logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Nutrisi    Kalsium

Kalkulasi Kandungan Protein Ikan


Ilustrasi kandungan protein ikan

Tahukah Anda bahwa kandungan protein ikan sangat tinggi? Sayangnya, masyarakat Indonesia termasuk bangsa yang sangat minim mengonsumsi ikan ataupun berbagai hasil olahannya. Perlu diketahui bahwa tingkat konsumsi ikan nasional saat ini hanya sekitar 19kg per kapita per tahun.

Tingkat konsumsi ini jauh lebih rendah dari negara Vietnam maupun Malaysia yang tingkat pengonsumsi ikan mencapai 33kg per kapita per tahun. Karenanya wajar jika banyak pihak yang mengupayakan untuk menemukan cara agar tingkat konsumsi ikan di negara Indonesia meningkat.

Meski upaya tersebut tidak mudah untuk dilakukan, tapi banyak pihak yang optimis dalam melakukannya. Upaya yang dapat dilakukan dapat dipilih mulai dari mengetahui penyebab rendahnya tingkat konsumsi ikan, manfaat kandungan ikan bagi tubuh, serta berapa besar jumlah kandungan protein ikan daripada jenis makanan lainnya.

Seperti halnya kandungan zat makanan lain, mulai dari karbohidrat, lemak, vitamin maupun mineral, protein juga sangat dibutuhkan oleh tubuh. Protein juga ikut berperan dalam menjaga kesehatan karena kandungan di dalamnya. Protein yang kita kenal diantaranya protein hewani dan nabati.

Protein hewani maksudnya kandungan proteinnya berasal dari hewan,misalnya ikan. Sedangkan protein nabati maksudnya kandungan protein berasal dari tumbuhan, misalnya kedelai maupun sejenis kacang-kacangan lainnya. Kedua pengelompokkan protein ini menjadikan kita mudah untuk mengenali protein.

Karena peran protein tersebut penting bagi tubuh manusia, baik nabati maupun hewani, maka sejak usia masih anak-anak sebaiknya mulaidibiasakan secara teratur. Proses membiasakan diri untuk makan makanan yang bergizi seimbang dan sehat sudah menjadi perhatian khusus bagi semua orang tua sejak anak masih dalam kandungan.

Hal itulah yang seharusnya diwaspadai oleh semua orang tua agar upaya peningkatan konsumsi terhadap ikan tercapai. Kandungan protein ikan dapat membantu proses kecerdasan anak disamping nutrisi berupa makanan lainnya. Oleh karena itu, mengetahui penyebab dari sangat rendahnya tingkat konsumsi ikan sangat berpengaruh terhadap kecerdasan anak.

Penyebab Sangat Rendahnya Tingkat Konsumsi Ikan

Salah satu kemungkinan penyebab sangat rendahnya tingkat konsumsi ikan di negeri ini adalah minimnya keragaman hasil pengolahan ikan sehingga tidak mempunyai daya tarik yang cukup bagi konsumen berbagai usia, suku, dan tingkat sosial. Bagaimanapun, kondisi ekonomi masyarakat yang lemah juga menjadi faktor lain kurangnya konsumsi ikan di negeri kita.

Selain dipasarkan dalam bentuk segar dari hasil tangkapan, ikan dipasarkan dalam bermacam bentuk produk olahan. Beberapa produk olahan ikan yang hanya ada di Indonesia telah menjadi sebuah industri yang mapan. Contoh hasil olahan yang sudah menjadi industri, di antaranya terasi, kerupuk, ikan asin, pindang, peda, ikan presto, dan beberapa hasil olahan lainnya.

Meskipun demikian, daya tarik yang dimiliki berbagai produk tersebut relatif rendah. Barangkali, di antara produk tersebut, setidaknya hanya produk seperti kerupuk yang masih mudah diterima konsumen, khususnya anak-anak. Belakangan ini, dilakukan beberapa terobosan pengembangan produk olahan ikan, seperti produk nugget yang berbahan dasar ikan dan masih kaya dengan kandungan protein ikan.

Hal itu merupakan sebuah upaya yang layak diberi apresiasi. Adapun harapan konsumsi produk olahan ikan semakin meningkat dari waktu ke waktu penting demi memajukan kecerdasan bangsa. Jadi, wajar saja jika pengaruh konsumsi ikan terhadap tubuh sangat diperhatikan serta disarankan oleh banyak pihak.

Variasi hasil olahan ikan serta kondisi ekonomi masyarakat Indonesia sudah menjadi hal yang terus diupayakan perbaikannya. Upaya perbaikan tersebut dapat dilakukan oleh siapapun sesuai dengan uraian sebelumnya. Meski tidak mudah secara pribadi mencoba untuk melakukan upaya tersebut, tapi setidaknya antar individu di dalam masyarakat saling mendukung untuk peningkatan konsumsi ikan. Misalnya saja konsumsi ikan di dalam keluarga sendiri.

Sumber Makanan Kaya Protein

Protein merupakan senyawa terbanyak setelah air yang terdapat dalam sel makhluk hidup. Kurang lebih setengah dari berat kering atau 20 persen dari berat total tubuh manusia dewasa sebagian besar terdiri atas protein. Hal itulah yang menunjukkan bahwa protein berada pada posisi yang berpengaruh bagi kesehatan tubuh dengan saling kerja sama zat makanan lainnya.

Protein mempunyai peran sangat vital bagi tubuh manusia. Selain berperan sebagai sumber energi, protein mampu menjadi zat pembangun struktur tubuh manusia dan zat pengatur metabolisme di dalam tubuh. Ikan menjadi salah satu makanan dengan kandungan protein yang penting bagi tubuh manusia.

