Kandungan Nasi Bukan Hanya Pati
Ilustrasi kandungan nasi
Bulir padi (tumbuhan jenis Oryza) yang telah dipisah dari sekam akan menghasilkan beras. Beras merupakan makanan pokok terpenting bagi sebagian penduduk dunia, terutama yang tinggal di Asia Timur dan Tenggara, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Hindia Barat. Setelah dimasak, beras akan menjadi nasi. Sebagai sumber nutrisi, kandungan nasi cukup lengkap.
Bagian-bagian Beras
Secara biologi, beras yang merupakan bagian bulir padi yang telah dipisah dari sekam, terdiri atas tiga bagian berikut.
- Aleuron, yaitu lapisan paling luar yang ikut terbuang dalam proses pemisahan sekam (kulit padi) dari beras.
- Endosperma, yakni tempat sebagian besar pati dan protein yang terkandung dalam beras berada.
- Embrio, yaitu calon tanaman baru. Embrio sering juga disebut mata beras. Embrio pada beras tidak akan dapat tumbuh, kecuali dengan kultur jaringan.
Kandungan Beras
Kandungan beras didominasi oleh pati, yakni sekitar 80-85 persen. Selain pati, beras mengandung protein, vitamin, mineral, dan air. Vitamin, terutama, terdapat pada bagian aleuron. Di dalam pati beras, terdapat dua jenis polimer karbohidrat, yaitu amilosa dan amilopektin.
Amilosa merupakan jenis pati dengan struktur tidak bercabang. Sementara amilopektin, merupakan jenis pati dengan struktur bercabang. Komposisi amilosa dan amilopektin dalam beras akan menentukan warna dan tekstur nasi.
Beras yang lebih banyak mengandung amilopektin, seperti beras ketan, setelah ditanak menjadi nasi akan cenderung lengket. Sebaliknya, kandungan amilosa yang tinggi dalam beras akan menghasilkan butiran nasi pera (berbutir-butir, tidak pulen).
Manfaat Beras
Beras merupakan sumber kalori terpenting penduduk dunia. Sekitar satu per lima kalori yang dikonsumsi umat manusia berasal dari beras. Bagi sebagian besar penduduk Indonesia, beras yang telah ditanak menjadi nasi, bahkan, menjadi makanan pokok yang seakan tidak tergantikan oleh jenis makanan sumber karbohidrat yang lain.
Di Indonesia, selain menjadi makanan pokok, beras diolah menjadi berbagai macam penganan. Tepung beras atau beras ketan merupakan bahan utama berbagai jenis kue, seperti apam, bandros, bikang, dan kue lapis. Beras, terutama beras ketan, setelah ditanak dan diberi ragi akan menjadi tapai. Tapai bisa dibuat dari ketan putih ataupun hitam.
Selain menjadi bahan pangan, beras merupakan bahan penting dalam industri jamu. Jamu beras kencur biasa diminum sebagai penyegar untuk menghilangkan pegal linu dan meningkatkan nafsu makan. Tepung beras juga menjadi bahan utama pembuatan param.
Param adalah obat pelumur seperti bedak basah yang dilumurkan pada bagian tubuh untuk menghilangkan rasa pegal atau terkilir.

