logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Ilmu Gizi dan Kesehatan    Kandungan Garam

Bahaya Kandungan Garam Berlebihan

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Banyak makanan mengandung garam. Kandungan garam membuat makanan terasa gurih. Jika Anda terbiasa menambahkan garam pada makanan, lidah Anda sudah terbiasa dengan kadar garam. Kandungan garam juga terdapat dalam produk makanan ringan dan olahan.

Garam merupakan senyawa kimia sodium atau natrium klorida (NaCl). Tubuh memerlukan sodium dalam jumlah tertentu. Kandungan garam berlebih menyebabkan gangguan keseimbangan kalsium dan menyebabkan penyakit darah tinggi. Jika Anda sudah menderita darah tinggi, akan lebih mudah terkena penyakit jantung atau stroke.

Manfaat Garam

Dalam jumlah sedikit, sodium (zat utama dalam garam) dibutuhkan tubuh.

  • Menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
  • Membantu sel saraf meneruskan impuls elektrik.
  • Menjaga fungsi otot, terutama untuk kontraksi dan relaksasi.

Menurut ahli gizi, tubuh memerlukan 1000mg garam setiap hari. Konsumsi garam sebaiknya tidak melebihi 2400mg per hari. Namun, kebanyakan orang mengonsumsi sekitar 3000mg setiap harinya.

Pengaruh Buruk Garam

Jika tubuh mengandung garam dalam konsentrasi tinggi, akan terkumpul di dalam darah. Hal ini menyebabkan volume dan berat darah meningkat. Selanjutnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengedarkan darah.

Jika hal ini berlangsung terus-menerus, dapat merusak dan melemahkan sistem peredaran darah sehingga lebih mudah terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Konsumsi garam berlebih juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius, seperti diabetes dan anemia sickle cell.

Garam berlebih juga berbahaya bagi anak-anak. Organ tubuh pada anak-anak belum berkembang maksimal. Oleh karena itu, kandungan garam berlebih membuat organ tidak bisa memprosesnya dengan sempurna sehingga akan menumpuk dalam tubuh. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan pada jantung, hati, dan otak.

Mengurangi Konsumsi Garam

Mungkin Anda seringkali merasa masakan kurang asin jika belum ditambahkan garam. Hal ini karena Anda terbiasa mengonsumsi garam berlebih. Batasi konsumsi garam dengan memilih makanan berkadar garam rendah. Ganti makanan yang diproses dengan buah dan sayuran segar.

Agar lebih sehat, Anda harus membiasakan diri mengurangi konsumsi garam. Berikut ini cara-cara yang dapat dicoba.

  • Gunakan rempah dan bumbu lain untuk menggantikan garam.
  • Kurangi penambahan garam dalam masakan.
  • Tidak usah menyediakan garam di meja makan.
  • Membatasi konsumsi snack yang asin, misalnya kacang asin, potato chip, cracker, dan makanan instan.
  • Ganti camilan Anda dengan buah-buahan.
  • Perhatikan produk saus yang biasa Anda beli, baca labelnya untuk mengatahui kandungan garam di dalamnya.
  • Anda dapat membuat fastfood sendiri, misalnya hamburger, pizza, dan sebagainya.
  • Konsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin C, misalnya jeruk, brokoli, dan lada.
  • Konsumsi makanan yang kaya akan potassium, misalnya aprikot, kismis, dan kentang rebus beserta kulitnya.
Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Ciri-Ciri Makanan Sehat dan Bergizi
  • Kandungan Apel dan Manfaatnya bagi Kesehatan
  • Zat Aditif pada Makanan dan Bahayanya bagi Kesehatan
  • Kandungan Telur, Zat Gizi Bernilai Tinggi
  • Polemik Indomie, Zat Kimia pada Makanan, dan Solusinya
  • Makanan Restoran dan Program Diet
  • Ragam Zat Adiktif Makanan
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA