logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Fisika

Lup Si Kaca Pembesar


Ilustrasi kaca pembesar

Mungkin Anda pernah melihat ayah atau kakek Anda menggunakan lup atau kaca pembesar. Ya, kaca pembesar memang alat bantu optik yang pertama kali ditemukan oleh ilmuwan di dunia. Pertama kali ditemukan, kaca pembesar bukan untuk keperluan kesehatan optik, namun sebagai suatu alat yang digunakan untuk membantu seseorang menemukan barang-barang hilang yang berukuran kecil.

Oleh karena itu, pada abad pertengahan, lup dijadikan sebuah ikon detektif. Lihat saja pada karya besar seorang sastrawan Eropa, Conan Doyle, yakni detektif Sherlock Holmes yang menjadikan lup dan topi kebanggaannya sebagai alat yang tidak boleh dilupakan dalam setiap misinya. Lup yang selalu ia bawa digunakan sebagai alat yang berguna dalam pencarian jejak atau barang bukti yang ditinggalkan pelaku kejahatan di tempat kejadian perkara.

Sejak saat Conan Doyle membesarkan kisah fiksinya tersebut di tengah-tengah masyarakat, pamor lup si kaca pembesar sebagai sebuah peralatan detektif melekat erat hingga saat ini. Padahal lup dapat digunakan oleh siapa saja sebagai sarana yang dapat dimanfaatkan dalam pencarian benda-benda berukuran kecil, maupun sebagai alat bantu membaca (sebagai perkembangan dari penggunaan lup).

Sebenarnya, apa yang disebut dengan lup? Bagaimanakah sejarah keberadaan alat ini di masyarakat? Kemudian apakah fungsi sesuai dengan perkembangannya di masyarakat? Untuk lebih memperjelas dan lebih memahami pengetahuan tentang lup, simaklah wacana berikut. 

Penemuan Lup Si Kaca Pembesar

Lup pertama kali ditemukan oleh D’ Doktor Mirabilis atau ‘guru yang mengagumkan’, sebuah julukan yang diberikan kepada penemu serba bisa Robert Bacon. Ia adalah seorang filsuf dari Inggris yang juga berprofesi sebagai seorang biarawan Fransiskan.

Ia mendasarkan pandangannya pada nilai-nilai empirisme, atau mengemukakan ide-ide nya melalui pengamatan yang dilakukan dalam hal-hal yang telah menjadi pengalamannya. Dalam kecendikiaannya Robert Bacon dinobatkan menjadi salah seorang penganjur dari metode-metode ilmiah yang bersifat modern di Eropa.

Pemikirannya diilhami oleh pemikiran filsuf-filsuf klasik, yakni Plato dan Aristotles, dan karya-karya Bacon banyak dipengaruhi oleh karya-karya dari ilmuwan sebelumnya yang datang dari kebudayaan Islam, yakni Ibnu Sina (Ilmuwan dalam bidang kedokteran), Ibnu Rusyd (ahli hukum dan matematika), dan seorang ilmuwan yang datang dari kebudayaan Yahudi, yakni Maimonides.

Roger Bacon dilahirkan di Ilchester, Somerset, sekitar tahun 1213 atau 1214 di Ilchester. Gelar Doktor Mirabilis yang didapatkan oleh Bacon merupakan gelar figuratif atas perannya sebagai guru besar di Oxford (tempat ia menyelesaikan studinya). Dalam perannya tersebut, ia sering mengadakan kuliah tentang ilmu-ilmu yang diajarkan oleh Aristotles.

Kira-kira pada tahun 1237 hingga tahun 1245, ia memulai perkuliahannya di Paris. Untuk kemudian memutuskan pemusatan seluruh kehidupannya di Eropa.Ia menghabiskan kehidupannya di gereja Ordo Fransiskan di Eropa, sebagai Friar (biarawan) pada kitaran tahun 1256.

Selama menjadi Friar ia tak lagi mengajar, karena pada saat itu, ada undang-undang yang melarang seorang biarawan untuk mengajar ilmu diluar gereja, apalagi menerbitkan buku-buku atau pamflet tanpa persetujuan dari gereja.

Dalam waktu perenungan tersebut, ia banyak menghabiskan waktu untuk memperdalam ilmu pengetahuannya melalui pembacaan kitab-kitab yang terdapat di gereja. Hingga sepanjang waktu itu pula, ia banyak melahirkan benda-benda penemuan yang mulanya diangkat dari studi-studi empiris (berdasarkan pengalaman), yang dipadukan dengan pengetahuan-pengetahuan umum yang ia pelajari melalui kitab-kitab.

Beberapa temuannya antara lain berupa alat-alat optik, alchemi (alkimia, atau ilmu-ilmu kimia dasar), pembuatan mesiu, penentuan posisi dan preposisi benda-benda angkasa. Penemuan dasar yang ia lahirkan terus menerus ia kembangkan hingga menjadi alat yang lebih kompleks.

Misalnya, penemuan alat optik berupa lup yang terus ia teliti dan kembangkan menjadi alat optik lain yang lebih kompleks namun sama bergunanya, seperti mikroskop, teleskop, kaca mata. Studi tentang optik yang dilakukan oleh Robert Bacon terbagi ke dalam lima tahap yang dinamakan sebagai studi Opus Majus.

Studi ini diadaptasi dari kitab yang dituis oleh ilmuwan Arab, Kindi dan Alhazen, yang mendiskusikan tentang pandangan-pandangan psikologis yang berdampak dari cara pandang mata (sebagai pengaruh atas hasil penglihatan), anatomi mata yang berhubungan dengan kemampuan otak untuk menangkap cahaya, jarak, posisi, ketepatan, bayangan, serta pantulan benda.

Hal-hal yang ia pelajari dari kitab tersebut kemudian berusaha diabstraksikan ke dalam temuannya, yakni sebuah lensa yang memiliki kemampuan memproyeksikan benda seperti air dalam gelas, namun juga mempunyai keistimewaan untuk mengabstraksikan kemampuan-kemampuan mata dan otak.

Penemuan ini ditemukan jauh sebelum penemuan Isaac Newton tentang lensa prisma yang membiaskan banyak warna menjadi warna putih, yakni sekitar empat abad. Penemuan Robert Bacon tersebut saat ini dikenal sebagai lup, atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai magnifying glass.

Dalam arti harfiah, magnify berarti membesarkan atau juga berarti ‘memuji’. Memang magnifying glass memang memiliki dua makna yang juga berarti lensa yang mengagumkan, mengagumkan karena memiliki fungsi yang sama dengan kemampuan mata.

Temuan lainnya yang tidak kalah penting adalah pesawat terbang, penemuan alat-alat hidrolik yang berkembang menjadi pompa air dan alat serupa dongkrak, serta penemuan kapal uap, kemudian ia pun menuliskan tentang kritik terhadap kalenderisasi Julian (yakni sistem kalender yang diadaptasi dari bangsa Romawi Kuno pada tahun ke-46 sebelum Masehi).

Namun yang paling membuat Bacon tertarik pada penelitian-penelitiannya sendiri adalah penemuan alat optik, karena memiliki fungsi untuk membantu mata dalam membuktikan hal-hal yang sebelumnya tidak terlihat jelas dan nyata. Seiring dengan penemuan benda-benda optik oleh dirinya, Bacon pun turut mengembangkan ilmu astrologi. Ia memercayai bahwa benda-benda langit memiliki pengaruh terhadap nasib dan pikiran manusia.

Pemikiran Bacon mengenai benda-benda langit ini merupakan pemikiran mendasar yang terpengaruh dari pemikiran seorang filsuf Yunani kuno penemu zodiak, yakni Hipparcus (190 SM-120 SM). Bacon meninggal di sekitar tahun 1924, karena penemuan-penemuannya, Bacon dikenal sebagai filsuf yang luarbiasa hingga dinobatkan sebagai Doktor Mirabilis (guru yang mengagumkan) pada masanya.

Banyak karya-karya sastra modern kemudian diterbitkan karena penulisnya terinspirasi oleh kehebatan Bacon. Diantaranya adalah karya Thomas Constain (1885-1965) yang berjudul The Black Rose, di mana Robert Bacon tampil sebagai ilmuwan yang muncul pertama kali.Ia diangkat sebagai sosok yang luar biasa karena memiliki antusiasme yang tinggi serta keinginan yang kuat untuk melakukan eksperimen tentang keajaiban-keajaiban yang ada di seluruh dunia.

Bacon memiliki pandangan yang revolusioner di masanya, meskipun ia dibesarkan dalam keterbatasan gereja ordo fransiskan yang ortodok.Ia pernah akan menerbitkan sebuah ensiklopedi, namun hanya menjadi obsesinya yang terpendam karena ia hidup dalam peraturan yang demikian ketat.

Seorang filsuf dari Amerika, Charles Sanders Peirce menyebutkan bahwa sang penemu kaca pembesar, Robert Bacon adalah seseorang yang memiliki sumber pemikiran luar biasa hingga menjadi orang paling berilmu pada abad ke- 13 yang lalu. Seolah-olah ia telah memahami semua ilmu yang ada di dunia.

Ia (Bacon) adalah seseorang yang terpelajar, seorang konseptor yang mampu memegang teguh dan mempertaruhkan apa yang ia percayakan. Ia memiliki keyakinan bahwa pengalaman mengajarkan semua hal.

Bermacam-macam temuan yang ia lahirkan merupakan yang terbaik, merupakan sihir yang luar biasa nyata, di mana ia dapat membuktikan bahwa alam memiliki kemampuan yang tak dapat ditandingi oleh siapapun, dan temuan-temuan luar biasa didatangkan dari alam. 

Kaca Pembesar Adalah Bapak Alat Optik Sedunia

Pertama kali ditemukan oleh Bacon, lup merupakan sebuah alat yang sangat berguna. Alat tersebut membantu banyak hal, dalam mencari barang-barang kecil yang hilang dan tersembuyi, hingga sebagai alat bantu membaca yang dipakai oleh orang-orang pada masa tersebut.

Namun pada perkembangan masa, karena pertimbangan kepraktisan, lup yang digunakan sebagai alat baca kemudian berkembang menjadi kacamata yang merupakan alat optik hingga sekarang Anda kenal sebagai alat bantu mata dalam meringankan pekerjaannya, menerjemahkan tulisan-tulisan atau pekerjaan kecil yang tak dapat langsung di lihat oleh mata ketika kemampuannya berkurang.

Kacamata menjadi sebuah alat optik utama saat ini, setelah lup tak lagi digunakan secara umum.Walaupun fungsi kacamata bukan mengobati kerusakan mata atau kemampuan mata yang tak lagi mumpuni dalam penangkapan benda oleh optik alami mata, namun kehadiran kaca mata menjadi sangat penting.

Kaca mata akan membantu segala pekerjaan yang membutuhkan maksimalisasi tangkapan mata.Misalnya, pada pembacaan naskah atau buku yang memiliki ukuran kecil, atau untuk membantu seseorang yang tidak lagi memiliki kemampuan mata normal untuk memperoleh tangkapan benda dan komposisi cahaya yang pas, sehingga dapat dilihat secara jelas.

Selain kacamata, lensa yang digunakan dalam lup juga berkembang menjadi lensa mikroskop. Lensa mikroskop ini membantu manusia-manusia modern (biasanya ilmuwan), untuk melihat benda-benda berukuran mikroskopis (benda-benda berukuran sangat kecil yang tak langsung terlihat oleh mata telanjang, sekaligus mata tersebut normal).

Perbesaran yang digunakan dalam tangkapan mikroskopis mencapai angka ribuan milimiter, hingga partikel paling kecil pun dapat Anda lihat dalam ukuran yang besar.Kemudian ada pula yang disebut dengan teleskop, fungsinya hampir sama seperti mikroskop. Yakni untuk melihat benda-benda yang tak terlihat oleh mata telanjang.

Namun yang membedakan, jika mikroskop digunakan untuk melihat benda-benda dalam ukuran yang sangat kecil ke dalam ukuran normal, teleskop berguna untuk mengamati benda-benda yang milyaran kilo jauhnya. Seperti mengamati benda-benda di langit, semisal bintang dan asteroid.

Masih banyak lagi peralatan yang ditemukan dari dasar lensa yang dimiliki oleh lup si kaca pembesar ini dalam dunia modern, misalnya seperti yang terpasang pada lensa kamera. Anda patut berterima kasih kepada sang penemu, Robert Bacon, karena jasanya, mata Anda dapat lebih terbuka untuk melihat langsung pengetahuan umum dan alam yang disuguhkan oleh semesta kepada manusia.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Jenis Bahan Bakar: Geothermal
  • Fisika Material: Superkonduktor
  • Memahami Fisika Gerak Lurus
  • Senang Belajar Fisika Seperti Einstein
  • Berkenalan dengan Energi Nuklir
  • Fisika Inti, Fisika Nuklir, dan Model-Model Atom
  • Angin - Kawan dan Lawan Manusia
  • Pemanfaatan Energi Angin
  • Gelombang Bunyi - Membuat Manusia Bisa Mendengar Suara
  • Dua Penemu di Bidang Fisika
  • Memahami Jenis Gerak dan Contohnya di Sekeliling Kita
  • Penurunan Permukaan Tanah dalam Tinjauan Ilmu Fisika Tanah
  • Fisika Gasing: Hukum Kekekalan Momentum Sudut dan Torsi
  • Prinsip Kerja Kincir Angin Pembangkit Listrik
  • Mengenal Alur Siklus Hidrologi secara Alami
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA