria
  • Apa Itu Taksonomi Tumbuhan?
  • Mengenal Sejarah Bioteknologi dan Perkembangannya
  • Jenis dan Contoh Tumbuhan Herba
  • Invertebrata – Koloni Terbanyak di Alam
  • Kelompok Protista: Jamur Air
  • Macam Tumbuhan Paku
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA