logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Teknik Lingkungan

Jenis-jenis Limbah Cair dan Limbah Padat di Sekitar Kita


Ilustrasi jenis jenis limbah

Limbah atau sisa buangan sampah terkadang memang cukup merepotkan dan membuat kita tidak mau mengelolanya. Bahkan, tidak jarang terdapat jenis-jenis limbah yang tergolong berbahaya dan dapat mengancam kelestarian lingkungan maupun kehidupan yang berdampak pada kesehatan manusia juga kestabilan ekosistem makhluk hidup lainnya.

Jenis-jenis Limbah Menurut Karakteristiknya

Limbah adalah sisa-sisa atau hasil buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, bisa berasal dari kegiatan industri, aktivitas rumah tangga, dan lain sebagainya. Kehadiran limbah seringkali tidak dikehendaki oleh lingkungan beserta manusianya. Jenis-jenis limbah yang berasal dari apapun biasanya dianggap tidak mempunyai nilai ekonomis dan cenderung merugikan.

Pendapat itu bisa jadi benar karena dalam kadar tertentu, keberadaan limbah dapat menimbulkan dampak negatif atau efek yang tidak baik bagi lingkungan hidup dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, perlu dilakukan cara penanganan yang tepat untuk mengelola jenis-jenis limbah tersebut agar tidak terlalu membahayakan.
   
Di masa sekarang ini, banyak limbah yang sudah dikelola dengan baik, bahkan didaur-ulang untuk dimanfaatkan kembali. Daur ulang dapat diartikan sebagai sebuah proses untuk mengubah barang bekas menjadi barang yang lebih baru dan bisa difungsikan kembali. Dengan adanya daur ulang, potensi negatif yang ditimbulkan oleh keberadaan limbah dapat ditekan dan justru akan menghasilkan barang baru yang berguna bagi kehidupan.

Jenis-jenis limbah sendiri dapat dibedakan melalui beberapa kategori, salah satunya adalah berdasarkan karakterstiknya. Adapun jenis-jenis limbah menurut karakteristik dan cara pengelolaannya terdiri dari 4 macam, yakni limbah cair, limbah padat, limbah gas dan partikel, serta limbah berbahaya dan beracun (B3). Adapun yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah limbah cair dan limbah padat yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Jenis-jenis Limbah (1) – Limbah Cair 

Seperti namanya, limbah cair adalah sisa-sisa pembuangan yang berupa cairan. Limbah jenis ini biasanya berasal dari sisa produksi pabrik yang menggunakan air dalam proses produksinya. Selain itu, pabrik tersebut juga memakai bahan baku yang mengandung air sehingga menghasilkan sisa produksi yang harus dibuang berupa air.

Seringkali air yang digunakan dalam proses produksi dicampur dengan bahan kimia tertentu untuk penggunaannya. Misalnya, air yang digunakan untuk mencuci hasil produksi dan setelahnya baru dibuang. Nah, sisa-sisa air buangan yang sebelumnya telah dicampur dengan bahan kimia inilah yang kemudian menjadi limbah, yaitu limbah cair.

Jenis-jenis limbah cair tentunya memiliki kadar dan tingkat membahayakan yang berbeda satu sama lain, tergantung kandungan kimiawi yang terkandung dalam limbah tersebut, juga cara pengelolaan limbah sebelum dibuang. Salah satu jenis industri yang menghasilkan limbah cair berbahaya adalah industri pengelolaan hasil hutan, sebut saja pabrik pembuatan kertas dan lain sebagainya.

Namun, cukup banyak juga tipe industri lain yang menghasilkan jenis-jenis  limbah berupa cairan, seperti pabrik gula (pengolahan tebu) dan industri rumah tangga, misalnya industri pembuatan makanan (pabrik tahu, tempe, kecap, sirup, dan lain sebagainya).

Yang patut diperhatikan, sisa-sisa limbah cair ini seringkali dialirkan ke sungai yang terdekat dengan lokasi pabrik sehingga pencemaran lingkungan (air sungai) yang berdampak pada biota sungai dan juga manusia cukup besar berpotensi menimbulkan efek-efek yang sangat mungkin bisa membahayakan.

Untuk limbah cair yang dihasilkan dari pabrik gula, misalnya, biasanya dialirkan ke sungai-sungai yang dekat dengan lokasi pabrik. Bahkan, tidak jarang limbah cair tersebut dialirkan begitu saja ke area persawahan di sekitar pabrik.

Untuk industri berskala besar, seperti industri pemanfaatan hasil hutan, industri tambang, dan sebagainya, pengelolaan limbah dari sisa-sisa produksi yang ditimbulkannya boleh jadi telah dilakukan dengan cukup baik sehingga limbah sudah tidak begitu berbahaya lagi ketika dibuang.

Namun, meskipun sudah diolah sehingga potensi berbahayanya dianggap sudah bisa diminimalisir, namun yang namanya limbah tetap saja harus diwaspadai dampaknya bagi alam, lingkungan, dan makhluk hidup.

Yang lebih mengkhawatirkan justru industri berskala kecil, termasuk industri rumah tangga di mana masih banyak pemilik pabrik rumahan yang abai dengan lingkungan dan membuang limbah cair begitu saja, misalnya dengan mengalirkannya ke sungai, tanpa memperhatikan dampak dan efek buruknya bagi lingkungan dan manusia.

