Kamus Jawa: Pengetahuan Komplit Tentang Bahasa Jawa
Penutur Bahasa Jawa merupakan penutur terbanyak di Negara Indonesia. penuturnya mencapai jumlah 70.000.000 jiwa. Penutur Bahasa Jawa tersebut bahkan tersebar hingga Negara Suriname. Jumlah penutur yang banyak tampaknya menjadi salah satu penyebab tersedianya Kamus Jawa di pasaran.
Negara Indonesia sudah terkenal dengan kekayaannya dalam berbagai bidang, salah satunya adalah bahasa. Jumlah keseluruhan bahasa yang dimiliki oleh negara ini sekitar 726 ragam bahasa. Bahasa-bahasa tersebut tersebar di seluruh pelosok negeri, dari mulai yang memiliki jumlah penutur terbanyak, yaitu Bahasa Jawa hingga bahasa dengan jumlah penutur terkecil yang terdapat di pedalaman Irian Jaya.
Hadirnya Kamus Jawa di sekitar masyarakat sepertinya cukup mempermudah siapa pun yang ingin belajar Bahasa Jawa. Selayaknya beberapa kamus bahasa lain yang menjelaskan makna, Kamus Jawa pun demikian.
Dalam Kamus Jawa, kita akan menemukan terjemahan kata-kata Bahasa Jawa dalam Bahasa Indonesia, terjemahan kata-kata Bahasa Indonesia dalam Bahasa Jawa, serta terjemahan antara Bahasa Jawa dalam Bahasa Jawa. Selain itu, dalam Kamus Jawa kita juga akan menemukan sistem undak usuk Bahasa Jawa.
Bahasa Jawa memang mengenal sistem undak usuk bahasa dalam penuturannya. Kamus Jawa biasanya akan mencantumkan keterangan dari tingkatan sosial mana bahasa tersebut berasal. Sistem undak usuk Bahasa Jawa tersebut sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit dahulu. Masyarakat Jawa memang sudah terbiasa memposisikan mereka berdasarkan tingkatan sosial di masyarakat.
Tingkatan sosial tersebut berpengaruh terhadap penggunaan bahasa Jawa di kalangan mereka Jawa sehari-hari.Tingkatan satus sosial dalam Bahasa Jawa membawa pengaruh pada penggunaan Bahasa Jawa dimasyarakatnya sendiri. Semakin tinggi status sosial masyarakat tersebut, maka semakin tinggi pula ragam bahasa yang digunakan, begitu pun sebaliknya.
Berikut ini adalah ragam undak usuk penggunaan Bahasa Jawa berdasarkan status sosial.
Ragam Krama
Ragam ini biasa digunakan oleh masyarakat Jawa yang memiliki status sosial tinggi. Ragam ini juga biasanya digunakan masyarakat yang memiliki strata sosial lebih rendah ketika akan berkomunikasi dengan para petinggi. Dalam Kamus Jawa ragam Krama biasanya disimbolkan dengan huruf K.
Ragam Madya atau Kromo Ngoko
Ragam ini biasa digunakan oleh kalangan masyarakat yang memiliki strata sosial menengah. Ragam ini biasanya disimbolkan dalam Kamus Jawa dengan huruf Kn.
Ragam Ngoko
Ragam ini dituturkan oleh penutur dari strata sosial yang paling bawah. Ragam bahasa ini merupakan ragam yang sering digunakan oleh masyarakat Jawa sehari-hari sekaligus merupakan ragam terbanyak yang terdapat pada Kamus Jawa. Huruf yang biasa digunakan sebagai simbol untuk ragam bahasa ini dalam Kamus Jawa adalah Ng.






