Bahaya Kandungan Garam Berlebihan

Banyak makanan mengandung garam. Kandungan garam membuat makanan terasa gurih. Jika Anda terbiasa menambahkan garam pada makanan, lidah Anda sudah terbiasa dengan kadar garam. Kandungan garam juga terdapat dalam produk makanan ringan dan olahan.
Garam merupakan senyawa kimia sodium atau natrium klorida (NaCl). Tubuh memerlukan sodium dalam jumlah tertentu. Kandungan garam berlebih menyebabkan gangguan keseimbangan kalsium dan menyebabkan penyakit darah tinggi. Jika Anda sudah menderita darah tinggi, akan lebih mudah terkena penyakit jantung atau stroke.
Manfaat Garam
Dalam jumlah sedikit, sodium (zat utama dalam garam) dibutuhkan tubuh.
- Menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
- Membantu sel saraf meneruskan impuls elektrik.
- Menjaga fungsi otot, terutama untuk kontraksi dan relaksasi.
Menurut ahli gizi, tubuh memerlukan 1000mg garam setiap hari. Konsumsi garam sebaiknya tidak melebihi 2400mg per hari. Namun, kebanyakan orang mengonsumsi sekitar 3000mg setiap harinya.
Pengaruh Buruk Garam
Jika tubuh mengandung garam dalam konsentrasi tinggi, akan terkumpul di dalam darah. Hal ini menyebabkan volume dan berat darah meningkat. Selanjutnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengedarkan darah.
Jika hal ini berlangsung terus-menerus, dapat merusak dan melemahkan sistem peredaran darah sehingga lebih mudah terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Konsumsi garam berlebih juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius, seperti diabetes dan anemia sickle cell.
Garam berlebih juga berbahaya bagi anak-anak. Organ tubuh pada anak-anak belum berkembang maksimal. Oleh karena itu, kandungan garam berlebih membuat organ tidak bisa memprosesnya dengan sempurna sehingga akan menumpuk dalam tubuh. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan pada jantung, hati, dan otak.
Mengurangi Konsumsi Garam
Mungkin Anda seringkali merasa masakan kurang asin jika belum ditambahkan garam. Hal ini karena Anda terbiasa mengonsumsi garam berlebih. Batasi konsumsi garam dengan memilih makanan berkadar garam rendah. Ganti makanan yang diproses dengan buah dan sayuran segar.
Agar lebih sehat, Anda harus membiasakan diri mengurangi konsumsi garam. Berikut ini cara-cara yang dapat dicoba.
- Gunakan rempah dan bumbu lain untuk menggantikan garam.
- Kurangi penambahan garam dalam masakan.
- Tidak usah menyediakan garam di meja makan.
- Membatasi konsumsi snack yang asin, misalnya kacang asin, potato chip, cracker, dan makanan instan.
- Ganti camilan Anda dengan buah-buahan.
- Perhatikan produk saus yang biasa Anda beli, baca labelnya untuk mengatahui kandungan garam di dalamnya.
- Anda dapat membuat fastfood sendiri, misalnya hamburger, pizza, dan sebagainya.
- Konsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin C, misalnya jeruk, brokoli, dan lada.
- Konsumsi makanan yang kaya akan potassium, misalnya aprikot, kismis, dan kentang rebus beserta kulitnya.






