logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Pariwisata

Jurnal Pariwisata : Cara Lain Menikmati Liburan


Ilustrasi jurnal pariwisata

Tempat wisata bisa di mana saja. Rumah juga bisa menjadi tempat wisata. Hal yang penting yaitu bagaimana memanipulasi otak agar bisa distimulus bahwa rumah adalah surga dan liburan bisa diisi dengan hal-hal yang lebih bermanfaat. Dengan dasar itulah, jurnal pariwisata kali ini tidak akan membahas tempat wisata tapi akan membicarakan cara lain menikmati liburan, yaitu liburan untuk belajar.

Liburan untuk belajar ini memang membutuhkan pengetahuan yang menyangkut kegiatan apa saja yang sekiranya benar-benar dapat meningkatkan kualitas diri dan orang-orang yang diajak untuk terlibat dalam jurnal pariwisata liburan untuk belajar ini. Pemberian pengertian adalah salah satu hal yang harus dilakukan terutama kepada anak-anak. Bagi mereka jurnal pariwisata itu adalah jurnal yang berkaitan dengan tempat-tempat wisata dan kegiatan liburan di luar rumah yang membuat mereka tidak melihat hal rutin yang sering mereka lakukan sehari-hari. Merangkai kata yang bagus yang bisa dipahami dengan mudah oleh anak-anak adalah satu ketrampilan yang menantang untuk didalami.

Jurnal Pariwisata - Mencoba Hal Baru

Jauh hari sebelum liburan tiba, buatlah daftar hal-hal yang ingin dipelajari atau hal-hal yang ingin dilakukan untuk menambah pengalaman hidup. Bila daftar sudah ada, tentukan tempat untuk mempelajari hal-hal yang ada di daftar, berapa biaya, dan siapa yang kira-kira bisa membantu. Anggap saja bahwa semua persiapan ini merupakan bagian dari pembuatan jurnal pariwisata yang dibutuhkan agar liburan lebih bermakna dan bukan hanya membuang waktu tanpa mendapatkan manfaat apa-apa dari liburan.

Salah satu cara termudah mendapatkan informasi tentang bagaimana memanfaatkan liburan agar bermanfaat adalah dengan cara berselancar di internet. Carilah informasi sebanyak mungkin. Kalau sudah, tentunya waktu liburan yang singkat tidak akan bisa memenuhi semua hasrat mempelajari semua hal yang sudah didata sebelumnya. Buatlah skal prioritas dan sesuaikan dengan kemampuan dan waktu yang tersedia. Ajaklah orang-orang yang ikut dalam kegiatan liburan tersebut untuk berdiskusi dan menyumbangkan saran dan ide agar makna liburan tidak menjadi kacau.

Susunlah acara berdasarkan hari dan waktu yang tersedia. Lalu buatlah program itu semenarik mungkin agar tidak membosonkan. Catatlah semua hal yang telah disepakati dalam satu jurnal pariwisata. Buatlah nama yang cantik untuk jurnal tersebut. Hal ini kaan menambah gairah dalam menyambut liburan. Selain itu, jurnal pariwisata yang dibuat dengan sungguh-sungguh walau tak tampak profesional itu akan menjadi acuan kegiatan ketika liburan yang sebenarnya telah tiba.

Kalau pembuatan  skala prioritas berdasarkan kebutuhan, kelengkapan informasi, ketersediaan biaya dan tenaga untuk melakukannya telah tersusun rapi dalam jurnal pariwisata,  pastikan hal-hal yang akan dipelajari benar-benar bermanfaat dan dapat membuat jiwa lebih kaya. Buatlah satu kolom KETERANGAN untuk menampung perubahan rencana.

Hal ini sangat mungkin terjadi karena kedinamisan hidup dan perkembangan informasi yang bisa berlangsung dalam waktu yang sangat singkat. Fleksibilitas sangat penting dalam hal ini. Tanpa adanya fleksibilitas, liburan akan terasa sangat menegangkan. Kalau hal ini terjadi, bukannya pikiran yang segar yang akan didapatkan, melainkan pikiran kalut dan kusut yang tercipta. Tentunya tak ada yang menginginkan hal satu ini terjadi pada liburan yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari.


Jurnal Pariwisata – Mencari Ilmu Kesehatan Alami

Mencari ilmu yang berkaitan dengan kesehatan alami perlu juga dilakukan. Bukannya ingin menjadi seorang terapis, tetapi paling tidak pengetahuan itu akan membuat batin semakin kaya. Kalau pun satu cara pengobatan alami tidak cocok dengan diri sendiri, siapa tahu infomasi yang dimiliki malah akan membuat satu penaykit seorang sahabat sembuh. Kesembuhan itu memang milik Yang Maha Kuasa, jalan menuju kesembuhan itulah yang harus dipelajari dengan seksama. Tidak menjadi satu keberatan bila kegiatan mencari ilmu kesehatan alami ini masuk dalam agenda jurnal pariwisata yang akan dijalani selama liburan.


1. Akupuntur


Sebelum belajar, datangilah terlebih dahulu para praktisi akupuntur yang dapat dipercaya. Mengapa harus yang sangat dipercaya, karena adanya peringatan dari para ahli yang meneliti tentang akupuntur. Dalam akupuntur, jarum yang tidak steril dapat menimbulkan sindrom disebut acupunture mycrobacteriosis, yaitu infeksi yang disebabkan oleh mikrobakteri. Sindromnya bisa berupa  terjadinya kulit yang bernanah tempat jarum disuntikkan ataupun terjadinya penularan hepatitis B dan C. Tentunya hal ini bukan merupakan satu hasil yang diinginkan dari belajar ilmu satu ini.
Setelah merasakan manfaatnya, lalu datangilah tempat belajar akupuntur yang juga dapat dipercaya dengan adanya surat izin dari dinas kesehatan dan tenaga pengajar yang sudah berpengalaman. Tidak usah terlalu bernafsu untuk langsung dipraktikkan kepada orang lain. Cukup praktikkan kepada diri sendiri dulu. Kalau manfaatnya telah dirasakan, barulah menawarkan diri untuk menerapi orang lain. Tetapi sebaiknya memang harus selalu berada dalam bimbingan orang yang ahli agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.


2. Akupresur


Apabila dirasa sedikit ilmu tentang akupuntur sudah didapatkan, lanjutkan mengisi waktu liburan dengan mempelajari akupresur. Akupresur tidak menggunakan jarum tapi tekanan pada titik-titik tertentu pada anggota tubuh dengan menggunakan tangan. Sama dengan ketika mempelajari akupuntur, nikmatilah dahulu terapi akupresur tersebut baru belajar bagaimana melakukannya.

Memang harus ada pengorbanan demi mendapatkan ilmu. Tentunya pengorbanan sini tak akan sia-sia ketika mampu dinikmati dan yakin bahwa ilmu ini nantinya akan bisa dinikmati manfaatnya dikemudian hari. Satu hal yang pasti adalah, jangan terlena karena setiap hal itu pasti ada kelemahannya. Tidak ada salahnya mencari kelemahan atau efek negatif dari Akupresur. Ceklah apakah ada keluhan pasien yang membuat teknik pengobatan satu ini menjadi berbahaya bagi kondisi pasien tertentu.


3. Foot Spa


Setelah menikmati akupuntur dan akupresur, jurnal pariwisata yang telah disusun tentunya tidak berhenti di sitru saja. Masih ada Foot spa yang menarik untuk dicoba. Kaki adalah organ tubuh yang sangat penting. Kesehatan kaki dapat menentukan kesehatan organ tubuh lainnya. Teknik pemijatan khusus di kaki atau yang lebih dikenal dengan Foot spa sudah semakin populer. Nikmatilah layanan ini sambil bertanya-tanya bagaimana mempelajarinya.

Jurnal Pariwisata - Kursus Kecantikan Singkat


Membersihkan wajah yang dikira sangat mudah, ternyata ada tekniknya agar mendapatkan hasil yang maksimal. Begitupun dengan tata rias wajah. Pergilah ke salon yang tidak terlalu jauh dari rumah. Mintalah wajah Anda dirias. Jangan lupa sambil bertanya banyak hal ketika dirias. Bila ditanya mau pergi ke mana dan dalam rangka apa, jawab saja dengan jujur bahwa Anda mau belajar sambil menikmati hasilnya secara langsung. Bukankah hal ini menjadi salah satu hal yang sangat mengasikkan dan tidak boleh terlewatkan dari jurnal pariwisata yang telah disusun.


Hari berikutnya lakukan facial. Tapi jangan di tempat yang sama. Carilah salon yang berbeda. Selain bertemu dengan orang lain, juga mungkin akan menemukan gaya layanan dan ilmu yang berbeda pula. Bukankah liburan kali ini tujuannya untuk mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin? Jangan mendatangi salon yang membuat Anda harus antri lama. Ini akan membuang waktu Anda. Berpikirlah waktu adalah pengalaman baru. Jadi carilah salon di mana Anda akan mendapatkan layanan secara langsung. Pastikan jadwal dalam jurnal terpenuhi semuanya.

Jurnal Pariwisata – Kunjungan ke Panti

Masih banyak lagi lain lain yang bisa dilakukan dalam menikmati liburan. Bisa berkunjung ke panti jompo atau kalau berani, mengunjungi pasien rumah sakit yang tidak dikunjungi oleh siapapun ketika jam besuk tiba. Siapa tahu pasien tersebut sedang sangat mengharapkan ada seseorang yang mengunjunginya untuk menghibur hatinya. Tak perlu membawa oleh-oleh, cukup dengan senyum ramah sudah akan membuat sang pasien bahagia. Tapi hati-hati jangan sampai si pasien merasa terganggu.

Kalau masih ada waktu, mengunjungi panti asuhan bisa menjadi salah satu kegiatan dalam jurnal pariwisata. Kehidupan mereka yang begitu berbeda dan dengan segala tantangannya akan membuat hati menjadi lebih kaya. Rasa syukur dan tumbuhnya keingina untuk lebih berbuat banyak bagi mereka, merupakan satu sentuhan keilahian yang sangat nikmat.

Setelah semua kegiatan dalam jurnal pariwisata dilakukan, buatlah evaluasi kecil. Evaluasi ini akan memberikan petunjuk kegiatan apa yang akan dilakukan di liburan yang akan datang.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Cara Membuat Bubur Sederhana Namun Tetap Istimewa
  • Optimalisasi Peran Dinas Pariwisata Kasus Kota Kreatif Bandung
  • Wisatawan Domestik
  • Meneropong Kebijakan Ekonomi Pemerintah
  • Cara Menarik Minat Wisatawan Mancanegara
  • Pengertian Pelayanan
  • Pariwisata Budaya: Pariwisata Sosiologi dan Psikologi
  • Evolusi Pemasaran Pariwisata
  • Promosi Pariwisata - Promosi Figur
  • Durian - Buah Berduri yang Rasanya dan Bentuknya Menggemaskan
  • Monarki, Demokrasi, dan Islam: Perbandingan Sistem Pemerintahan
  • Pariwisata Yogyakarta Tidak Terpuruk
  • Birokrasi Pemerintah Indonesia
  • Pesona The Island of Gods untuk Wisatawan Bali
  • Pariwisata Sukabumi yang Memanjakan Hati
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA