logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    TV    TV Lokal

Profil HTV Madiun


Ilustrasi jtv madiun

JTV Madiun merupakan salah satu stasiun televisi lokal yang berdiri di kawasan Madiun. Dikatakan sebagai stasiun televisi lokal karena jangkauan siaran dari stasiun televisi ini hanya bisa menjangkau radius wilayah tertentu saja. Inilah yang membedakan dengan stasiun televisi nasional yang memiliki daya jangkau hingga seluruh kawasan Indonesia.

Dengan kehadiran JTV Madiun ini, masyarakat yang tinggal di kota Madiun dan sekitarnya bisa memiliki tambahan sumber informasi yang mereka butuhkan. Dengan demikian, kota yang pernah terjadi pemberontakan PKI ini tidak lagi ketinggalan berita, khususnya berita yang berhubungan dengan lingkungan dimana mereka tinggal. Sebab, untuk akses berita yang berskala nasional pada saat ini semua media televisi nasional sudah memiliki akses informasi yang saling melengkapi satu sama lain.

Inilah yang seringkali menimbulkan sebuah kesenjangan. Dimana pada akhirnya berita yang berskala lokal sering tidak mendapatkan porsi pemberitaan di media televisi nasional. Sebab, bobot kepentingan dari informasi tersebut dianggap tidak cukup mewakili rasa ingin tahu masyarakat secara keseluruhan.

Dari peluang inilah kemudian berdirilah beberapa televisi lokal, dimana JTV Madiun merupakan salah satunya. Stasiun televisi yang masih memiliki ikatan dengan kelompok media terbesar di Jawa Timur yaitu Jawa Pos Group ini, didirikan untuk memuaskan dahaga masyarakat Madiun untuk berita lokal.

JTV Madiun sendiri berada di bawah manajemen Jawa Pos Media Televisi, anak perusahaan dari Jawa Pos Group. Selain membuat JTV Madiun, kelompok usaha ini juga sudah membuat beberapa tv lokal lain yang tersebar di beberapa daerah. Misalnya Jakarta, Semarang dan Jogjakarta serta Jember.

Stasiun televisi lokal yang dibuat oleh Jawa Pos Media Televisi ini ditujukan untuk mengangkat berita lokal yang ada di wilayah jangkauan televisi lokal tersebut. Hal ini untuk melengkapi pemberitaan nasional yang sudah ada di stasiun televisi nasional. Dengan demikian, masyarakat tidak akan mengalami kejemuan dalam menyaksikan berita di televisi yang terkadang antara satu stasiun dan stasiun televisi lainnya, memiliki kesamaan berita.

Strategi membuat stasiun televisi lokal ini sama dengan strategi Jawa Pos saat meluncurkan program koran daerah yang disebut dengan Radar Jawa Pos. Dimana koran Radar Jawa Pos ini memuat segala macam berita yang bersifat lokal, yang kemudian dipadukan dengan koran utama Jawa Pos yang memuat berita nasional.

Dengan demikian, proses pendirian JTV ini tidaklah terlalu sulit dilakukan. Karena dengan adanya koran Radar Jawa Pos di berbagai daerah, maka proses peliputan berita bisa dilakukan secara bersamaan antara wartawan koran Radar Jawa Pos dan JTV itu sendiri. Dimana hasil berita dari proses peliputan ini akan disajikan dalam dua bentuk. Berita cetak untuk harian Radar Jawa Pos dan dalam bentuk audio visual untuk JTV.

Dari sisi efisiensi biaya produksi, langkah ini cukup menjadi sebuah strategi yang jitu. Karena akan menghemat untuk biaya beban gaji karyawan, karena satu orang wartawan bisa membuat liputan yang ditujukan untuk dua media sekaligus. Selain itu, akan menimbulkan sinergi yang cukup baik, dimana kedua media tersebut akan bisa saling membantu dalam proses promosi.

Dalam siarannya, JTV seringkali mengangkat budaya lokal sebagai warna dalam berbagai program acara. Hal ini menjadikan masyarakat merasa dekat dengan keberadan JTV sebagai stasiun televisi lokal. Sebagai contoh adalah, cara presenter dalam membawakan acara, kerap menggunakan logat bahasa daerah Madiun yang kental dengan dialek Jawa Timuran yang khas.

Jak TV

Selain JTV, ada pula sebuah stasiun televisi lokal yang didirikan di Jakarta. Nama dari stasiun televisi tersebut adalah Jak TV, yang sesuai namanya memiliki wilayah jangkauan siaran di wilayah Jakarta dan sekitarnya terutama di kawasan Jabodetabek.

