Kamus
Apa itu kamus? Kamus, siapa yang tak kenal benda ajaib ini? rata-rata kita mengetahui benda berbentuk buku yang menjadi intisari pengetahuan tersebut. Sejak kecil kita sudah akrab dengan aneka macam jenisnya, dari berbagai bahasa; Inggris, Indonesia, Jerman, Arab dan sebagainya.
Rata-rata isi dari tiap lembarannya merupakan definisi dari istilah-istilah bahasa bersangkutan. Tak hanya kamus bahasa, ada juga yang ditulis khusus untuk istilah spesifik bidang tertentu, misalnya kedokteran, kimia, ekonomi, hukum, pemerintahan dan lain-lain.
Dengan kecanggihan teknologi saat sekarang, benda berisi kumpulan kata beserta definisinya ini tak hanya kita jumpai dalam wujud cetak. Kamus-kamus elektronik telah banyak dikembangkan para ilmuan, mulai dari bentuk software sampai yang berbentuk online. Semua dirancang untuk memudahkan manusia agar terus belajar memperkaya pemahaman mereka terhadap aneka bahasa.
Jenis-jenis Kamus
Kamus itu memiliki banyak jenisnya, yaitu dibedakan berdasarkan penggunaan bahasa dan berdasarkan ini. Berikut ini ulasannya.
1. Berdasarkan Penggunaan Bahasa
Kamus itu dapat saja ditulis dan dibuat dalam satu bahasa atau lebih dari satu. Oleh sebab itulah, kamus terdiri atas beberapa jenis berdasarkan penggunaan bahasanya, yaitu sebagai berikut.
a. Kamus Ekabahasa
Kamus ekabahasa hanya memakai atau terdiri atas satu bahasa. Kata-kata atau entri yang dipaparkan dan penjelasannya hanya terdiri atas satu bahasa atau bahasa yang sama. Kamus ekabahasa tentu sangat berbeda dengan kamus dwibahasa, sebab penyusunannya disusun berdasarkan pembuktian dari data korpus.
Hal ini dimaksudkan definisi makna atas kata-kata berdasarkan makna yang diberikan di dalam contoh kalimat yang memiliki kata-kata berhubungan. Contoh dari kamus ekabahasa adalah KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dan Kamus Dewan di Malaysia.
Kamus dwibahasa. Kamus jenis ini terdiri atas dua bahasa, yaitu kata masukan dari bahasa yang dikamuskan diberi pemerian atau padanan takrifnya dengan memakai bahasa lainnya. Misalnya Kamus Dwibahasa Oxford Fajar (Inggris-Melayu; Melayu-Inggris) dan Kamus Inggris-Indonesia.
b. Kamus Aneka Bahasa
Kamus aneka bahasa setidaknya terdiri atas tiga bahasa atau lebih dari itu seperti bahasa Indonesia, bahasa Melayu, dan bahasa Inggris. Sementara itu, contoh kamus aneka bahasa adalah Kamus Melayu-Cina-Inggris Pelangi yang disusun oleh Yuen Boon Chan pada 2004.
2. Berdasarkan Isi
Kamus pun bisa disusun atau dibuat dalam berbagai isi. Hal ini karena kamus itu diterbitkan memang dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan golongan tertentu. misalnya, kalangan pelajar sekolah yang memang membutuhkan kamus ukuran kecil untuk mempermudah mereka membawanya ke sekolah. Berdasarkan ukurannya, kamus itu bisa dibagi ke dalam 3 jenis, yaitu sebagai berikut.
a. Kamus Mini
Di zaman sekarang ini, rasanya sulit untuk menemukan kamus mini. Kamus ini sering juga disebut dengan kamus saku karena memang bisa disimpan di dalam saku. Tebal kamus mini ini tak lebih dari 2cm.
Kamus kecil. Sesuai dengan namanya, kamus ini ukurannya kecil dan banyak dijumpai di berbagai perpustakaan ataupun toko buku. Kamus ini pun mudah dibawa ke mana-mana seperti kamus mini. Contoh kamus kecil adalah Kamus Dwibahasa Oxford Fajar (Inggris-Melayu; Melayu-Inggris).
b. Kamus Besar
Kamus besar berisi semua leksikal yang ada di dalam sebuah bahasa. Masing-masing kata di dalamnya dijelaskan artinya dengan lengkap. Berbeda dengan jenis kamus lainnya, kamus ini ukurannya cukup besar sehingga tidak cocok dibawa ke mana-mana. Contoh dari kamus besar adalah KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Kamus Istimewa
Apa itu kamus istimewa? Kamus istimewa adalah kamus yang memiliki fungsi khusus. Kamus-kamus istimewa tersebut adalah sebagai berikut.
- Kamus istilah. Kamus istilah ini berisi istilah-istilah khusus dalam bidang-bidang tertentu dan berfungsi untuk kepentingan ilmiah. Contohnya adalah Kamus Istilah Hukum dan Kamus Istilah Fiqh.
- Kamus etimologi. Kamus etimologi menjelaskan asal mula sebuah kata dan maksud asalnya.
- Kamus tesaurus (perkataan searti). Kamus ini menjelaskan arti dari suatu perkataan dengan memunculkan kata-kata searti atau sinonim dan juga bisa kata-kata yang berlawanan arti atau antonim. Kamus tesaurus dibuat untuk membantu kalangan penulis dalam meragamkan pemakaian diksi. Contoh dari kamus tesaurus adalah Tesaurus Bahasa Indonesia.
- Kamus peribahasa atau simpulan bahasa. Kamus ini bermaksud menjelaskan maksud suatu simpulan bahasa atau peribahasa. Selain dapat dipakai sebagai bahan rujukan, kamus peribahasa simpulan bahasa pun sesuai atau sangat cocok dibaca dengan tujuan keindahan.
- Kamus kata nama khas. Kamus ini hanya berisi kata nama khas seperti nama tokoh, nama tempat, serta nama untuk institusi. Tujuannya yaitu untuk menyediakan rujuan bagi nama-nama tersebut.
- Kamus terjemahan. Kamus terjemahan ini berisi kata-kata searti bahasa asing untuk sebuah bahasa sasaran. Manfaatnya adalah untuk membantu memudahkan para penerjemah.
- Kamus kolokasi. Kamus ini berisi penerangan tentang padanan kata seperti kata terdiri yang pasti selalu diikuti atau berpadanan dengan kata dari atau atas.\\
Cara Penyusunan Kamus
Menyusun kamus adalalah sebuah pekerjaan yang cukup berat. Penyusunan kamus biasanya dilakukan setahap demi setahap dan juga disusun secara bersama-sama atau berkelompok (team work). Secara garis besar, penyusunan sebuah kamus terdiri atas tahapan-tahapan berikut.
- Perancangan
- Pembinaan data krpus
- Pengisihan dan juga pengabjadan data
- Pengolahan data
- Pemerian makna
Kamus dan Penulis
Siapa saja yang memerlukan kamus? Pelajar, mahasiswa, pekerja, pejabat, hampir semua profesi membutuhkan. Anda juga tak asing dengan sebuah profesi yang dinamakan dengan penulis bukan? Ini sosok yang idealnya menjadi seorang \"kutu kamus\".
Penulis dapat dikatakan sebagai sosok yang berkutat dengan aneka kata, baik ketika ia menulis dalam bentuk bahasanya sendiri maupun bahasa asing. Seorang penulis buku-buku terjemahan misalnya, mereka adalah orang-orang yang mutlak membutuhkan benda ini.
Ilmu tata bahasa sangatlah berbeda dengan ilmu pengetahuan alam dan sains, tata bahasa sangat cepat sekali berubah. Sebagai contoh saat anda memperhatikan perkembangan defenisi demi definisi di kamus besar bahasa Indonesia, anda akan menemukan banyak perubahan makna dalam kurun waktu tertentu. Oleh karena itu seorang penulis haruslah sosok yang up date dengan perkembangan definisi terbaru dari berbagai kata dan istilah.
Kamus ibarat mata air bagi seorang penulis. Anda tahu bukan apa fungsi mata air? Yakni menghasilkan sumber air yang baru, yang jernih dan lebih segar. Dapat kita bayangkan apabila sebuah kolam atau sumur tidak memiliki sumber mata air alias hanya bersifat tadah hujan, sumur tersebut akan mudah sekali mengalami kekeringan.
Sedikit saja musim kemarau terjadi, maka kolam tersebut akan kehilangan genangan air dan mengering. Seperti itu pulalah kamus bagi seorang penulis. Meskipun si penulis tersebut adalah sosok yang rajin membaca banyak referensi, namun adakalanya ia tidak paham dengan definisi sebuah kata. Atau boleh jadi, pemahamannya selama ini terhadap definisi suatu kata sebenarnya tidak tepat. Maka peran kamus bisa meluruskan pemahaman si penulis tadi.
Sastrawan, Anda juga tentu tidak asing dengan profesi yang satu ini. Sosok yang dianggap sebagai produsen keindahan kata. Sastrawan juga seorang penulis, terlebih ketika ia menulis sebuah puisi yang membutuhkan sajian diksi-diksi yang kokoh.
Pada saat itulah ia mutlak membutuhkan sebuah referensi sebagai pembuka cakrawala perbendaharaan kata miliknya. Anjuran utama bagi para penulis. Jika ingin selalu tampil segar dengan kosakata dan frasa dalam tulisan Anda, baca dan milikilah kamus.