Oleh karena itu, cara pengelolaan hasil limbah cair yang baik harus sering disosialisasikan kepada masyarakat supaya dampak negatif dari limbah tersebut mampu ditekan dan bisa dikelola bersama-sama, antara pemilik pabrik dan masyarakat sekitar.

Pengolahan jenis-jenis limbah cair sendiri bisa dilakukan dengan beberapa cara, antara lain: pengolahan secara fisika, pengolahan secara kimia, dan pengolahan secara biologi. Selain bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, ketiga cara pengolahan limbah cair tersebut dapat pula dikombinasi untuk mengolah suatu jenis limbah cair tertentu.

Jenis-jenis Limbah (2) – Limbah Padat

Limbah padat merupakan sisa-sisa hasil pembuangan yang berupa sampah dengan wujud padat. Limbah padat bisa berasal dari industri yang berskala besar (pabrik), industri yang berskala kecil (industri rumahan), perkantoran, aktivitas rumah-tangga, dan lain sebagainya.

Secara garis besar, jenis-jenis limbah padat dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu limbah padat yang bisa didaur ulang dan limbah padat yang tidak mempunyai nilai ekonomis alias tidak bisa didaurulang.

Limbah padat yang bisa didaur ulang, misalnya kertas, kaca, tekstil, plastik, logam, dan lain-lain. Pengelolaan jenis limbah ini tentu saja bisa dilakukan dengan cara mengolahnya kembali untuk dijadikan barang baru yang dapat digunakan kembali.

Sedangkan untuk jenis-jenis limbah padat yang tidak memiliki nilai ekonomis atau yang tidak dapat didaur ulang tentunya harus diperlakukan dengan cara-cara yang khusus agar tidak menimbulkan efek yang membahayakan bagi lingkungan.

Biasanya, para pelaku industri tidak melakukan pengelolaan limbah padat dengan baik sehingga berpotensi menimbulkan berbagai masalah. Limbah padat biasanya hanya dikelola dengan perlakuan yang seadanya, seperti ditimbun atau ditumpuk, dibakar, dan dibuang tanpa perencanaan terlebih dulu.

Limbah padat yang ditimbun atau ditumpuk di suatu area tertentu sangat berpotensi menimbulkan pencemaran selain membuat lingkungan sekitarnya menjadi tidak nyaman dipandang mata. Pencemaran yang sangat mungkin timbul adalah bau yang tidak sedap dan bisa mengganggu permukiman penduduk di sekitar tempat penimbunan tersebut.

Bau yang berasal dari pembusukan jenis-jenis limbah padat itu pastinya akan menimbulkan reaksi kimia dan menghasilkan gas tertentu. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan pada permukaan tanah. Selain itu, air di dalam tanah pun bisa tercemar oleh unsur-unsur negatif yang terkandung di dalam limbah padat itu sehingga menurunkan kuaitas air tanah, bahkan tidak menutup kemungkinan akan berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia.

Limbah padat yang dibakar juga akan menimbulkan masalah, terutama polusi udara. Proses pembakaran dalam kuantitas yang cukup besar tentunya akan menimbulkan asap yang sangat mungkin bisa mengganggu pernafasan.

Belum lagi apabila ada benda-benda yang mengandung bahan kimia di limbah padat itu sehingga jika dibakar akan berpotensi memunculkan reaksi yang kurang baik. Selain asap, bau dan debu akibat pembakaran juga bisa menimbulkan masalah bagi lingkungan dan penduduk sekitar.

Sedangkan pengelolaan limbah padat dengan cara dibuang tanpa rencana juga sangat berpotensi membahayakan lingkungan dan makhluk hidup. Misalnya, limbah padat yang dibuang begitu saja ke sungai akan mencemari air sungai, lingkungan, dan makhluk hidup yang memanfaatkan air sungai tersebut.

Jika tidak dibuang ke sungai dan hanya dibuang ke tempat-tempat tertentu begitu saja, limbah padat tentu saja berpotensi besar dapat merusak alam dan lingkungan, manusia, serta merugikan ekosistem makhluk hidup yang berkehidupan di sana. Oleh karena itu, diperlukan pertimbangan yang benar-benar bijak dalam mengelola jenis-jenis limah padat sebelum dibuang begitu saja.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Lingkungan Laut, Lingkungan Dunia Lain
  • Pembagian Lingkungan Hidup Berdasarkan Sifatnya
  • Pencemaran Sungai, Pembantaian Kehidupan
  • Serba-serbi Erosi
  • Cara Membuat Sabun di Rumah, Gampang dan Aman!
  • Contoh Amdal Industri untuk Memahami Hak Lingkungan
  • Cara Penanggulangan Pencemaran Air - ANNEAHIRA.COM
  • Solusi Tepat untuk Tanah Tercemar
  • Pengertian AMDAL Sebagai Pengendali Pembangunan
  • Ancaman Serius dari Pencemaran Air dan Udara
  • Cara Penanggulangan Limbah dengan Proses Bioremediasi
  • Mengapa Amdal Lingkungan Penting?
  • Akibat Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Manusia
  • Metode Penanganan Limbah Padat
  • Cara Mengatasi Pencemaran Lingkungan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA