logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Artikel Umum Sosial    Kampung

Bercengkerama dengan Alam di Kampung

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Mendengar istilah ‘kampung’ yang terbayang dalam benak kita adalah sebuah pemukiman sederhana yang tertata sedemikian rupa dengan pemandangan khas; pesawahan, sungai/kali, perbukitan/pegunungan, jalan tanah, dan kebun-kebun yang luas atau beberapa tanah lapang yang belum terpakai. Yang pasti, kampung adalah sebuah daerah yang menawarkan kesejukan dan pemandangan alam yang segar, apalagi bagi pendatang dari kota.

Definisi Kampung atau Desa
Kampung adalah istilah lain dari desa atau udik. Desa, sebagai wilayah administratif yang otonom, mengurusi beberapa pemukiman yang luasnya berbeda-beda. Pemukiman inilah yang kemudian sangat dikenal dengan istilah pedesaan. Menurut PP No. 72 Tahun 2005 tentang Desa, desa atau kampung adalah wilayah yang membatasi pemukiman masyarakat tertentu dan berwenang mengurusi dan mengatur kepentingan mereka sendiri. Kepentingan mereka terkait dengan masalah adat istiadat atau asal usul setempat.

Desa dipimpin oleh kepala desa. Pada beberapa daerah tertentu, seperti di Kutai Barat, Kalimantan Timur atau di Papua, istilah desa lebih dikenal dengan istilah kampung dan pimpinannya disebut Petinggi atau Kepala Kampung. Sedangkan di Sumatera Barat, desa begitu dikenal dengan istilah nagari. Hal ini terjadi saat diberlakukannya otonomi daerah.

Yang perlu dicatat adalah, bahwa desa atau kampung bukanlah berada di bawah kecamatan seperti halnya kelurahan. Kecamatan adalah bagian dari perangkat daerah kabupaten/kota, sedangkan desa bukan merupakan bagian dari perangkat daerah. Selain itu, desa juga memiliki hak untuk mengatur wilayahnya sendiri. Namun dalam perkembangannya, sebuah desa atau kampung dapat berubah menjadi kelurahan.

Suasana Kampung
Kampung memiliki ciri khas yang unik. Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, karakter kampung itu memiliki pertalian yang erat dengan alam. Udara yang sejuk dengan pemandangan pegunungan atau pesawahan yang luas, termasuk kesegaran pendengaran akan suara air yang jatuh atau merasakan sendiri dinginnya air sungai yang masih jernih. Tak usah heran kalau anak-anak sekolah dari dulu hingga kini selalu dikipasi dengan cerita-cerita pedesaan yang menyejukkan. Bahkan, setelah liburan sekolah dan masuk pada minggu-minggu pertama, tugas yang paling diingat dalam pelajaran bahasa Indonesia adalah mengarang tentang tema liburan ke rumah nenek (yang cenderung ada di kampung).

Bagi orang kota, suasana kampung yang seperti itu pada akhirnya memunculkan kenangan indah dan keinginan untuk kembali lagi. Apalagi hal itu juga distimulasi oleh rutinitas pekerjaan di kota yang memang terkenal padat dan tidak pandang bulu. Hampir semua yang bekerja di kota hanya memiliki satu tujuan, yaitu mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Dan ketika hari libur tiba (khususnya pas lebaran), semua langsung berbondong-bondong kembali ke kampung halaman alias mudik.

Budaya Pulang Kampung
Ketika liburan panjang tiba, khususnya pada hari raya keagamaan seperti Idul Fitri atau libur kenaikan kelas bagi anak-anak sekolah, budaya pulang kampung begitu sangat disorot. Khususnya lebaran, pulang kampung sangat identik dengan istilah mudik.

Pulang kampung atau mudik telah menjadi budaya yang turun-temurun di negara kita. Sepertinya masih ada yang kurang kalau lebaran tidak mudik. Di sinilah terjadi persaingan ego siapa yang paling sukses di kota. Mulai dari jenis kendaraan mudik, sampai banyaknya bawaan yang bisa dipamerkan di kampung halamannya. Namun di luar itu semua, tetap saja pesona kampung halaman tidak bisa tergantikan oleh tempat-tempat wisata yang ada di perkotaan, meskipun kampung halaman yang dimaksud tidaklah seperti yang dibayangkan banyak orang: ada pegunungan, pesawahan, sungai, pemandangan alam yang segar, dan lain-lain.

Bagaimana dengan kampung halaman Anda?

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Arti Masyarakat Polisi atau Polisi Masyarakat?
  • Aura Kasih - Mojang Bandung Penuh Kontroversi
  • CITTA: Komunitas Unik Hadapi Bencana 2012
  • Pendidikan di Indonesia - Cerminan Budaya Masyarakatnya
  • Beberapa Alasan Seseorang Menjadi Wanita Malam
  • Menguak Asal Muasal Gank XTC Bandung
  • Budaya Korupsi Merusak Tata Kehidupan
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA