logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Kutipan    Pepatah

Daftar Kalimat Di Luar Kategori Kalimat Bijaksana


Ilustrasi kalimat bijaksana

Sebagai makhluk sosial kegiatan berkomunikasi tidak lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Bahkan, selalu dilakukan setiap hari dan sepanjang waktu. Di dalam komunikasi kita menggunakan berbagai bahasa mulai dari bahasa lisan sampai bahasa tubuh. Bahasa lisan yang kita gunakan tentunya terdiri dari kalimat-kalimat tertentu yang terangkai begitu saja ketika kita melakukan komunikasi. Termasuk di antaranya kalimat bijaksana.

Penggunaan kalimat bijaksana sangat penting dalam menjalin komunikasi dua arah yang positif serta tidak menimbulkan dampak salah paham atau bahkan memberikan injeksi negatif terhadap seseorang. Ingatlah, pepatah yang mengatakan bahwa “mulutmu adalah harimaumu”.

Mulut yang seharusnya kita gunakan untuk mengucapkan kalimat bijaksana, terkadang tidak terkontrol. Bahkan secara tidak sadar, kalimat-kalimat yang kita ucapkan justru berdampak negatif yang pada akhirnya menjatuhkan mental kita sendiri. Berikut ini disajikan beberapa kalimat yang harus dihindari penggunaanya karena tidak dapat dikategorikan ke dalam kalimat bijaksana.

Bukan Kalimat Bijaksana

1. Saya tidak bisa melakukannya

Kalimat ini secara tidak langsung men-setting seluruh tubuh Anda untuk tidak bisa. Jangan pernah mengucapkan kalimat ini, karena dapat memangkas, menghapus, sekaligus melemahkan semangat Anda untuk mencoba dan berkeinginan untuk bisa.

Sebagai gantinya, katakanlah saja kalimat-kalimat berikut.

  • Saya belum bisa, tetapi saya akan segera bisa setelah mempelajarinya.
  • Saya pasti bisa.
  • Saya harus bisa bagaimanapun caranya.
  • Saya akan berusaha menjadi bisa.

2. Saya tidak berbakat

Kalimat ini sungguh memberikan kesan pesimis sekali dan akan membuat Anda semakin jatuh terbelakang. Padahal, bakat itu hanya memberikan sumbangan 1%, sedangkan sumbangan 99% sisanya diisi oleh berlatih dan berusaha keras.

Sebagai contoh:

Si A adalah anak dari seorang koki terkenal. Jika dilihat, dia mempunyai bakat memasak dari sang ayah. Akan tetapi, Si A sangat malas sekali belajar masak, bahkan turun ke dapur pun sangat jarang.

Di lain pihak, ada si B anak seorang tukang becak yang divonis tidak punya bakat memasak karena orang tuanya bukan koki. Akan tetapi, si B mempunyai keinginan keras untuk bisa masak. Maka dia belajar memasak dari buku-buku resep masakan. Dan sengaja masuk ke sekolah khusus masak.

Kemudian, suatu hari ada kompetisi memasak tingkat kecamatan. Si A dengan mengandalkan bakat yang diturunkan oleh sang ayah pada dirinya tanpa pernah mengasahnya dan Si B yang divonis tidak punya bakat, tetapi senantiasa berlatih tanpa kenal menyerah. Setelah pertandingan masak berlangsung, juri memutuskan Si B lah yang menjadi pemenang. 

Melihat dan mengambil makna dari contoh tersebut, dapat kita simpulkan bahwa  jangan pernah mengatakan kalimat yang dianggap dalam kategori terlarang serta bukan kalimat bijaksana.

3. Saya memiliki masa lalu yang buruk

Di era kapan Anda hidup? Apakah Anda hidup di masa lalu? Lalu apa manfaat mengingat masa lalu yang buruk bagi kehidupan Anda sekarang? Coba tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan tersebut, kemudian renungkan.

Sesungguhnya, tiap manusia pasti punya kejadian (masa lalu) yang buruk tak peduli siapa pun. Masalah terlepas dari belenggu masa lalu itu kembali ke dalam individu itu sendiri. Mau merdeka atau mau terbelenggu bayang-bayang hitam masa lalu yang hanya menambah penderitaan saja.

Kita hidup untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. Jadi, lupakan dan tinggalkan masa lalu yang buruk. Cukup jadikan pelajaran yang berharga agar tidak terjadi kesalahan yang sama. Selanjutnya, tatalah masa sekarang dan masa depan Anda dengan semangat baru.

4. Saya takut kalau nanti salah

Sekarang ini sudah bukan zamannya lagi takut salah. Jika Anda sebentar-sebentar takut salah, siap-siap saja untuk tetap jalan di tempat dan lama-kelamaan menjadi terbelakang karena ketinggalan zaman. Jadikan kesalahan-kesalahan yang kita buat sebagai guru sekaligus pedoman agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Seorang profesional pastilah dulunya juga pernah mengalami masa menjadi amatiran yang tidak lepas dari kesalahan. Justru dengan kesalahan-kesalahan yang telah ia buat dan dengan pantang menyerah untuk memperbaiki kesalahan tersebut, lama-kelamaan ia berkembang menjadi seorang profesional. So, “practice make perfect” (berlatih membuat Anda menjadi seseorang yang perfect/sempurna).

