Jenis Ular Berbisa di Indonesia
Ilustrasi jenis ular berbisa di indonesia
Dalam sebauh ekosistem yang ideal, sebenarnya antara manusia dengan ular tidak akan berpapasan kecuali ada kejadian-kejadian istimewa. Seperti diketahui bahwa habitat ular paling banyak adalah di tempat-tempat yang jauh dari lingkungan manusia, gelap dan tersembunyi. Namun pada saat lingkungan tempat tinggalnya sudah tidak dapat memenuhi kebutuhannya, terutama kebutuhan akan makanan, biasanya ular akan lebih mudah mendekat dan masuk ke lingkungan manusia. Beberapa jenis ular memang memakan apa yang dimakan oleh manusia atau setidaknya sumber makanannya berada di dalam lingkungan manusia. Dengan demikian pada saat ekosistem sudah banyak terganggu atau tidak ideal lagi bagi masing-masing makhluk hidup, peredaran ular harus benar-benar diwaspadai. Kenapa ? Karena cuku banyak diantaranya jenis ular berbisa di Indonesia yang membahayakan sehingga benar-benar harus diwaspadai keberadaannya.
Mengembalikan peredaran ular ke habitat yang sesuai tentu saja bukan perkara mudah, terutama karena kerusakan alam itu sendiri sudah sedemikian parah. Maka langkah yang dinilai efektif untuk menjaga masuknya banyak ular ke dalam habitat manusia adalah dengan cara mengurangi ruang geraknya. Selain itu mengenal berbagai macam karakter ular juga akan cukup membantu, sehingga bisa menghindari hal-hal yang menjadi kegemaran ular agar jangan sampai merambah atau masuk ke habitat manusia.
Sebenarnya jenis ular berbisa yang ada di Indonesia tidak terlalu banyak. Dengan kata lain sebagian besar ular yang hidup di Indonesia termasuk jenis ular yang tidak berbisa. Hanya saja bagi kebanyakan masyarakat melihat ular tetap saja menjijikan sehingga cenderung menyerang untuk memusnahkannya apabila berpapasan atau melihat masuk ke dalam rumah.
Walaupun jumlahnya lebih sedikit, jenis ular berbisa di Indonesia perlu mendapatkan perhatian dan kewaspadaan tinggi, terutama jika penyebarannya sampai ke lingkungan manusia atau penduduk. Tentu saja karena berbisa, bilamana dipatuk atau disembur bisanya akan sangat membahayakan, dari mulai terluka sampai bisa mengancam keselamatan jiwa bila tidak segera ditangani secara cepat dan tepat oleh ahli medis. Keberadaan ular berbisa yang merambah masuk ke dalam habitat manusia, juga bisa membahayakan anak-anak. Mungkin bagi kebanyakan anak-anak, bentuk ular lebih menarik untuk dipermainkan. Bisa dibayangkan apabila anak-anak menemukan ular di halaman tempat mereka bermain, kemudian dijadikan mainan, lalu terkena bisanya, ancaman kematian bisa datang tiba-tiba. Karena itulah mengenali berbagai macam ular biasa merupakan pengetahuan terapan yang baik untuk diketahui orang tua dan anak-anak.
Ciri-Ciri Jenis Ular Berbisa di Indonesia
Agar lebih waspada terhadap penyebaran jenis ular berbisa di Indonesia, maka perlu diperhatikan ciri-ciri dari jenis ular yang termasuk di dalam kategori berbisa atau mematikan tersebut. Beberapa ciri yang mudah dikenali dari ular kategori berbisa antara lain :
- Bentuk kepala
Hal yang paling mudah dikenal dari jenis ular berbisa di Indonesia dapat dilihat dari bentuk kepalanya. Pada umumnya jika kepala ular berbentuk segitiga maupun oval, maka bisa dipastikan bahwa ular tersebut adalah ular berbisa. Tapi, tidak menutup kemungkinan hanya berkepala oval dan segitiga saja yang memiliki bisa, jenis ular yang memiliki bentuk kepala lain juga dapat mengandung bisa pada jenis tertentu. Hanya saja secara umum bila bentuk kepala ular tersebut segitiga atau menyerupai segitiga dan oval, bisa dipastikan mengandung bisa berbahaya. Cara menularkan bisanya bisa karena gigitan bisa pula karena semburan dalam jarak dekat. Dengan demikian menghindari ketika menemukan ular dengan ciri-ciri tersebut jauh lebih aman daripada mencoba untuk menangkapnya tanpa pengetahuan dan keterampilan yang cukup.
- Perilaku
Perilaku dari jenis ular berbisa di Indonesia juga dapat dikelompokkan seperti gerakannya yang lambat namun pada saat bertemu dengan mangsanya akan agresif dan percaya diri. Selain itu, jenis ular berbisa di Indonesia ini juga akan mengeluarkan bunyi yang khas saat terdesak, seperti desis maupun bunyi dari ekornya yang mengandung bisa. Bunyi desis yang khas maupun dari bunyi pergerakan ekornya memang tidak mudah dikenal oleh orang awam apalagi dalam keadaan terdesak dan ketakutan. Namun sebenarnya dalam keadaan Anda tentang, bisa dengan mudah mengenali bunyi desis yang dimaksud.
Namun kalau memang tidak bisa mengenali desisnya, hal pertama yang dapat anda lakukan adalah mengenali bentuk kepala serta perilakunya. Perubahan dari gerakannya lambat namun agresif begitu terdesak atau melihat mangsa, ini juga menandakan kekuatan bisanya. Kalau memang Anda tidak memiliki kemampuan dan keberanian untuk menghadapinya ular dengan dua ciri utama tersebut, akan jauh lebih aman bisa Anda menghindar. Lari kencang atau menghindari berpapasan memang cara yang lebih gampang, apalagi kebanyakan ular berbisa yang ada di Indonesia tidak ada yang memiliki gerakan cepat atau berlari cepat. Bila merasa yakin dengan satu pukulan akan mematikan dan tidak akan terkena bisa, bila terdesak bisa pula memukulnya. Namun tanpa alat yang cukup besar, ular tersebut tak akan mati dalam sekali pukul. Apalagi bila secara psikologis Anda sendiri telah dihantui rasa takut.
- Warna tubuh
Jenis ular berbisa di Indonesia juga dapat dilihat dari ciri-ciri lainnya, yaitu dari warna tubuhnya. Warna tubuh dari jenis ular berbisa ini sebenarnya bervariasi, tapi kita akan lebih mudah mengenali dari warnanya yang cerah/terang, biasanya ada motif seperti totol atau bulatan maupun garis yang berselang seling, seperti warna kuning keemasan dengan hitam. Hati-hatilah bila menemukan ular dengan ciri tubuh seperti itu. Kebanyakan memang berbisa sekalipun ada jenis tertentu yang tubuhnya totol-totol namun tidak mengandung bisa. Hanya saja sekalipun tidak mengandung bisa, kalau dipatuk atau dibelit ular tetap saja membahayakan.
Jenis Ular Berbisa di Indonesia
Contoh jenis ular berbisa di Indonesia antara lain ular sendok atau Naja sp, yang dikenal juga dengan nama cobra. Ular ini termasuk jenis ular berbisa di Indonesia tingkat tinggi dan sangat diwaspadai penyebarannya. Jenis ular berbisa ini menyerang mangsanya dan menggigitnya, kemudian menyiramkan racun/bisa digigitannya. Ular sendok atau ular cobra ini memang paling lengkap mengandung ciri-ciri seperti yang telah disebutkan yaitu bentuknya kepalanya mirip segitiga, gerakannya lambat namun sangat agresif begitu bertemu mangsa atau yang dianggap mengancam keselamatannya, apabila terdesak akan mengeluarkan desis yang khas dan cukup kencang, warna tubuhnya juga terang dengan totol melingkar pada tubuhnya.
Di Indonesia ada pula jenis ular lain yang cukup berbahaya yaitu ular tanah. Bentuknya kecil, warna tubuhnya hitam mengkilat, tidak mengeluarkan desis namun termasuk ular berbisa yang berbahaya. Biasanya ular tanah ini berada di tanah dan di atas ranting pohon, sehingga ketika terjun bebas dan mematuk kepala manusia bisa menyebabkan kematian.
Itulah beberapa ciri dari ular berbisa yang ada di Indonesia. Tentu saja semakin banyak Anda mengenal detail masing-masing ular berbisa yang ada di Indonesia, jauh lebih baik sehingga tidak akan berbuat sembarangan manakala menemukan ular di lingkungan rumah Anda.

