logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Anak-Anak    Dongeng Anak

Folklor Dongeng Kancil dan Buaya


Ilustrasi kancil dan buaya

Kegiatan mendongeng sebelum tidur sudah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Indonesia sejak dahulu. Kebudayaan dan kepercayaan masyarakat setempat mempengaruhi dongeng-dongeng yang diceritakan secara turun temurun itu.

Terbukti dari kisah-kisah rakyat yang banyak terdapat di seluruh daerah di Indonesia yang berkisah tentang terbentuknya suatu daerah seperti Banyuwangi, Tangkuban Perahu, dan lain sebagainya. Selain cerita rakyat yang khas dengan kebudayaan yang beragam, muncul pula dongeng hewan atau yang biasa disebut fabel yang menceritakan kehidupan hewan dimana hewan-hewan tersebut dapat berbicara dalam bahasa manusia.

Kancil dan Buaya

Tersebutlah kisah kancil dan buaya yang masih terkenal hingga saat ini. Di sebuah sungai yang airnya tenang, terdapat sekelompok buaya yang besar. Suatu hari si kancil ingin menyeberangi sungai tersebut dan menemukan bahwa tak ada kapal atau jembatan yang bisa membawanya ke seberang sungai. Dilihatnya seekor buaya sedang berjemur di pinggir sungai.

Dengan gagah berani, dihampirinya buaya tersebut dan mengatakan bahwa dia ingin membagikan daging segar untuknya dan teman-temannya. Maka buaya tersebut memanggil teman-temannya untuk berbaris agar si kancil dapat menghitung jumlah mereka.

Setelah buaya berbaris dengan rapi, kancil melompat dari buaya pertama hingga buaya terakhir sambil menghitung dengan suara lantang, “satu, dua, tiga…” begitu seterusnya hingga sampai di seberang sungai. Setelah sampai, Kancil menertawakan buaya dan mengatakan bahwa sebenarnya dia tak memiliki daging segar, melainkan hanya butuh menyeberang sungai. Berkat para buaya, kancil berhasil menyeberangi sungai tersebut dengan selamat.

Hikmah Cerita

Dongeng kancil dan buaya sarat dengan hikmah yang dapat digunakan untuk mengajarkan anak-anak mengenai kecerdasan. Kancil yang berbadan kecil terkenal dengan kecerdasannya, sehingga mampu menipu daya makhluk yang tubuhnya lebih besar darinya. Sementara Buaya yang bertubuh besar, ternyata tak sepintar Kancil sehingga dengan mudah diperdaya oleh hewan yang lebih kecil tersebut.

Bagaimana menjelaskan moral cerita kepada anak tanpa terkesan menggurui? Dongeng kancil dan buaya ini dapat membantu dengan cara menjelaskan bagaimana kancil terus menerus mengasah kepandaiannya dengan banyak membaca buku mengenai hewan-hewan lain yang hidup di hutan. Kalau tidak membaca buku, darimana lagi si kancil mendapat ilmu pengetahuan, kan?

Selain hikmah yang ada mengenai kepandaian si kancil kita juga harus pandai-pandai menggali unsur lain. Di dalam cerita dongen kancil tersebut menceritakan betapa cerdiknya kancil membohongi buaya. Di dalam dongen ini tidak hanya ada nilai positif yang bisa diambil tetapi kita juga harus jeli mengarahkan anak agar tidak terjerumus ke dalam hal negatif yang ada di cerita.

Membohongi orang lain dengan ilmu yang dimiliki termasuk ke dalam perbuatan yang negatif. Perbuatan yang tidak baik yang tidak harus dicontoh oleh anak. Memiliki kepandaian dan ilmu bukan berarti bisa menggunakannya untuk kepentingan pribadinya.

Seperti yang dilakukan oleh si kancil ketika ingin menyeberangi sungai. Dengan akal dan ilmu yang dimilikinya kancil membodohi buaya yang memang ternyata tidak begitu pintar. Si kancil berbohong pada buaya bahwa dirinya memiliki daging yang segar.

Perbuatan berbohong yang dilakukan oleh kancil demi kepentingannya untuk menyebrangi sungai adalah hal yang tidak patut dicontoh. Memiliki ilmu dan menjadi pintar itu boleh tetapi dengan ilmu yang dimilki sehingga bisa membohongi dan membodohi orang lain itu adalah perbuatan yang tidak baik dan tidak diperbolehkan.

Hal negatif seperti ini juga harus kita terangkan kepada anak dengan baik. Dengan adanya penjelasan dari orang tua maka hal yang negatif yang terkandung dalam dongen bisa dihindari dan tidak ditiru oleh anak.

Tentunya kita tidak ingin anak membohongi kita ketika ingin menggapai apa yang diinginkannya. Seperti yang dilakukan oleh kancil dalam dongen tersebut. Demi keinginannya untuk menyeberangi sungai, kancil membohongi buaya.

Pandai-pandailah kita menyimak dari ceita suatu dongeng. Ada hal yang bisa jadi negatif namun tidak kita sadari dan disadari oleh anak kita. Tentunya kita tidak ingin hal itu sampai terjadi bukan? Oleh karena itu, pandai menyimak bacaan yang akan kita berikan kepada anak adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh orang tua.

Mendongeng sebelum tidur selain bertujuan mengajarkan moral yang baik kepada anak, juga efektif dalam mendekatkan emosi anak dengan orang tuanya.

Manfaat dongeng

Dongen bukanlah hanya cerita rekaan yang diperankan oleh hewan. Dongen tidaklah semata-mata hiburan yang bisa diberikan kepada anak sebagaimana kita memberikan sebuah mainan mobil-mobilan atau boneka.

