logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Komunikasi    Jurnal Public Relations

Jurnal Public Relations: Menghadapi Karyawan yang Bosan

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Jurnal public relations kali ini akan membahas bagaimana menghadapi karyawan yang bosan atau istilah kerennya burnt-out. Public relations memang tidak hanya mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan publik di luar kantor, tetapi bekerja sama dengan pihak SDM mengamati dan memberikan pemecahan terhadap apa yang ada di internal kantor.

Keadaan burnt-out dapat dialami oleh siapa pun dengan jabatan dan pekerjaan apapun. Keadaan ini normal-normal saja bila tidak terlalu lama. Namun, jika keadaan ini sampai menyebabkan menurunnya kinerja dan efektivitas kerja, baru menjadi masalah.

Karyawan yang sedang dalam ‘orbit burnt-out’ ini biasanya tidak akan peduli dengan apa yang sedang dan akan terjadi pada dirinya. Apalagi, jika dia pun tidak peduli dengan apa yang akan terjadi pada orang lain atau perusahaan akibat keadaannya. Sebelum hal-hal tidak diinginkan terjadi, ada baiknya pihak perusahaan mengantisipasi keadaan ini.

Penyebab Burnt-Out

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi ini.

  1. Rutinitas pekerjaan yang tidak berubah selama bertahun-tahun.
  2. Penghasilan yang tidak meningkat. Padahal, karyawan tahu bahwa perusahaan memperoleh laba yang tidak sedikit.
  3. Tidak adanya promosi jabatan atau promosi yang tertunda.
  4. Konflik dengan atasan atau sesama rekan kerja yang berlarut-larut.
  5. Tidak adanya kejelasan antara penghargaan dan hukuman atau peraturan tidak ditegakkan dengan semestinya.
  6. Atasan yang pilih kasih.
  7. Lingkungan kerja yang tidak nyaman.
  8. Pekerjaan yang ada tidak membangkitkan motivasi untuk lebih maju alias tidak ada lagi tantangan.
  9. Masalah pribadi, keluarga, cinta, orang tua, dan lain-lain.

Ciri-ciri Karyawan Burnt-Out

Ciri-ciri karyawan yang burnt-out adalah sebagai berikut.

  1. Produktivitas menurun.
  2. Semakin sering melanggar peraturan, seperti datang telat dan menunda pekerjaan.
  3. Semakin sering melakukan kesalahan yang tidak perlu, tetapi tidak berusaha memperbaiki diri.
  4. Kalau yang sudah ekstrem, kadang melakukan hal-hal yang dapat memancing emosi karyawan lain atau membuat ulah yang tidak terpuji.
  5. Semakin emosional.
  6. Motivasi sangat rendah.
  7. Berbicara yang tidak terarah dan sangat senang berdebat kusir.
  8. Memandang negatif kinerja perusahaan secara keseluruhan.
  9. Menunjukan perasaan tidak puas terhadap perusahaan secara terbuka.

Perusahaan mana yang tidak ingin memiliki karyawan bermotivasi tinggi, selalu semangat, profesional, mencintai pekerjaannya, dan dapat diandalkan? Namun, kadang kala, rasa bosan menghinggapi diri para karyawan.

Jika sampai terjadi, pihak perusahaan dalam hal ini bidang SDM dan public relations harus cepat-cepat turun tangan. Penerapan employee engagement system yang memberikan peluang bagi karyawan untuk lebih berperan dalam kemajuan perusahaan perlu diterapkan secara luas.

Solusi Apa yang Bisa Diambil?

  1. Adakan survei tingkat kepuasan karyawan terhadap perusahaan pada umumnya dan tingkat emosi karyawan terhadap dirinya sendiri secara berkala.
  2. Diskusikanlah hasil survei tersebut dalam keadaan santai.
  3. Ajaklah karyawan-karyawan tertentu untuk berdiskusi secara lebih panjang mengenai apa yang sedang dihadapinya.
  4. Adakan pertandingan antarkaryawan atau family gathering.
  5. Berikan hadiah kepada karyawan yang berprestasi.
  6. Berikan hukuman setimpal bagi karyawan yang melanggar peraturan.
  7. Ajaklah para tampuk pimpinan perusahaan untuk lebih banyak turun dan bercengkrama dengan para karyawan sehingga para karyawan merasa diperhatikan.

Perlu diingat bahwa karyawan membawa ‘pesan dan image’ perusahaan. Jadi, segala hal menyangkut karyawan harus sangat diperhatikan. Mereka adalah aset dan investasi yang tidak ternilai harganya.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Jurnalistik Investigasi, Berbahayakah?
  • Pengantar Jurnalistik: Beberapa Catatan Pengalaman
  • Perkembangan Pers Indonesia
  • Faktor Penghambat Komunikasi
  • Kehidupan dan Komunikasi untuk Para Pasutri
  • Membuat Silabus Jurnalistik
  • Berbagai Teori Komunikasi Politik
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA