Kandungan Tomat yang Kaya Manfaat

Dibandingkan anggur, jeruk, mangga, atau apel, tomat (Lycopersicon esculentum) dapat dikatakan kalah mentereng. Lihat saja di etalase buah-buahan di supermarket, tomat kalah bersaing dengan buah-buahan tersebut sehingga sangat jarang untuk dipajang. Namun jangan salah, kalah “penampilan” bukan berarti kalah “kualitas”. Kandungan tomat, nilai gizinya tidak kalah bahkan boleh jadi lebih hebat dari buah-buahan lainnya.
Hasil penelitian di laboratorium pun menyebutkan bahwa ada beberapa zat gizi yang hampir tidak ditemukan dalam buah-buahan atau sayuran, kecuali dalam tomat. Salah satunya adalah zat likopen (lychopene).
Dr. David Yeung, dari Global Nutrition Service, Pittsburg, USA, mengungkapkan bahwa sejumlah penelitian membuktikan kalau likopen yang memberi warna merah pada tomat merupakan sebuah zat antioksidan yang sangat tangguh melawan radikal bebas. Likopen pada tomat dipercaya dapat mencegah dan membantu proses penyembuhan beberapa penyakit degeneratif akut, semacam kanker payudara, kanker serviks, penyakit jantung koroner (PJK), kanker prostat, penyikit pada saluran pencernaan dan kulit.
Penelitian Dr. Omer Kucuk dari Karmanos Cancer Institute menyimpulkan bahwa kandungan likopen tomat dapat menghambat perkembangan sel-sel kanker prostat. Dalam penelitiannya, Dr. Omer memberikan ekstrak tomat sebanyak 15 mg dalam dua hari sekali kepada tiga puluh pria penderita kanker prostat. Setelah tiga minggu, hasil observasi menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan dalam proses terapi. Kemajuan ini tidak ditemukan pada pasien-pasien lain yang tidak mendapatkan ekstrak tomat.
Pada penelitian terhadap 47.000 pria berusia 40-47 tahun, sebagaimana yang pernah dipublikasikan dalam National Cancer Institute Journal, menyebutkan pula bahwa mereka yang rutin mengonsumsi tomat, baik dalam bentuk jus ataupun pasta (saus) memiliki risiko lebih rendah untuk terkena kanker prostat daripada mereka yang tidak atau jarang mendapatkan asupan likopen dari tomat.
Beberapa penyakit kronis lainnya semacam jantung koroner dan kanker, dapat berkurang intensitasnya dengan mengonsumsi likopen sebanyak 20-30 mg perhari secara teratur.
Kandungan tomat ternyata bukan hanya likopen, bahan makanan yang tergolong sayuran dan buah ini pun mengandung zat-zat gizi lain yang sangat diperlukan tubuh, semacam karbohidrat, mineral, protein, lemak, serat, air, dan tentu saja aneka vitamin: A, B1, B2 (G), B5 (asam pantenoat), asam folat, C, dan E.
Tingginya kandungan vitamin C dalam tomat menjadikan si merah ini sangat manjur untuk menyembuhkan penyakit sariawan, skorbut, dan gangguan pencernaan. Menurut para ahli gizi, kandungan nutrisi tomat yang “segudang” ini akan dapat diserap tubuh secara optimal apabila sudah dimasak atau diolah menjadi saus atau pasta tomat daripada tomat yang dimakan dalam keadaan mentah (belum dimasak).
Dengan demikian, Anda jangan lagi ragu untuk menyantap tomat beserta olahannya. Sangat rugi apabila kita tidak menyukai bahan makanan yang satu ini, karena harganya murah, mudah didapat, dan menyehatkan tubuh karena kandungan gizinya yang “selangit”.