Pemilik dari Jak TV sendiri adalah Electronic City yang terkenal sebagai pusat penjualan barang elektronik di Jakarta. Sebagian saham dari Jak TV juga dimiliki oleh Mahaka Media serta City TV Network yang juga sebagai pemilik harian Republika. Target penonton yang ingin dicapai oleh stasiun televisi ini adalah mereka yang berusia 18 hingga 45 tahun.

Sebelum dikuasai oleh Electronic City dan konsorsiumnya, stasiun ini dimiliki oleh Jawa Pos Multimedia Corporation, yang merupakan kelompok perusahaan dari Jawa Pos Group. Jak TV berada di bawah manajemen Jawa Pos sendiri hingga tahun 2009, dan selanjutnya dikuasai oleh Electronic City hingga saat ini.

Jak TV sendiri sudah berdiri dan diakui sebagai sebuah perusahaan yang diakui negara. Hal ini didasarkan pada dikeluarkannya pengumuman dalam Berita Negara Nomor 8687 dengan nama perusahaan PT. Danapati Abinaya Investama. Sedangkan ijin siar dari Jak TV sendiri dikeluarkan pada tanggal 2 Januari 2002.

Dengan dikeluarkannya hak ijin siar tersebut, maka sejak tanggal 1 Mei 2002, Jak TV sudah mulai mengudara pertama kali dalam bentuk pola tayangan teknik. Mereka melakukan penyiaran dengan pola teknik untuk kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi selama beberapa hari sejak pertama mengudara. Selanjutnya mulai tanggal 31 Mei 2002, Jak TV mulai membuat sebuah program acara yang diberi nama Jak TV Tune In dan sekaligus memulai perluasan jangkauan siaran sampai kawasan Jakarta Pusat dan sekitarnya.

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh Jak TV adalah kemampuan dalam perencanaan strategi perusahaan yang baik. Hal ini berdampak pada perolehan kanal frekuensi yang paling rendah dibandingkan dengan stasiun televisi lain. Hal inilah yang menjadikan penonton televisi mudah dalam mendapatkan gelombang siaran Jak TV.

Sejak tanggal 8 Januari 2004, Jak TV secara resmi mulai menguji coba siarannya dengan membuat beberapa program unggulan. Siaran dari Jak TV sendiri dimulai sejak pukul 17.00 hingga 19.00. Beberapa program yang dibuat seperti program informasi motivasi, informasi terkini, news magazine, current affairs serta diselingi dengan hiburan video musik.

Setelah ada respon yang cukup baik dari penonton, akhirnya pada 16 Maret 2005 Jak TV secara resmi memulai program siaran mereka. Program acara yang dibuat oleh Jak TV sendiri lebih terfokus pada segmen hiburan, berita ringan dan juga variety show yang ditujukan untuk keluarga. Selain tentu saja hiburan musik yang masih dijadikan salah satu andalan dari Jak TV. Pada saat ini, siaran dari Jak TV bisa dinikmati sejak pagi mulai pukul 05.00 sampai malam hari pukul 23.00. Selama 19 jam masa siarannya, Jak TV menggusung tagline sebagai My City, My TV.

Salah satu program unggulan dari Jak TV sendiri adalah Jak TV Tune In. Dimana dalam acara ini, pengemasannya dibuat mirip dengan gaya penyiar radio saat melakukan siaran. Dengan demikian, acara yang dibawakan berkesan santai, akrab dan juga mampu menarik komunikasi dengan masyarakat yang menyaksikan acara tersebut.

Ciri khas dari Jak TV adalah bahwa dalam setiap acara yang ditayangkan selalu saja menyelipkan video musik sebagai hiburan. Dengan demikian, acara yang ditayangkan tidak berkesan membosankan. Apalagi, video musik yang ditayangkan seringkali adalah video musik yang jarang dilihat oleh masyarakat pada umumnya. Sehingga hal ini menjadi sebuah keunikan tersendiri yang ditawarkan oleh Jak TV.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • TVRI Yogyakarta - Tidak Sekadar Menjalin Persatuan dan Kesatuan
  • Lampung TV: Tidak Meninggalkan Unsur Kedaerahan
  • Misteri Hidung dan Mulut Hatake Kakashi
  • Cantiknya Waria Thailand di Video Ungu
  • Si Ceria Spongebob Squarepants
  • Kategori Vidio Musik - Terlucu hingga Terlama
  • Full House, Salah Satu Drama Korea Terbaik
  • Tinjauan Kualitas Acara Televisi Indonesia
  • Banyumas TV Kuasai Bagian Barat Jawa Tengah
  • Jambi TV dan Histeria Kota Beradat
  • Dilema TV Lokal
  • Lagu-lagu Terbaru yang Sedang Marak
  • Sasuke Mati, Sepenggal Kisah Naruto
  • Riau Televisi sebagai Televisi Lokal
  • 5 Alasan Menonton Madiun TV
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA