Kandungan Kacang Tanah dan Manfaatnya

Kacang. Makanan satu ini sangat populer sebagai camilan. Selain rasa yang lezat, kandungan kacang tanah terdiri dari nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Tumbuhan ini merupakan anggota keluarga Fabaceae dengan genus Arachis. Nama ilmiahnya adalah Arachis hypogaea. Di Indonesia, dikenal dengan nama kacang tanah.
Nutrisi Kacang Tanah
Kacang merupakan sumber energi dan mengandung nutrisi bermanfaat, yaitu mineral, antioksidan, dan vitamin yang penting bagi kesehatan. Kacang kaya akan asam lemak tunggal tak jenuh yang membantu menurunkan LDL atau “kolesterol jahat” dan menaikkan HDL atau “kolesterol baik”. Oleh karena itu, kacang baik untuk mencegah penyakit pembuluh darah dan stroke dengan cara menjaga lemak darah.
Kacang adalah sumber protein baik karena memiliki kualitas asam amino yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan. Kacang kaya akan polifenol antioksidan, asam kumarat yang mengurangi risiko kanker lambung dengan cara mengurangi pembentukan nitrosamin karsinogen.
Kacang mengandung resveratrol, jenis antioksidan lain yang melindungi tubuh dari kanker, penyakit jantung, penyakit degeneratif pada saraf, alzheimer, dan infeksi virus atau jamur. Penelitian menunjukkan bahwa resveratrol mengurangi risiko stroke dengan mengubah mekanisme molekul pembuluh darah dan menaikkan produksi hormon vasodilator, yaitu nitrit oksida.
Kacang merupakan sumber vitamin E alfa tokoferol, yaitu sekitar 8g per 100g. Vitamin E adalah antioksidan yang larut dalam lemak untuk membantu menjaga integritas membran sel dan kulit dengan melindunginya dari radikal bebas. Selain itu, kacang menyediakan vitamin B komplek, seperti riboflavin, niasin, tiamin, asam pantotenat, vitamin B6, dan folat.
Sementara itu, kandungan mineralnya meliputi tembaga, mangan, potasium, kalsium, besi, magnesium, seng, dan selenium. Segenggam kacang setiap hari menyediakan asupan antioksidan, vitamin, mineral, dan protein yang dibutuhkan tubuh.
Memilih dan Menyimpan Kacang
Kacang tersedia dalam berbagai varian dan bentuk, misalnya dengan kulit, tanpa kulit, kacang asin, kacang manis, kacang telur, dan sebagainya. Untuk hasil maksimal, pilih kacang dengan kulitnya daripada jenis kacang yang telah diproses. Kacang kulit yang baik memiliki bentuk fisik yang bebas jamur dan bintik, tidak berbau, tidak pecah-pecah dan terasa berat di tangan.
Kacang tanpa kulit dapat disimpan pada tempat kering selama beberapa bulan. Sementara kacang dengan kulit, sebaiknya, disimpan dalam wadah kedap udara dan disimpan dalam kulkas agar tidak berbau.
Alergi Kacang?
Alergi kacang dapat terjadi pada seseorang karena reaksi sistem imun yang menganggap kandungan dalam kacang merupakan musuh. Gejala alergi kacang, antara lain muntah, nyeri abdomen, pembengkakan bibir, dan sesak napas. Penderita alergi kacang sebaiknya selalu mencermati label makanan karena kacang banyak digunakan sebagai bahan tambahan makanan.
Kacang merupakan salah satu tumbuhan yang rentan terhadap infeksi jamur, khususnya aflatoksin dari Aspergillus flavus. Aflatoksin bersifat karsinogen. Merebus atau memanggang kacang membantu mengurangi kandungan toksin di dalamnya.






