Tips Memainkan Diksi dengan Kamus Kalimat
Menulis merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi penghobi olah kata-kata, seperti wartawan, novelis, cerpenis, dan sebagainya. Saat menulis, semua ide gemilang dari kepala Anda dengan suka cita ditumpahkan dalam tulisan. Anda yang gemar menulis mungkin tak tahan lama untuk mengendapkan gagasan di dalam otak, penulis biasanya langsung saja menumpahkan gagasan kapan saja, di mana saja berada mereka menumpahkan gagasan ke laptop, buku tulis, dan media apa saja agar gagasan bisa langsung dituangkan.
Entah itu tulisan berupa fiksi maupun no non fiksi seperti repotase, laporan kerja, ulasan skripsi. Setiap penulis memiliki gaya bahasa berbeda-beda bergantung selera penulis. Berikut akan diuraikan mengenai gaya bahasa tulis dan kamus kalimat.
Jenis Gaya Bahasa Tulis
- Gaya Bahasa Naratif
Ada yang menyukai gaya naratif yang sedemikian detail dan hidup sehingga seperti menggambarkan suatu tempat, peristiwa, dan subjek-subjeknya. Biasanya, cocok sebagai penulis buku wisata, laporan kriminalitas, maupun novel yang menyajikan suatu kisah petualangan yang mendebarkan sehingga pembaca terbawa kedalam tulisan.
Contoh naratif: malam itu suasana Dusun Kinahrejo begitu senyap, kabut tipis pun menyeliput perkampungan Mbah Maridjan, tapi tidak Gunung Merapi utara desa itu, pada puncak merapi tiba-tiba menyeruak gumpalan awan panas menderu keluar dari kepundang puncak merapi dan menerjang dusun Kinahrejo.
- Preskripsi
Gaya bahasa atau tulisan preskripsi ini menyajikan yang berawal dari kausalitas atau sebab akibat hingga ke suatu alur cerita yang menggiring pembaca ke sebuah opini. Gaya bahasa ini biasanya menekankan advis atau rekomendasi atau anjuran. Cocok untuk karangan singkat berupa iklan layanan kesehatan, laporan medis, dan lain sebagainya.
Contoh preskripsi: Penyakit jantung koroner merupakan musuh nomor satu penyebab kematian di Indonesia. Penyebab penyakit ini karena pola hidup manusia yang tak sehat, seperti mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi, merokok, minum kopi berlebihan, dan kurang olah raga. Cara efektif menghindari penyakit jantung koroner adalah berolahraga teratur, mangonsumsi makanan sehat yang mengandung banyak serat.
- Argumentasi
Penulisan dengan gaya argumentasi dipakai jika Anda menerangkan sebuah penjelasan ilmiah seperti karya tulis yang dikuatkan oleh teori-teori yang mendukung tulisan Anda. Juga berkaitan dengan teori kausalitas.
Contoh bahasa Argumentasi: Dalam sebatang rokok terdapat 4000 jenis racun yang membahayakan tubuh antara lain nikotin, timah hitam, karbon monoksida, dan masih banyak lagi . Terlampau sering mengisap rokok menyebabkan kanker paru-paru, stroke, dan jantung. Bahkan, setiap menit 3 orang tewas akibat menghisap rokok.
- Eksposisi
Gaya penulisan eksposisi adalah gaya tulisan yang memberikan pemaparan terhadap sebuah teori atau rumus agar pembaca memahami karya tulis Anda.
Contoh eksposisi: Supaya mempercepat kesembuhan dan menangkal penyakit sebaiknya mengonsumsi obat disertai dengan antibiotik. Karena, dalam antibiotik terdapat kandungan anti virus yang efektif menangkal penyakit kambuh kembali.
Patokan dalam menulis sebuah karangan atau tulisan sebaiknya memperhatikan diksi yang tepat pada setiap kalimat. Yang dimaksud dengan diksi ini adalah pemilihan kata yang tepat sesaui dengan konteks kalimat sesuai jabatan kalimat. Permainan diksi ini merupakan salah satu seni menulis.
Jangan sampai menggunakan terlalu banyak kata yang sama dalam sebuah karangan. Agar tak boros dalam penggunaan kosakata. Cara yang benar dalam bermain diksi sebaiknya Anda menyanding kamus. Bagi penulis, kamus merupakan kitab suci yang wajib dimiliki. Sebaiknya lebih dari satu kamus jika Anda mengarang. Agar Anda bisa mencari kalimat dalam kamus yang sesuai dengan konteks kalimat.
Jenis Kamus
Terdapat banyak jenis kamus yang terdapat di pasaran yang patut Anda miliki:
- Tesaurus (Kamus Kalimat)
Tesaurus merupakan kamus yang berisi daftar kata sinonim atau kumpulan kosakata yang sama tapi memiliki kadar makna yang berbeda, sesuai konteks kalimat.
- Kamus Disiplin Ilmu
Setiap disiplin ilmu memiliki kamus yang memuat berbagai istilah yang diklasifikasi sesuai konsentrasi ilmu. Contohnya, ada kamus kedokteran, kamus filsafat, kamus hukum, kamus fisika, dan sebagainya. Semua bergantung jenis karangan yang akan disusun.
- Kamus Modern
Kamus modern merupakan kamus yang berisi deretan kosakata yang lazim digunakan. Juga, kata-kata yang mengalami modifikasi sesuai dengan perkembangan zaman.
- Kamus Serapan
Kamus serapan isinya hampir sama dengan kamus modern, tetapi bedanya ada kosakata yang diambil dari istilah asing seperti kosakata dari Inggris, hina, dan Arab.
- Kamus Bahasa Asing
Kamus ini sebaiknya dimiliki oleh penulis, saat Anda ingin menerjemahkan sebuah kutipan atau teori. Di pasaran banyak kamus asing, seperti Kamus Bahasa Inggris, Kamus Bahasa Jepang, Kamus Bahasa Jerman, dan sebagainya.
Kesimpulannya, agar tulisan Anda lebih variatif dan indah dalam pemilihan kata sebaiknya perhatikan permainan diksi dan pencantuman istilah asing agar mendukung kwalitas isi dan pemahamannya. Selamat menulis.