Dongeng memiliki manfaat yang lebih bagi perkembangan anak. Banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil dari membacakan dongen kepada anak. Manfaat dongen berguna sekali bagi perkembangan otak anak. Berikut adalah beberapa manfaat dari dongeng.

1. Meningkatkan Kemampuan Berbahasa

Tanpa kita sadari dengan mendongeng ke anak akan mampu meningkatkan kemampuan berbahasanya. Jika kita ingin anak kita pandai dalam bertutur kata maka ada baiknya selalu membaca dongeng ke anak.

Saat bercerita atau mendongen ke anak, banyak sekali bahasa yang kita ucapkan. Pemakaian bahasa yang ada dalam cerita direkam dalam memori anak. Dengan adanya proses tersebut maka anak akan lebih kaya bahasa dibandingkan dengan anak yang tidak dibacakan dongen.

2. Mengembangkan Kemampuan Imajinasi

Di dalam cerita dongeng banyak sekali imajinasi yang dituangkan dalam cerita. Sebut saja salah satu dongen yang ada yakni kancil. Ketika menyebutkan kancil dengan narasinya, maka anak akan segera berimajinasi sesuai dengan gambaran yang dinarasikan tersebut.

Dalam perkembangannya, memang sangat wajar anak memiliki imajinasi. Umur anak yang mengalami perkembangan imajinasi adalah pada saat berumur tiga sampai tujuh tahun. Pada usia ini anak mengalami perkembangan daya imajinasinya. Agar pola imajinasi sang anak dapat berkembang ke arah yang positif butuh pengarahan dari orang tua.

Salah satu arahan yang bisa diberikan adalah dengan membacakan cerita-cerita dongen yang baik. Dongeng yang baik akan membuat imajinasi anak berkembang lebih baik. Selain itu, imajinasi anak juga akan berkembang lebih tearah dan teratur.

Keteraturan dan keterahan ini dilatih dan dipola dari cerita yang ada di dongeng.  dalam dongeng cerita diatur secara apik dan terarah. Dengan adanya alur yang rapi dan terarah tersebut imajinasi yang berkembang ada anak pun menjadi teratur dan terarah seperti alur cerita yang ada pada dongen.

Dimulai dari perkenalan tokoh dari cerita yang ada pada dongeng. Kemudian muncul permasalahan atau konflik yang nantinya diakhiri dengan solusi dari knflik yang ada tersebut. Dalam penyelesainnya pun ada hikmah dan nilai positif yang bisa diajarkan kepada anak. Jadi dengan dongeng banyak sekali hal yang bisa didapatkan.

3. Membantu Perkembangan Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional diperlukan oleh sesorang dalam bersosialisasi. Seperti yang telah diketahui bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa manusia yang lain. Manusia selalu berhubungan atau berkomunikasi dengan manusia yang lain.

Emosional adalah hal yang tidak bisa dilihat secara kasat mata. Hal yang tidak kasat mata seperti itu akan sulit untuk mengajarkannya kepada anak-anak. Nilai-nilai emosional persahabatan kepada teman tentu sangat sulit untuk diajarkan kepada anak.

Bagi ibu tentu sangat sulit ketika melihat anak selalu bertengkar dengan temannya. Kadang bisa berulang kali menjelaskan kepada anak tentang emosional persahabatan tersebut. Namun berulang kali anak juga kurang paham dengan apa yang dimaksudkan oleh ibunya.

Lewat dongeng yang berisikan berbagai emosional persahabatan dan berbagi kebaikan kepada sesama mampu membantu ibu dalam menanamkan nilai emosional tersbut. Dengan pahamnya anak akan nilai-nilai emosional maka akan membantu anak dalam bersosialisasi dengan sesamanya. Kemampuan anak bersosialisasi akan berkebang dengan baik jika kecerdasan emosionalnya juga berkembang dengna baikpula.

4. Meingkatkan Fungsi Analisa Anak

Setiap cerita yang ada di dalam dongeng pasti berisikan sebuah permasalahan hidup yang ada. Degan gaya narasi yang dikemas oleh  dongeng tersebut maka anak akan lebih mudah mengikuti cerita yang ada dalam dongeng. selain itu anak juga akan belajar menganalisa sesuai dengan cerita yang ada dalam dongeng.

Semakin banyak dongen yang kita ceritakan ke anak maka semakin banyak analisa yang bisa diambil oleh anak. Hal ini disebabkan oleh banyaknya masalah yang didapatkan dari berbagai dongeng. selain itu juga dalam cerita dongen tersebut juga disertakan solusi dari setiap permasalahan yang ada. Dengan demikian anak akan mudah menyerap dan menganalisa semua permsalahan yang ada.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Dongeng Indonesia - Edisi Lutung Kasarung
  • Mantra Ajaib Alakazam Dalam Dongeng 1001 Malam
  • Cerita Rakyat Keong Mas yang Sarat Makna
  • Mengenalkan Pendidikan Karakter Melalui Dongeng Snow White
  • Beragam Versi Cerita Dongeng Cinderella
  • Manfaat Fabel Bergambar Bagi Anak
  • Manfaat Cerita Dongeng Rakyat Sebelum Tidur
  • Dongeng Anak Islami untuk Membentuk Akhlak Mulia
  • Bahaya Dongeng Peri
  • Cerita Rakyat Maling Kundang
  • Aneka Ragam Wallpaper Disney
  • Dongeng Rakyat Sumber Pendidikan Anak
  • Mizan, Penerbit Cerita Anak Sholeh Bergambar
  • Dongeng 7 Bidadari dari Dua Pulau yang Berbeda
  • Dongeng Anak-Anak Dari Indonesia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA