logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Industri & Perdagangan    Pertanian    Ilmu Pertanian

Jenis-jenis Penyakit pada Tanaman Bawang


Seperti yang kita ketahui bersama, salah satu hambatan yang sering ditemui oleh para petani adalah penyakit pada tanaman. Tidak terkecuali pada pertanian bawang merah, ada banyak jenis-jenis penyakit yang seringkali menyerang usaha pertanian ini. Berikut adalah jenis-jenis penyakit yang seringkali menyerang tanaman bawang merah yang penting untuk diketahui.

1. Jenis-jenis Penyakit Tanaman Bawang - Antraknose atau Otomatis

Penyakit antraknoses adalah salah satu jenis-jenis penyakit pada bawang merah yang disebabkan oleh cendawan Coletrotrichum gloespoiroides Penz. Dalam pertanian bawang merah, kerusakan tanaman yang disebabkan oleh penyakit ini terbilang sangat besar, yakni mencapai 50-100%. Gejala serangan yang dapat diamati adalah tanaman yang terinfeksi akan mati dengan cepat dan serentak.

Serangan awal penyakit ini ditandai dengan munculnya bercak putih pada daun, kemudian akan terbentuk lekukan ke dalam (invaginasi) berlubang dan patah karena terkulai tepat pada bercak tersebut. Jika infeksi berlanjut, maka terbentuk koloni konidia yang berwarna merah muda, lalu berubah menjadi coklat muda, coklat tua, hingga akhirnya berubah menjadi kehitam-hitaman.

Dalam kondisi kelembapan yang tinggi di musim penghujan, konidia berkembang cepat membentuk miselia yang tumbuh menjalar dari helaian daun masuk menembus sampai ke umbi dan seterusnya menyebar ke prmukaan tanah, berwarna putih, dan menginfeksi inang yang berada di sekitarnya. Umbi membusuk, daun mongering, dan sebaran serangan yang sporadis, pada hamparan terlihat botak-botak di beberapa tempat.

Pengendalian penyakit antraknose dapat dilakukan sengan cara rotasi tanaman, waktu tanam pada musim kemarau, sanitasi, dan perbaikan drainase. Selain itu, pengendalian dapat juga dilakukan dengan menggunakan bibit umbi yang bebas penyakit, kulivar yang tahan terhadap penyakit ini (sumenep), perlakuan umbi bibit dengan fungisida, dan aplikasi fungisida, seperti antracol 70 WP, Dithane M-45 80 WP, dan daconil 75 WP.

2. Jenis-jenis Penyakit Tanaman Bawang - Trotol atau Bercak Daun

Penyebab penyakit trotol adalah cendawan Alternaria porri (Ell) Cif. Gejala serangan yang dapat diamati adalah pada bagian yang berwarna ungu atau lebih gelap dapat ditemukan konidiofor yang mampu berkecambah membentuk konidiospora. Proses sporulasi sangat dibantu oleh kondisi cuaca yang lembap, mendung, hujan rintik-rintik, dan kelembapan udara (rH) 90%.

Gejala infeksi awal menimbulkan bercak berukuran kecil, melekuk ke dalam, dan berwarna putih dengan pusat yang berwarna ungu (kelabu). Apabila cuaca lembap, serangan akan berlanjut dengan cepat, bercak berkembang sehingga menyerupai cincin dengan bagian tengah yang berwarna ungu dan tepi yang kemerahan. Bagian tepi ini dikelilingi oleh warna kuning yang dapat meluas, baik ke bagian atas maupun ke bagian bawah bercak.

Gejala lainnya adalah ujung daun mengering, bahkan daun menjadi patah. Permukaan bercak akhirnya berwarna coklat kehitaman. Serangan pada daun ini dapat berlanjut pada bagian umbi sehingga umbi akan membusuk dan berwarna kuning, lalu berubah menjadi merah kecoklatan.

Pada umbi yang busuk, awalnya akan menjadi berair yang dimulai dari bagian leher, kemudian jaringan umbi yang terinfeksi akan mengering dan berwarna lebih gelap. Umbi bibit dapat menjadi sumber infeksi pada generasi berikutnya.

Pengendalian penyakit trotol dapat dilakukan dengan cara rotasi atau pergiliran tanaman yang bukan berasal dari family bawang-bawangan, waktu tanam pada musim kemarau, sanitasi kebun, perbaikan drainase tanah, dan penggunaan bibit yang sehat.

Selain itu, penanggulangan dapat dilakukan dengan cara melakukan penyiraman dengan air bersih setelah turun hujan pada siang hari dan aplikasi fungisida yang dianjurkan, seperti antracol 75 WP, Dithane M-45 80 WP, daconil 75 WP, dan delsene MX-200 80 WP.

3. Jenis-jenis Penyakit Tanaman Bawang - Embun Bulu atau Tepung Palsu

Penyebab penyakit ini adalah cendawan Poronospora destructor (Berk) Casp. Keadaan lingkungan yang lembap, berkabut, dan curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan cendawan membentuk massa spora yang banyak sehingga taerlihat sebagian bulu-bulu halus berwarna ungu menutupi daun bagian luar dan juga bagian umbi.

Gejala serangan penyakit ini bersifat lokal dan sistemik. Gejala infeksi akan terlihat lebih jelas ketika daun basah terkena embun. Gejala terjadi pada awal pertumbuhan tanaman. Sekalipun tanaman mampu bertahan hidup, maka pertumbuhannya akan terhambat. Daun akan berwarna hijau pucat dan muncul bercak infeksi pada daun yang dapat menyebar ke bagian bawah mencapai umbi lapis serta menjalar ke seluruh lapisan yang mengakibatkan warnanya menjadi coklat.

Serangan berat dapat mengakibatkan umbi membusuk tetapi lapisan luarnya mengering dan mengkerut. Daun-daun pun akan menjadi layu dan mengering. Selain itu, biasanya pada daun akan terlihat anyaman misela yang berwarna hitam. Gejala lokal akibat infeksi sekunder mengakibatkan bercak daun berwarna pucat dan berbentuk lonjong. Bercak ini dapat menimbulkan gejala sistemik pada tanamam lainnya.

Pengendalian penyakit embun bulu dapat dilakukan dengan cara rotasi atau pergiliran tanaman sekitar 2-3 tahun, waktu tanam pada musim kemarau, sanitasi kebun, dan perbaikan drainase kebun. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan cara menggunakan umbi bibit yang sehat dan melakukan aplikasi fungisida, seperti delsene MX-200 80 WP dan daconil 75 WP.

4. Jenis-jenis Penyakit Tanaman Bawang - Moler atau Layu

Penyakit moler atau layu merupakan penyakit pada tanaman bawang merah yang disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum Hanz. Penyakit ini umumnya menyerang bagian dasar umbi lapis sehingga pertumbuhan akar dan umbi menjadi terganggu. Gejala serangan yang dapat diamati secara visual adalah daun yang mengering dan cenderung terpelintir.

Selain itu, tanaman bawang menjadi sangat mudah tercabut karena pertumbuhan akar terganggu, bahkan membusuk. Pada dasar umbi terlihat cendawan berwarna putih, sedangkan pada umbi lapis yang dipotong membujur terlihat adanya pembusukan yang berawal dari dasar umbi dan meluas ke atas maupun ke samping. Tanaman akan mati mulai dari ujung daun dan cepat menjalar ke bagian bawah.

Pengendalian penyakit moler atau layu ini dapat dilakukan dengan cara menghindari bawang yang sudah terjangkit, perbaikan drainase tanah, penggunaan umbi sehat untuk bibit, dan menghindari terjadinya luka pada saat pemeliharaan tanaman.

5. Jenis-jenis Penyakit Tanaman Bawang - Ngelumpruk atau Leumpeuh

Penyebab penyakit ini adalah cendawan Stemphlium vesicarium (Wallr Simmons). Gejala yang dapat diamati dari serangan penyakit ini adalah munculnya bercak-bercak putih kekuningan pada seluruh bagian tanaman.

Penyebaran penyakit berlangsung dengan sangat cepat sesuai dengan arah bertiupnya angin di sekitar pertanian atau perkebunan. Cendawan ini mampu mematikan tanaman dengan cepat dan serentak. Tanaman yang mati karena cendawan ini akan terlihat terkulai seperti tersiram air panas.

Pengendalian penyakit ngelumpruk pada dasarnya sama dengan pengendalian Altenaria porri, yaitu dengan cara melakukan rotasi tanaman yang bukan berasal dari family bawang-bawangan. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan melakukan waktu tanam pada musim kemarau, sanitasi kebun, perbaikan sistem drainase tanah, penggunaan bibit yang sehat, dan dapat juga dilakukan aplikasi fungisida, seperti antracol 75 WP, Dithane M-45 80 WP, daconil 75 WP, dan delsene MX-200 80 WP.

Nah, itulah jenis-jenis penyakit penting yang sering menyerang tanaman bawang merah. Jika jenis-jenis penyakit itu tidak ditanggulangi dengan segera, maka bersiaplah untuk mendapatkan kerugian. Untuk itu, dengan adanya artikel tentang macam-macam penyakit dan cara penanggulangannya ini, diharapkan petani bisa sedari awal mendeteksi adanya ancaman penyakit sehingga bisa dilakukan penanggulangan dengan segera dan pada akhirnya terbebas dari intaian kerugian.

Semoga bermanfat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kelapa - Si Pohon Multimanfaat
  • Jenis-jenis Hama pada Tanaman Bawang
  • Definisi Tanah bagi Kehidupan Manusia
  • Jurnal penelitian pertanian
  • Pengenalan Berbagai Jenis Tanaman Bawang Merah
  • Geografi Pertanian
  • Pemkot Bandung Komit dengan Pembangunan
  • Menyusun Proposal Penelitian Pertanian
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA