Beberapa Istilah Medis dalam Kamus Medis Sederhana - ANNEAHIRA.COM
Ilustrasi kamus medis
Dalam dunia medis, banyak istilah yang mungkin tidak dipahami oleh masyarakat awam. Istilah medis dapat kita temui dalam keterangan kandungan obat atau hasil rekam medis. Jika kita dapat memahami istilah-istilah yang tertera, tentu akan memudahkan kita melakukan tindakan atau pencegahan. Berikut beberapa istilah medis yang bisa dijadikan kamus medis sederhana.
- Alergi rhinitis: radang selaput lendir hidung yang menyebabkan keluarnya ingus jernih dari hidung.
- Anal fissure: rekahan pada bibir anus.
- Anemia: kekurangan haemoglobin dalam darah yang disebabkan kekurangan zat besi.
- Anorexia: suatu gangguan kejiwaan yang menyebabkan seseorang (umumnya remaja putri atau wanita muda) tidak mau makan.
- Apendisitis: mulas perut yang disebabkan usus buntu.
- Abdomen Akut: Istilah medis yang mengacu pada gejala nyeri perut yang datang tiba-tiba. Berbeda dengan nyeri perut umum yang biasanya tidak berbahaya, abdomen akut hampir selalu merupakan gejala penyakit intra-abdomen.
- Ablasi Retina: Lepasnya retina dari tisu penopangnya yang menutupi permukaan di bagian belakang mata. Kondisi ini disebabkan oleh cedera pada mata atau wajah, rabun senja ekstrem (retina tipis sehingga yang lebih rentan untuk terlepas), dan operasi LASIK. Ablasi retina dapat menyebabkan kebutaan apabila retina tidak dilekatkan kembali dalam waktu relatif singkat.
- Barotrauma: hilangnya keseimbangan tekanan udara antara bagian tengah dan bagian luar telinga, yang mudah timbul jika kita sedang demam atau hidung tersumbat.
- Blepharitis: peradangan tepian kelopak mata atau mengelupas kulit kepala.
- Bulimia: jenis lain dari anorexia, yaitu mereka yang berusaha menghindari kenaikan berat badan dengan memaksakan diri muntah setelah makan.
- Bursitis: peradangan pada jaringan berisi cairan di sekitar persendian.
- Diabetes melitus: suatu kelainan akibat kurangnya produksi hormon insulin.
- Dyslexia: kelainan pada anak yang menyebabkan dia sulit bicara atau kesulitan dalam membaca dan menulis pada anak normal.
- Exopthalmus: suatu kondisi atau keadaan mata tersembul keluar.
- Gastritis: peradangan pada dinding lambung.
- Gastroenteritis: radang pada saluran pencernaan akibat infeksi atau keracunan.
- Glossitis: suatu keadaan yang menyebabkan jaringan pelindung di permukaan lidah tidak terbentuk sempurna sehingga lidah terbuka dan terasa perih.
- Haemorrhoids: pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus, juga dikenal sebagai wasir.
- Hiperaktifitas: istilah untuk menggambarkan aktivitas fisik dan mental yang berlebihan pada anak.
- Impetigo: infeksi bakteri pada kulit yang biasa menyerang bagian wajah.
- Konjungtivitis: radang pada selaput pembungkus mata dan pinggiran kelopak akibat infeksi.
- Lumbar puncture: pemeriksaan untuk mendiagnosa kelainan pada otak dan sistem saraf, terutama infeksi seperti meningitis.
- Myringotomy: operasi kecil untuk mengatasi telinga yang tersumbat cairan karena alasan yang tidak masuk akal, seperti takut kegemukan.
- Sinusitis: peradangan selaput penutup rongga di tengkorak yang dapat menyebabkan hidung tersumbat.
- Stapedektomi: operasi tulang telinga bagian tengah yang biasa dilakukan dalam kasus-kasus berat otosclerosis.
- Stroke: terputusnya pasokan darah ke otak karena penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.
- Stye: infeksi mirip bisul di pangkal bulu mata.
- Urticaria: sejenis alergi yang menimbulkan gejala bintil merah yang di tengahnya berwarna putih.
Istilah yang Tidak Ada dalam Kamus Medis
Seringkali kita mendengar istilah yang berkembang di tengah masyarakat seputar dunia medis. Entah dari mana istilah itu berasal, yang pasti sudah sangat populer di tengah masyarakat. Bahkan orang awam lebih mengetahuinya dengan detail daripada dokter. Mungkin istilah tersebut disebut dengan istilah yang lain dalam kamus medis, namun masyarakat tidak menggunakannya. Berikut beberapa istilah yang berkembang dalam masyarakat tetapi sebenarnya tidak ada dalam kamus medis:
1. Angin Duduk
Angin duduk di sini oleh masyarakat umumnya didefinisikan sebagai kondisi perut kembung dan disertai dengan rasa sakit yang menusuk. Angin duduk ini seperti ada gas yang terkurung di dalam rongga pencernaan kita. Lalu gas ini mendesak bagian dinding perut sehingga kita menjadi sesak nafas. Sebenarnya angin duduk tidak memiliki padanan istilah dalam kamus medis.
Angin duduk ini gejalanya berupa kesulitan mengeluarkan gas dari saluran pencernaan kita, yang dsebabkan oleh gangguan pada saluran usus yang sifatnya ileus atau yang dikenal dengan penyumbatan total. Penyumbatan ini bisa terjadi karena gumpalan cacing, adanya tumor atau invaginasi yang disertai kembung yang hebat, muntah-muntah, dan kadang-kadang disertai dengan demam.
Ileus tadi juga bisa terjadi karena gangguan usus secara paralitik, artinya usus tidak mampu bekerja dengan baik seperti keadaan normal, sehingga susah mengeluarkan sisa hasil pencernaan termasuk dari anus.
2. Masuk Angin
Siapa kira ternyata masuk angin yang begitu populer juga tidak ada dalam kamus medis, maupun dalam ilmu kedokteran. Di tengah masyarakat masuk angin ini ditandai dengan otot pegal-pegal atau mengeras karena ada angin di dalamnya. Padahal, jika ditelusuri otot yang pegal tersebut tidak ada angin di dalamnya. Istilah ini muncul mungkin terperangkapnya angin di dalam rongga saluran pencernaan yang lalu mempengaruhi perasaan penderita yang akhirnya membuat tubuh tidak enak karena pegal. Adanya udara yang masuk inilah yang lalu dikatakan masuk angin.
3. Darah Kotor
Istilah darah kotor seringkali kita dengar di tengah masyarakat. Terutama bagi wanita, masa menstruasi bisa dikatakan sebagai pengeluaran darah kotor. Tetapi dalam ilmu kedokteran dan kamus medis tidak ditemukan istilah ini. Sebenarnya darah kotor ini merupakan anggapan yang salah tetapi sudah memasyarakat. Masyarakat branggapan jika darah yang kotor itu bisa menimbulkan jerawat, bisul, kulit kemerahan. Padahal tidak ada darah yang kotor.
Semua darah itu bersih dan bisa digunakan dengan baik. Memang, ada darah yang mengandung banyak CO2 atau karbon dioksida, hasil dari metabolisme tubuh dan sedikit oksigen. Biasanya darah yang berada dalam pembuluh darah balik. Dalam dunia kedokteran, darah ini harus melalui proses pembersihan sebelum digunakan untuk metabolisme kembali.
4. Darah Manis
Seringkali masyarakat awam mengatakan jika kita gampang terluka karena digigit nyamuk atau sering digigit nyamuk karena darah kita manis. Padahal, anggapan ini salah. Jika kita mudah bentol, teriritasi, mudah mengalami infeksi dan sulit atau lama sembuhnya karena digigit serangga, hal itu bukan dikarenakan darah kita rasanya manis, melainkan lebih karena asma kulit. Mungkin saja kita menderita prurigo, semacam alergi kulit, yang membuat kita mudah sekali bentol, mengalami iritasi, dan infeksi.
5. Rabun Ayam
Sebenarnya rabun ayam ini dalam ilmu kedokteran adalah padanan dari rabun senja, tetapi orang awam menyebutnya dengan rabun ayam. Hal ini dikarenakan pada aktu senja, ayam sulit melihat dengan baik, dan bila kita mengalami hal yang sama pada waktu senja hari, berarti sama dengan si ayam ini, sehingga disebut dengan rabun ayam. Rabun senja disebabkan kekurangan vitamin A. Jika kekurangan asupan vitamin A ini dibiarkan saja, tanpa ada perawatan dan penenganan khusus, kemungkinan besar lanjutannya akan menjadi buta.
Untuk mengatasi rabun senja ini diperlukan asupna vitamin A yang cukup. Sumber vitamin A bisa kita dapatkan dari buah-buahan, seperti tomat dan wortel. Mengonsumsi vitamin A secara baik dan teratur biasanya akan menyembuhkan penderita rabun senja.
6. Paru-Paru Basah
Istilah ini muncul karena masyarakat awam beranggapan paru-paru memang benar-benar basah. Memang benar ada semacam cairan di bagian rongga pleura di bagian bawah, yang disebut dengan efusi pleura, jadi itu bukan paru-paru. Pleura ini adalah sebuah rongga yang memiliki dua selaput, dan rongga ini berada di luar paru-paru, tepatnya di sekeliling paru-paru. Jika terjadi radang di bagian pleura di sekeliling paru-paru ini, maka akan muncul cairan. Nah, cairan ini semakin banyak dan akan menumpuk di dalam rongga tersebut dan sulit untuk dikeluarkan.
Manfaat Kamus Medis
Berdasarkan uraian di atas bisa kita katakan bahwa tidak semua istilah yang berkembang atau populer di tengah masyarakat itu ada atau berasal dari kamus medis dan ilmu kedokteran. Jadi, sebaiknya kita lebih perhatikan lagi istilah medis yang sebenarnya dalam kamus medis. Terkadang apa yang berkembang dalam masayarakat tidak sepenuhnya benar, meskipun sudah populer.
Jadi, kamus medis sangat diperlukan terutama bagi kita yang memang masih awam dengan berbagai istilah kedokteran. Dengan adanya kamus medis ini, kita bisa menjadi lebih tahu secara detail apa saja yang ada dalam istilah medis dan kedokteran.
Idealnya kita tidak boleh tergantung sepenuhnya dengan keterangan dokter saja, jika berkonsultasi soal penyakit atau istilah yang tidak kita mengerti, apalagi hanya dengan orang awam. Kita sebaiknya juga mencari tahu sendiri, supaya informasi yang kita kumpulkan tidak semata berdasarkan asumsi belaka.