5. Saya sedang tidak beruntung

Tuhan tidak mengubah nasib suatu kaum sebelum dia berusaha untuk mengubah nasibnya sendiri. Jadi, jangan terburu-buru mengucapkan kalimat yang bukan dalam kategori kalimat bijaksana ini. Secara tidak langsung, hal ini membuat mind set Anda menjadi si tukang pencari kambing hitam ketika Anda gagal melakukan sesuatu.

Berhasil atau tidaknya seseorang, tidak hanya dipengaruhi oleh masalah beruntung atau tidak beruntung saja. Akan tetapi, dipengaruhi oleh usaha dan upaya yang dilakukan demi menggapai keberhasilan tersebut. Setelah usaha dan upaya maksimal telah Anda lakukan, selanjutnya tinggal berdoa kepada Tuhan. Perkara Tuhan memutuskan hal lain, itu urusan belakang. Jadi jangan terlalu cepat mengatasnamakan ketidakberuntungan atas kegagalan yang Anda hadapi.

6. Saya takut jika nanti akan mengecewakan

Jika kalimat dalam kategori di luar kalimat bijaksana ini Anda ucapkan, sama saja menunjukkan bahwa Anda si kalah yang menyerah sebelum bertanding. Tentu Anda tidak mau dikatakan demikian, bukan? Lantas, apa yang harus dilakukan?

Yang perlu Anda lakukan adalah berusaha mengerjakan semaksmal mungkin dengan daya dan upaya yang Anda miliki. Jika nanti ternyata hasilnya tidak memuaskan, Anda bisa memperbaikinya dengan tidak lupa mengucapkan “three magic words” terhadap orang yang Anda kecewakan. Three magic words di antaranya adalah maaf, terima kasih, tolong.

a. Maaf (sorry)

Jika Anda telah mengecewakan orang lain, sudah sepatutnya Anda mengucapkan kalimat ini. Sesungguhnya dengan meminta maaf kita tidak sedang merendahkan diri kita sendiri. Justru dengan berkata maaf, secara tidak langsung kita sedang mengampuni diri kita sendiri. Manfaat kata maaf yang lain adalah menumbuhkan sikap rendah hati serta tidak angkuh. Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Jadi, sudah sewajarnya antarmanusia saling memaafkan satu sama lain.

b. Terima kasih (thank You)

Saat ini, kata terima kasih (thank you) sudah jarang kita dengarkan. Padahal, kata terima kasih merupakan kata yang sudah seharusnya diucapkan oleh seseorang kepada orang lain yang telah menolong/membantunya. Mereka berpikiran menyepelekan pertolongan yang diberikan orang lain serta berpikiran mampu membalas budi mereka dengan hal lain.

Sungguh hal ini perbuatan yang buruk. Memang, apa susahnya mengucapkan terima kasih? Di balik ucapan terima kasih, secara tidak langsung Anda belajar menjadi pribadi yang “tulus” serta menghargai orang lain.

c. Tolong (help)

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia selalu membutuhkan orang lain semandiri apapun orang tersebut. Kata "tolong" sudah seawajarnya kita katakan ketika kita memerlukan bantuan orang lain dan sudah tidak dapat lagi mengatasi suatu keadaan sendirian. Dengan meminta tolong, secara tidak langsung kita menyadari keterbatasan diri kita sebagai manusia.

Tapi, bukan berarti kita menjadi lemah dan tidak berdaya di hadapan orang lain. Sekali lagi, ini hal yang “wajar” ketika Anda benar-benar sudah tidak dapat mengatasi suatu keadaan tertentu. Kata "tolong" juga dapat membentuk pribadi seseorang menjadi tidak angkuh serta merasa hebat sendiri.

7. Saya tidak memiliki kesempatan/waktu

Lagi-lagi, kalimat yang di luar kategori kalimat bijaksana ini muncul oleh si pencari alasan yang tidak dapat membagi waktunya dengan baik. Hentikan penggunaan kalimat ini karena dapat menimbulkan efek sering menyalahkan kesempatan/waktu yang ada.

Tuhan sudah cukup adil dengan memberikan waktu sebanyak 24 jam sehari pada setiap manusia. Tapi kenapa hasilnya bisa lain? Tentu untuk mengetahui alasannya, kita perlu instrospeksi diri lagi. Tanyakan pada diri Anda, apakah manajemen waktu yang Anda lakukan sudah cukup efektif atau sebaliknya.

Demikianlah beberapa daftar kalimat di luar kategori  kalimat bijaksana. Semoga dengan adanya informasi ini, Anda dapat lebih berhati-hati dalam memilih kalimat saat berkomunikasi. Ingatlah bahwa “mulutmu harimaumu”. Jadi, berhati-hatilah dalam memilih kalimat. Jangan sampai kalimat yang Anda ucapkan justru merugikan Anda sendiri.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kata-kata Bijak Kristen
  • Kumpulan Kata Bijak Lucu
  • MEMBACA KATA – KATA KEMATIAN SEBAGAI SEBUAH RENUNGAN
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA