Judul Penelitian Kuantitatif
Ilustrasi judul penelitian kuantitatif
Judul penelitian kuantitatif mesti mengandung kata-kata kunci eksperimen, statistik, data keras, empiris, perpektif luar, fakta sosial, positif dan objektif. Lain dengan judul penelitian tindakan, yang memasukkan unsur tindakan yang mempengaruhi perubahan.
Penelitian kuantitatif bermula dari suatu teori dan akan membuktikan teori tersebut. Lain dengan penelitian kualitatif yang bermula dari data dan mengolah data tersebut menjadi teori. Pada penelitian tindakan, teori itu biasa disebut grounded teori.
Memahami Judul Penelitian Kuantitatif dan Hasil Akhir Penelitian
Misalnya judul Judul penelitian kuantitatif ini, Ada 40% siswa SMA XYZ Tangerang gagal lulus ujian nasional disebabkan oleh faktor ekonomi orang tua. Kemudian, sesuai dengan jenis penelitian kuantitatif, maka peneliti harus mampu menyajikan data dan mengolah data berdasarkan ekperimen di lapangan. Data tersebut harus dibuktikan melalui instrumen penelitian yang dapat berupa questionnaire ataupun data survei.
Pada saat tahap akhir penelitian, yaitu saat penulisan laporan, dalam memilih Judul penelitian kuantitatif mengacu kepada fakta yang benar itu adalah 100% persen. Walaupun dalam sebuah penelitian ilmiah yang lazim digunakan oleh para akademisi, bahwa fakta yang ada di lapangan merupakan fakta riil yang sewaktu-waktu akan mengalami perubahan yang sesuai dengan kondisi lingkungan responden. Karena ketika Anda melakukan pemilihan Judul penelitian kuantitatif, teori dan hasil penelitian Anda harus siap di gagalkan oleh orang lain, demi kemajuan ilmu itu sendiri. Jadi judul harus tegas mengacu kepada situasi kondisi riil pada saat itu, dan menjelaskan perihal yang bisa di rangkum oleh pembaca dan mendrive pemikiran hingga bisa diambil keputusan berdasarkan penelitian itu. Misalkan judul penelitian ini: “Bagaimana Efektivitas Komunikasi Tulisan Sebagai Bentuk Komunikasi Bisnis Pada PT Abadi Nusa Usaha Semesta.”
Yang terpenting dalam pemilihan Judul penelitian kuantitatif bahwa benar atau salahnya sebuah dugaan penelitian harus disampaikan sesuai dengan fakta yang ada diiringi argumentasi yang riil juga. Misalnya dari penelitian adanya 40 persen siswa yang gagal lulus ujian, ternyata fakta di lapangan hanya 38 persen saja. Hal ini tidaklah salah. Katakanlah sisa 2% nya tidak diketemukan, atau sisa 2% tidak mengembalikan angket.
Dalam menentukan Judul penelitian kuantitatif, peneliti sebaiknya melakukan pengembangan penelusuran data terhadap kemampuan ekonomi keluarga. Coba kelompokan data yang ada di sekolah tersebut secara statistik. Kemudian dengan sekuat tenaga lakukan pengambilan data terhadap para orang tua.
Hal ini akan sangat berarti bagi pengambil kebijakan pendidikan agar melakukan tindak lanjut dari hasil penelitian ini. Sehingga metode yang paling mendekati kecocokan adalah metode survei, interview terstruktur di lapangan sehingga mendapatkan data yang bulat. Tentu saja metode tinjauan terhadap dokumen adalah modal awal dalam penelitian ini. Tinjauan dokumen ini untuk mendapatkan data siswa siapa saja yang tidak lulus, alamatnya mana, nama orang tuanya siapa dan alamat nya di mana.
Hubungan Peneliti dengan Responden
Dalam pemilihan Judul penelitian kuantitatif Sifat hubungan antara peneliti dengan subjek dalam penelitian kuatitatif ini bersifat sementara dan terpisah. Karena peneliti hanya akan menggali data yang ada dari dokumen fakta sekolah, kemudian dikaitkan dengan seberapa besar pendapatan orang tua subjek. Berbeda dengan peneltian kualitatif yang mesti melibatkan asas saling percaya, empati, menanggapi subjek sebagai teman dan sahabat.
Bahasa dalam Laporan Penelitian Kuantitatif
Dalam Judul penelitian kuantitatif apabila melakukan pembahasan data, pakailah bahasa yang mengacu pada definisi operasional. Sampaikan fakta dengan apa adanya, jangan menggunakan bahasa yang visual, dengar, uraian, atau bahasa penafsiran. Jangan lupa bahasa yang emosional jangan sampai masuk dalam penelitian kuantitatif ini. Kalau dalam penelitian kualitatif, bahasa yang emosioanal atau punya tujuan tendensius masih diperbolehkan. Judul penelitian kuantitatif mesti menerapkan proses inferansi berdasarkan sampel ke populasi. Judul lain dalam penelitian kualitatif, misalnya, Ada 10% anak jalanan di Surabaya berasal dari orang yang kaya” atau 90% penduduk Yogyakarta memilih Referendum”.
Paradigma Menentukan Judul
Pula dalam pilihan Judul penelitian kuantitatif harus berdasarkan paradigmanya, bagaimana memahami suatu paradigma kuantitatif bisa di telusuri dengan hal semacam ini :
1. Secara ontologis --- Bagaimana sifat realitas? Realitas bersifat objektif, tunggal, terpisah dari peneliti
2. Epistemologis --- Bagaimana hubungan peneliti dan yang diteliti?-- Peneliti mandiri dari yang diteliti
3. Aksiologis --- Apa peran nilai? Bebas nilai, tidak bias
4. Retoris --- Bagaimana bahasa penelitian yang digunakan? Formal, berdasakan definisi keputusan. Memakai kata-kata kuantitatif yang sudah diterima
5. Metodologis --- Apa itu proses penelitian?
• Terdapat proses deduktif, maksudnya adalah menggunakan sebaran data untuk menarik kesimpulan,
• Deterministik, maknanya terdapat sebab dan akibat atau keterikatan antara data dengan hasil dan kesimpulan.
• Desain statis – pengelompokan dari varian data dilakukan sebelum penelitian, dan tidak bisa melakukan penyesuaian di lapangan, sehingga bila ada penyesuaian, proses di ulang dari awal
• Naskah – terikat oleh susunan yang baku sebagaimana standar penulisan pada perguruan tinggi
• Generalisasi mengarah pada prediksi, penjelasan, dan pemahaman, artinya harus mengacu kepada kesimpulan, dan bisa dipertanggungjawabkan secara penuh, tanpa adanya bias dan prejudice yang berlebihan, oleh karena itulah di dapatkan penelitian yang hasilnya;
• Akurat dan dapat dipercaya melalui kebenaran dan pengujian
Anda pun apabila memilih Judul penelitian kuantitatif tidak akan terlepas pada Varian dan Sifat dari penelitian kuantitatif terdiri dari :
1. Penelitian Survei: Penelitian survei sederhana.
2. Deskriptif : Menurut Jalaluddin Rakhmat, Metode penelitian ini dipakai bertujuan untuk menjabarkan masalah yang akan dibahas dengan sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat.
3. Korelasional : metode korelasional untuk melihat ada atau tidaknya hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Metode korelasional merupakan penelitian yang berusaha mencari keeratan hubungan atau keikatan antara dua atau lebih variabel penelitian, yaitu antara sikap terhadap penilaian hasil kerja dan motivasi kerja.
4. Kuasi Eksperimental :Penelitian di dasarkan atas pencatatan eksperimentasi.
5. Penelitian Evaluasi : Penelitian dalam penggunaanya dengan teori evaluasi
Penelitian kuantitatif menyaratkan adanya hipotesis, yang secara umum di rumuskan sebagai berikut, dan pilihan ini pun mempengaruhi Judul penelitian kuantitatif .
- Jika t hitung > t tabel, maka terdapat hubungan antara variabel x dan variabel y. Dengan demikian, HO ditolak dan H1 diterima, pada tingkat = nilai normatif. Dengan demikian t tabel nilai hasil.
- Jika t hitung < t tabel, maka tidak terdapat hubungan antara variabel x dan variabel y. Dengan demikian, HO diterima dan H1 ditolak.
- Jika t hitung > t tabel, maka terdapat hubungan antara variabel x dan variabel y. Dengan demikian, HO ditolak dan H1 diterima.
Dalam memilih Judul penelitian kuantitatif pun memperhatikan adanya pengumpulan data terkait, yang secara umum bisa di gambarkan dari langkah berikut :
1. Kuesioner, yaitu alat ukur yang digunakan untuk pengumpulan data atau keterangan yang diperlukan dalam penelitian ini.
2. Studi kepustakaan, menyangkut pengambilan perspektif teoritis atau keterangan yang diteliti. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data-data yang diperlukan dengan cara menelaah teori-teori, pendapat-pendapat serta pokok-pokok pikiran yang terdapat dalam literatur dari buku-buku, majalah, skripsi serta sumber lain yang relevan dengan masalah yang dibahas.
3. Wawancara, yaitu mengumpulkan data dengan mengadakan komunikasi secara langsung antara peneliti dengan subyek yang diteliti dan respon dengan maksud mencari data representatif, agar data yang diperlukan cepat diperoleh, jelas dan tidak akan terjadi salah pengertian.

