Mengenal Jenis-jenis Komunikasi

Pada dasarnya komunikasi dapat digolongkan dalam dua jenis, yaitu Komunikasi Verbal (komunikasi dengan kata-kata) dan Komunikasi Nonverbal (komunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh).
Dalam proses komunikasi yang bersifat langsung, yaitu terjadi kontak langsung antara pengirim dengan penerima pesan, kedua jenis komunikasi tersebut biasanya digunakan secara bersama-sama.
Dalam zaman teknologi komunikasi dan informasi yang semakin maju seperti sekarang ini, pengertian kontak langsung dapat berarti penggunaan alat multimedia seperti televisi, video call, dan video conference yang tidak mensyaratkan kontak langsung secara fisik.
Aspek-Aspek Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek sebagai berikut.
- Perbendaharaan kata (vocabulary).
- Kemampuan mengolah kata dan perbendaharaan kata sangat dibutuhkan dalam berkomunikasi karena komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti.
- Kecepatan (Racing).
- Pengaturan kecepatan berbicara yang baik (tidak terlalu cepat atau lambat) akan menyebabkan komunikasi lebih efektif.
- Intonasi/ tekanan suara.
- Kemampuan memberikan intonasi/ tekanan suara yang tepat secara proporsional pada kata-kata yang dipilih akan mempengaruhi arti pesan. Pesan akan menjadi berarti lain bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda.
- Humor.
- Kemampuan menyampaikan humor dapat mengurangi kelelahan penerima pesan dan akan menyebabkan suasana santai sehingga isi pesan dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Humor agar dapat menghilangkan ketegangan dapat disampaikan ketika penerima pesan sudah terlihat lelah dan tegang.
- Singkat dan jelas.
- Kemampuan menyampaikan isi pesan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok masalah sehingga mudah dimengerti akan menyebabkan komunikasi efektif.
- Waktu yang tepat (Timing).
Kemampuan mengelola waktu secara tepat akan membuat penerima pesan tidak merasa membuang waktunya dalam mendengar pesan dari pengirim pesan sehingga proses komunikasi akan menjadi menyenangkan.
Aspek-Aspek Komunikasi Nonverbal
Aspek-aspek komunikasi nonverbal dan pengaruhnya meliputi hal-hal sebagai berikut.
a. Ekspresi Wajah
Kemampuan mengendalikan ekspresi wajah dapat menyebabkan komunikasi menjadi efektif atau sebaliknya karena wajah sendiri merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi dan mencerminkan suasana hati dan emosi pemiliknya.
b. Kontak Mata
Kemampuan untuk melakukan kontak mata dengan penerima pesan diperlukan agar penerima pesan merasa dihargai dan dapat dijadikan kedua belah pihak melakukan observasi terhadap lawan bicaranya. Kontak mata memberi pengaruh baik dalam proses komunikasi.
c. Sentuhan
Proses komunikasi akan berjalan lebih baik dengan sesekali memberikan sentuhan kepada lawan bicara karena dirasakan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat diwujudkan melalui sentuhan.
d. Postur Tubuh dan Gaya Berjalan
Postur tubuh dan cara berjalan harus diperhatikan karena cara seseorang berjalan, duduk, berdiri, dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
e. Sound (Suara)
Berbagai suara yang dikeluarkan dalam proses komunikasi dapat memberikan pesan yang sangat jelas dan mudah dimengerti. Suara merupakan salah satu bentuk ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan sebagai alat berkomunikasi.
f. Gerak Isyarat
Isyarat seperti seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan selama berbicara, sebagai bagian total dari komunikasi merupakan ekspresi keadaan seseorang.
Dengan demikian, berbagai aspek serta peranan dan pengaruhnya dalam berkomunikasi merupakan hal penting bila kita ingin proses komunikasi berjalan dengan baik, efektif, dan mencapai tujuan.






