Kanker Otak dan Pengobatannya

Definisi Kanker
Kanker dapat dikatakan sebagai salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh siapa pun. Hal ini karena pengobatan kanker sering kali “tidak maksimal”. Apakah sebenarnya kanker itu?
Kanker merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel yang tidak normal dan tidak terkontrol dan menyebar serta merusak jaringan-jaringan tubuh yang sehat.
Kanker dapat berkembang hampir di setiap organ atau jaringan tubuh. Namun, ketika kanker menyerang organ atau jaringan penting tubuh, akibatnya akan sangat membahayakan.
Jenis-jenis Kanker
Beberapa kanker yang terkenal sangat berbahaya antara lain ketika menyerang prostat, payudara, paru-paru, usus besar, usus halus, limfa, kulit, ginjal, hati, pankreas, lambung, kulit, rahim, dan otak.
Di antara semua jenis kanker tersebut, kanker otak dapat dikatakan yang paling serius. Hal ini karena otak merupakan organ penting dengan fungsi sentral sebagai pusat kendali sistem saraf tubuh.
Dalam hitungan detik, otak mampu memproses berbagai sinyal yang terkirim ke dalamnya sehingga bagian-bagian tubuh lain dapat melakukan fungsinya dengan baik berdasarkan perintah otak.
Dengan kata lain, otak dapat mengatur segala aktivitas tubuh dalam waktu singkat dan secara bersamaan. Misalnya, kita dapat mendengar suara, melihat benda, dan bergerak dalam waktu yang sama.
Jadi, terganggunya otak akibat kanker dapat menyebabkan keseluruhan sistem tubuh terganggu.
Gejala Kanker Otak
Pada dasarnya, gejala kanker otak sering tidak disadari oleh penderitanya. Hal ini karena gejala kanker otak sering mirip dengan gangguan kesehatan biasa. Misalnya, sakit kepala, mual, muntah, gangguan pelihatan, gangguan pendengaran, gangguan berbicara, pelemahan anggota gerak, penurunan keseimbangan tubuh, perubahan tingkah laku, dan penurunan kesadaran.
Jika gejala-gejala tersebut sering teramati pada seseorang dengan peningkatan kualitas gangguan dari waktu ke waktu, kemungkinan otaknya mulai mengalami gangguan.
Gejala-gejala tersebut dapat dikatakan sebagai tanda-tanda awal kanker otak yang mungkin tingkat dan kekuatannya berbeda pada tiap orang. Hal ini biasanya bergantung pada bagian otak mana yang terserang. Untuk memastikannya, dapat dilakukan dengan memeriksakan diri ke dokter.
Pengobatan terhadap kanker, khususnya kanker otak, biasanya lebih susah dan lebih mahal dibanding pengobatan terhadap penyakit-penyakit lain.
Hal ini karena pengobatan terhadap jenis penyakit ini memerlukan teknologi dan metode terapi tersendiri. Adapun beberapa teknik pengobatannya antara lain adalah melalui teknik-teknik berikut.
1. Pembedahan atau Operasi
Teknik ini biasanya dilakukan untuk mengambil sel-sel kanker yang sifatnya masih relatif jinak. Teknik operasi ini cukup berisiko karena bisa saja pengambilan sel kanker merusak sebagian jaringan sehat yang menempel pada bagian sel-sel kanker tersebut.
Akan tetapi, untuk beberapa kasus kanker, seperti kanker mulut rahim, laring, dan kulit, operasi yang memanfaatkan teknik bedah laser dapat menjadi solusi terbaik.
2. Radioterapi
Radioterapi merupakan pengobatan kanker dengan teknik radiasi. Bagian tubuh yang terserang kanker disinari radiasi partikel atau gelombang berenergi tinggi (umumya radiasi sinar beta dan sinar-X). Prinsip radioterapi adalah membunuh sel-sel kanker dengan radiasi berenergi tinggi tersebut.
3. Kemoterapi
Kemoterapi merupakan penggunaan obat antikanker yang dialirkan melalui aliran darah sehingga dapat mencegah sel-sel kanker untuk berkembang dan menyebar ke jaringan lain.
Teknik kemoterapi ini sering menimbulkan efek samping, seperti pengurangan daya tahan tubuh,diare, mual, muntah, kerontokan rambut, dan kekurangan oksigen dalam darah.
Pencegahan Kanker Otak
Sebenarnya, usaha mengobati penyakit lebih sulit dibanding mencegah terjadinya penyakit tersebut. Oleh karena itu, lebih baik mencegah daripada mengobati.
Terdapat beberapa usaha untuk mencegah terjangkitnya penyakit kanker, termasuk kanker otak, di antaranya adalah sebagai berikut.
- Membiasakan konsumsi makanan yang sehat dan cukup nutrisi (lengkap dengan sayur-sayuran dan buah-buahan serta mengurangi konsumsi lemak berlebihan).
- Tidak mengonsumsi atau mengurangi makanan yang diproses dengan pengasapan atau dimasak dalam suhu yang ekstra tinggi.
- Tidak merokok dan meminum minuman beralkohol.
- Tidak mengonsumsi obat-obatan kimia tanpa resep dokter.
- Membiasakan olah raga yang teratur, istirahat yang cukup, dan sesekali melakukan refreshing.
- Mengurangi kontak langsung dengan alat-alat yang mengeluarkan radiasi tinggi, misalnya handphone dan komputer.
- Memeriksakan diri ke dokter secara berkala, apalagi jika mengalami gejala-gejala tersebut.