Adanya kandungan protein ikan menjadi salah satu alasan mengapa ikan layak ditingkatkan konsumsinya. Ikan terkenal memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Salah satu sumber paling kaya protein yaitu ikan dengan segala keberagaman jenisnya. Keberagaman jenisnya menjadi penyebab untuk teliti dalam memilih ikan yang dapat dikonsumsi oleh manusia.

Hasil olahan ikan sudah mulai berkembang dan diminati oleh para konsumen termasuk masyarakat negeri ini. Sebaiknya membiasakan diriuntuk memakan masakan hasil olahan dari ikan dipelajari sejak dini. Beragam jenis resep masakan ikan sudah mudah dicari dan didapatkan dari beragam sumber.

Bagi orang-orang yang menyukai memasak dengan bahan ikan, tentu hal itu sangat menarik dan dapat dikembangkan melalui praktek sendiri di rumah. Jika rasa suka terhadap hasil olahan ikan dengan beragam variasinya telah muncul, maka membiasakan diri untuk memakannya akan lebih mudah.

Meski faktor ekonomi juga menjadi penyebab rendahnya koonsumsi ikan di masyarakat Indonesia, maka hal tersebut dapat diatasi dengan variiasi makanan. Artinya, tidak setiap hari makan ikan tapi dapat digantikan dengan menggunakan makanan berprotein lainnya. Misalnya saja makan tempe atau tahu dengan kreasi olahan.

Kreasi olahan bahan makanan yang mengandung protein harus diperhatikan bahan utamanya. Jangan meninggalkan prinsip nutrisi bagi tubuh berupa makanan sehat dan bergizi seimbang. Makanan sehat dengan gizi seimbang termasuk kebutuhan pokok bagi tubuh. Karena itu, meski ikan memiliki kandungan protein tinggi, maka tetap membutuhkan jenis bahan makanan lainnya.

Bahan makanan lain yang dimaksud seperti uraian sebelumnya yaitu bahan dengan kandungan karbohidrat, lemak, vitamin maupun mineral yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Tentu saja, hal itu akan mendukung terpenuhinya gizi tubuh dengan baik.

Kandungan Protein Ikan

Kandungan protein ikan jauh lebih tinggi dibanding protein dalam hewan lainnya. Kandungan protein ikan terdiri atas asam amino esensial sempurna. Artinya, hampir semua asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh manusia terkandung dalam daging ikan.

Adapun sejumlah protein esensial tersebut adalah protein sarkoplasma, miofibrillar, serta protein pengikat atau stroma. Selain itu, terdapat protein pembentuk atau pembentuk enzim, koenzim maupun hormon. Hal inilah yang sebaiknya menjadi perhatian kita ketika memakan ikan ataupun jenis makanan lainnya.

Umumnya, daging ikan terdiri dari 15 hingga 24 persen protein. Daging ikan juga tersusun atas 1 hingga 3 persen glikogen atau karbohidrat, 0,1 sampai 22 persen lemak, 66 sampai 80 persen air. Sisanya terdiri dari  zat-zat organik yang lain, yaitu sebesar 0,8 sampai 2 persen.

Data tersebut memperlihatkan bahwa ikan mempunyai kandungan protein sangat tinggi. Demikian pula, dipandang dari sudut nilai gizi protein yang terkandung di dalamnya. Protein daging ikan memiliki kemampuan cerna dan nilai biologis sangat baik. Ukurannya relatif lebih tinggi dibanding daging hewan ternak, khususnya di daratan. Tidak salah jika mulai saat ini kita lebih banyak mengkonsumsi daging ikan untuk meningkatkan taraf kesehatan dan menyeimbangkan metabolisme tubuh.

Jika terdapat kendala untuk memulai membiasakan diri makan ikan, misalnya alergi sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan ahlinya. Alergi tersebut tentunya dapat diobati tergantung jenisnya. Karena itu, konsultasi dengan ahlinya dan belajar untuk membiasakan diri makan makanan dengan kandungan protein lainnya seperti tempe ataupun tahu, sudah seharusnya dibiasakan.

Kandungan protein yang dimiliki ikan memang sangat tinggi. Hal inilah yang sebaiknya menjadi perhatian para orang tua untuk membiasakan sejak usia awal mereka memakan ikan. Protein dengan peran pentingnya bagi tubuh manusia hendaknya menjadi hal utama yang harus dipahami.

Semoga kita tidak lupa dengan prinsip utama dalam menjaga kesehatan tubuh yaitu lebih baik mencegah penyakit sebelum ia menyerang kekebalan tubuh ini. Utamanya peran orang tua dalam membentuk kebiasaan anak berkaitan dengan makanan sehat dengan gizi seimbang.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Testimoni Mengenai Bawang Putih dan Khasiatnya
  • Bayi Prematur, Tanda Rendahnya Status Gizi Bayi?
  • Ikan Sidat
  • Cara Jitu Mengetahui Kadar Protein yang Diperlukan Tubuh
  • Susu Lembu atau Susu Sapi, Manfaatnya Sama Saja!
  • Manfaat Karbohidrat: Sekilas Tentang Karbohidrat
  • Kandungan Gizi Beras Merah dan Manfaatnya
  • Potensi dan Bahaya Bayam
  • Manfaat Kandungan Gizi Kerang
  • Fungsi dan Metode Mendapatkan Kalsium Tinggi
  • Pengertian Gizi Seimbang untuk Hidup Lebih Sehat
  • Cara Membuat Susu Kacang Kedelai
  • Sayuran Berserat Tinggi Penting bagi Kesehatan
  • Manfaat dan Kontroversi Susu Sapi
  • Cara Penyimpanan Sayuran yang Baik
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA