logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    Siswa

Jerapah, Si Leher Panjang nan Eksotis


Ilustrasi jerapah

Jerapah merupakan hewan mamalia berkuku genap dan merupakan hewan tertinggi yang hidup di darat. Hewan ini berkerabat dengan rusa dan sapi, namun memiliki suku yang berbeda dengan kerabat terdekat okapi. Habitat aslinya adalah berada di daerah Chad sampai Afrika Selatan.

Binatang ini biasa dipakai sebagai ikon gadis berkaki jenjang dan berbadan ramping. Tidak heran jika binatang tersebut sering disebut sebagai binatang yang eksotis karena bentuk leher dan kakinya yang panjang.

Jerapah, Si Leher Panjang nan Eksotis

Siapa tak akan terpesona jika melihat jerapah? Hewan ini sungguh luar biasa. Tubuhnya tinggi, lehernya super panjang dan kulit bertotol-totol. Kita bisa menjumpai jerapah di habitat aslinya, yaitu padang-padang sabana di Afrika dan di kebun-kebun binatang.

Jerapah jantan bisa tumbuh hingga setinggi 5,5 meter dan memiliki berat antara 800 sampai dengan 2000 kilogram. Wow, terbayang betapa tinggi dan besarnya badan seekor jerapah jantan dewasa. Sementara jerapah betina bisa mencapai tinggi 4 atau 4,5 meter dengan berat antara 550 hingga 1180 kilogram.

Jika hidup bebas di alam liar, jerapah dapat bertahan sampai umur 13 tahun. Jika dipelihara di kebun binatang atau fasilitas sejenis, jerapah dapat hidup sampai umur 25 tahun.

Jenis kelamin jerapah bisa dibedakan dari tanduknya. Jerapah betina memiliki tanduk yang berukuran lebih kecil. Pada beberapa jerapah jantan bisa ditemui tumpukan kalsium di atas tanduk mereka yang menandakan gejala penuaan. Jadi, jika Anda ingin mengetahui jenis kelamin seekor jerapah, perhatikan saja ukuran tubuh dan tanduknya.

Tangguh dan Waspada

Meski terlihat ramah, sesungguhnya jerapah adalah hewan yang tangguh. Ia bisa berlari sangat cepat berkat kaki-kaki yang panjang. Singa yang hendak memburu jerapah biasanya bertindak sangat hati-hati. Hewan berleher panjang tersebut tidak akan segan menyerang balik dengan tendangan keras yang konon bisa mematahkan tengkorak atau tulang belakang.

Saat bertarung dengan sesama kawanannya, jerapah menggunakan kepala dan leher panjang yang lentur sebagai senjata. Mereka akan saling mengayunkan leher dan membanting kepala secara kuat-kuat ke badan lawannya. Pertarungan antar jerapah merupakan pemandangan yang mengagumkan sekaligus mengerikan.

Selain itu, Jerapah juga sangat waspada. Mereka hanya tidur dalam waktu singkat setiap harinya. Hal ini membuat pemangsa atau musuh sulit menyergap secara tiba-tiba. Umumnya jerapah tidur selama dua atau tiga menit saja. Kebiasaan ini dilakukan sebanyak beberapa kali dalam sehari. Total waktu yang digunakan jerapah untuk tidur dalam sehari adalah sekitar 1,9 jam. Hebat sekali, kan?

Jenis-Jenis Spesies Jerapah

Ada beberapa jenis jerapah yang umum ditemui di beberapa wilayah Afrika, di antaranya adalah, Jerapah Somalia, yang biasa disebut Reticulated Giraffe. Jerapah Somalia memiliki totol-totol pada kulit yang bermotif polygon dan diselingi garis-garis putih. Spesies ini banyak ditemui di kawasan timur laut Kenya, Etiopia, dan Somalia.

Jerapah bertotol-totol besar yang ditemui di wilayah-wilayah Angola dan Zambia disebut Jerapah Angola atau Smoky Giraffe.
Ada pula Jerapah Kilimanjaro atau Maasai Goraffe yang memiliki kulit kuning dengan totol-totol berbentuk daun anggur berwarna coklat muda. Jenis ini biasanya terdapat di daerah tengah dan selatan Kenya serta Tanzania.

Masih banyak jenis-jenis spesies jerapah lainnya yang tinggal di kawasan-kawasan berbeda di benua Afrika. Di antaranya adalah Jerapah Uganda (terdapat di Uganda dan daerah utara tengah Kenya), Jerapah Afrika Selatan (terdapat di Afrika Selatan, Namibia, Bostwana, Zimbabwe, dan Mozambik), Jerapah Rhodesia (terdapat di daerah timur Zambia), Jerapah Nigeria (terdapat di Nigeria), dan lain-lain.

Kehidupan Jerapah

Pada saat makan, hewan berkaki jenjang tersebut akan menjulurkan leher dan meraih makanan yang berupa dedaunan di pohon dengan menggunakan lidahnya. Leher dan lidahnya akan terlihat panjang saat menjulur untuk mendapatkan makanan.

Pepohonan yang berduri pun bisa dimakan oleh jerapah sehingga tidak ada hewan lain yang bisa bersaing dengannya untuk berebut makanan. Hal itu disebabkan oleh jerapah memiliki lidah dan bibir yang berlapis tebal sehingga duri-duri pada pohon dan dedaunan dapat dipotong dengan menggunakan bibir dan lidahnya itu.

Uniknya lagi, jerapah jantan dan jerapah betina memakan daun dari pepohonan yang berbeda. Jerapah jantan akan memakan daun dari ranting pohon yang paling tinggi, sedangkan jerapah betina akan memakan daun dari ranting pohon yang paling rendah.

Sementara itu, untuk mendapatkan air minum, binatang berleher panjang tersebut harus memiringkan kaki depannya hingga mencapai sudut 45 derajat. Namun, karena ia memiliki pembuluh darah yang elastis, maka hal tersebut tidak membuat tekanan darahnya meningkat atau menurun.

Habitat Jerapah

Jerapah tinggal secara berkoloni dengan jerapah lainnya tanpa seekor pemimpin. Dalam satu kelompok biasanya terdapat sekitar sepuluh jerapah. Oleh sebab itulah maka jerapah bisa tetap meninggalkan kelompoknya dan bergabung dengan kelompok jerapah lainnya.

Kelompok jerapah tersebut tinggal di padang rumput yang luas atau di hutan terbuka dengan persediaan air yang banyak selama satu tahun. Habitatnya tidak pernah ditinggalkan oleh jerapah karena binatang tersebut tidak akan bisa melewati rawa-rawa dengan kuku yang mudah tenggelam. Sebagain besar binatang ini tinggal di wilayah Afrika Timur, Angola, Zambia, dan Afrika Barat sebelah selatan gurun Sahara.

Anatomi Tubuh Jerapah

Hewan mamalia ini memiliki struktur anatomi yang hampir sama dengan hewan mamalia lainnya. Ia memiliki tujuh tulang leher di antara pundak dan bagian dasar dari tulang kepalanya. Pada saat berdiri tegak, hewan tersebut menggunakan hampir setengah dari otot lehernya untuk menyengga kepalanya.

Hewan ini juga memiliki jantung yang besar karena harus memompa darah yang penuh dengan oksigen dengan jarak 3 meter ke otak. Itulah sebabnya hewan ini menengadahkan kepalanya agar terhindar dari tekanan darah yang terlalu tinggi. Hewan ini juga memiliki dinding arteri yang unik dengan katup berkeliling untuk mencegah pengumpulan darah.

Ia juga memiliki jaringan pembuluh darah yang kecil, serta sinyal pendeteksi tekanan darah yang kuat. Itulah sebabnya jerapah disebut sebagai hewan unik yang kini juga sudah mulai langka.

Apabila kaki jerapah terluka, tidak akan ditemukan perdarahan hebat di bagian yang luka tersebut. Hal ini disebabkan oleh darahnya yang tidak terkumpul di bagian kaki, kulitnya yang sangat keras, serta jaringan sel di bagian dalamnya yang mencegah terjadinya akumulasi darah.

Hewan ini memiliki sel darah merah dengan ukuran sekitar satu per tiga dari ukuran sel darah merah yang dimiliki oleh manusia. Hal itu membuat kemungkinan yang lebih luas untuk penyerapan oksigen yang lebih tinggi dan cepat di dalam darah sehingga ia memiliki persediaan oksigen yang cukup hingga bagian kepala.

Begitu juga dengan paru-paru jerapah yang bekerja sama dengan jantung dalam memberikan kebutuhan oksigen yang cukup bagi tubuhnya. Ukuran paru-parunya delapan kali lebih besar dari ukuran paru-paru manusia dengan kecepatan pernapasan satu per tiga kecepatan pernapasan manusia.

Ia memiliki trakea yang panjang sehingga akan menyisakan udara mati yang banyak dan saat ia menghirup udara segar, napas yang telah kehabisan oksigen tidak akan sepenuhnya dikeluarkan.

Selain keunikan yang telah disebutkan di atas, bayi jerapah yang baru lahir jatuh dan tetap hidup dari ketinggian 1,5 meter karena ibunya tidak bisa jongkok dan berdiam di atas tanah saat melahirkan. Bayi tersebut memiliki leher panjang yang rapuh dan terhubung dengan seluruh tubuhnya yang memiliki berat 70 kg.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Tips Pintar Matematika Untuk Anak Balita
  • Riwayat Rumah Betawi
  • Menggapai Beasiswa Inggris dan Mengenal Inggris
  • Katakan Tidak pada Pergaulan Bebas di Kalangan Pelajar!
  • Mari Berkenalan dengan Virus
  • Pentingnya Belajar English Conversation
  • Berkenalan dengan PSB Online
  • Puma - Sang Singa Gunung Amerika
  • Membaca Cerpen, Membaca Kehidupan
  • Jenis-Jenis Macan Tutul di Dunia
  • IPA, Induk dari Segala Ilmu
  • Keuntungan Membimbing Siswa Menulis Makalah Prestasi Belajar
  • Mengenal Tanah Gambut
  • Beberapa Contoh Logika Matematika
  • Belajar Matematika Dasar Itu Menyenangkan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA