Kanker Serviks: Pembunuh Nomor Dua Setelah Kanker Payudara
Ilustrasi kanker serviks
Jika dibedakan beradasarkan jenis kelamin, penyakit yang identik dan hanya ada ditubuh wanita pastilah penyakit yang selalu berhubungan dengan organ-organ penting kewanitaan. Penyakit-penyakit tersebut dibedakan berdasarkan tingkat keseriusan. Namun, sebagian besar penyakit yang menyerang organ kewanitaan tersebut memiliki tingkat keseriusan tinggi. Penyakit-penyakit serius itu biasanya cenderung membutuhkan pengobatan yang juga cukup serius. Salah satu jenis penyakit kewanitaan yang cukup serius adalah kanker serviks alias kanker leher rahim.
Apa Itu Kanker Serviks?
Kanker hakikatnya adalah kelainan siklus sel yang dapat memengaruhi sel lain yang “sehat”. Umumnya, sel membentuk sebuah tumor, kecuali pada kasus kanker darah. Sel kanker dapat bersarang di bagian tubuh manusia mana pun, tidak terkecuali daerah-daerah di dalam tubuh manusia.
Sel kanker leher rahim merupakan sebutan untuk kelainan sel tubuh manusia yang terjadi di serviks atau leher rahim. Rahim wanita terdiri dari beberapa bagian, leher rahim, mulut rahim, dan rahim. Fakta mengejutkan datang dari penyakit berbahaya ini. Kanker serviks adalah penyakit kanker setelah kanker payudara yang dapat membunuh wanita di dunia ini.
Serviks adalah wilayah atau area yang terdapat di bawah rahim dan menghubungkan antara rahim dan vagina. Kanker ini sebagian besar disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus HPV. Sama seperti jenis penyakit kanker pada umumnya, kanker leher rahim membutuhkan waktu yang lama untuk dapat dirasakan oleh tubuh manusia.
Waktu yang dibutuhkan hingga akhirnya kanker leher rahim tersebut mulai dirasakan oleh tubuh cukup lama, sekitar 10 hingga 20 tahun. Kelemahan penyakit ini adalah tidak menimbulkan gejala apa pun sehingga tidak akan ada wanita yang sadar dirinya telah terkena kanker leher rahim di awal-awal terinfeksi. Sebagian besar wanita baru menyadari bahwa dirinya terserang kanker leher rahim setelah kanker tersebut dalam tingkat stadium akhir.
Faktor-Faktor Penyebab Kanker Serviks
Virus HPV sebenarnya hanya satu di antara sekian banyak penyebab kanker leher rahim dalam tubuh wanita. Faktor penyebab kanker leher rahim dibedakan menjadi beberapa bagian, faktor alamiah dan faktor kebersihan.
1. Faktor Alamiah
Faktor alamiah adalah beberapa faktor dalam tubuh manusia yang tidak bisa dikendalikan. Faktor alamiah yang dimiliki oleh tubuh manusia biasanya didasari oleh usia tubuh seseorang. Secara alamiah, wanita yang usianya semakin tua, semakin tinggi kemungkinan untuk terserang kanker leher rahim. Dalam kasus kanker serviks, faktor keturunan tidak ikut berpengaruh.
2. Faktor Kebersihan
Kebersihan daerah kewanitaan sangat berpengaruh pada kesehatan daerah kewanitaan tersebut. Masalah kebersihan daerah kewanitaan yang sering menimbulkan kuman adalah keputihan. Keputihan yang terus-menerus dan tidak diobati berkesempatan untuk menyebabkan kanker leher rahim. Daerah kewanitaan yang kotor dapat menyebabkan masalah-masalah penyakit menular seksual. Penyakit menular seksual, seperti sifilis, herves, kutil di kelamin dan virus HIV.
Kebersihan yang juga harus diperhatikan adalah penggunaan pembalut dan penggunaan air untuk membasuh daerah kewanitaan. Hal-hal sepele seperti itu dapat memicu lahirnya sel kanker dalam serviks. Rajin-rajinlah mengganti pembalut ketika menstruasi dan perhatikan kebersihan air yang akan digunakan untuk membasuh daerah kewanitaan Anda.
Perlu diperhatikan bahwa virus HPV juga dapat menular melalui sentuhan. Oleh karena itu memegang organ kewanitaan dengan tangan kotor dan menduduki toilet duduk yang kotor dan mungkin terdapat virus HPV dapat mengakibatkan penularan virus tersebut.
Secara general, inilah penyebab-penyebab kanker serviks:
-
Perempuan berusia di atas 40 tahun rentan terkena kanker leher rahim.
-
Berhubungan seksual di usia dini, berhubungan seksual dengan pasangan yang berbeda-beda, atau berhubungan seksual dengan lelaki yang sering berganti pasangan. Pria bisa menjadi perantara penularan kanker leher rahim dari 1 wanita ke wanita lain jika wanita-wanita tersebut berhubungan seks dengannya.
-
Terlalu sering melahirkan (lebih dari 5 kali). Saat melahirkan secara alami (bukan melalui pembedahan), bayi akan keluar melalui leher rahim sehingga leher rahim mengembang. Ini menimbulkan trauma pada leher rahim, dan trauma ini memicu aktivasi sel kanker. Semakin sering melahirkan berarti semakin sering leher rahim trauma dan semakin sering sel kanker teraktivasi.
-
Keputihan abnormal yang tak kunjung sembuh dan tak diobati. Keputihan abnormal adalah keputihan yang tidak bening, berbau, dan gatal.
-
Membasuh dan membersihkan area kewanitaan dengan air kotor.
-
Pemakaian pembalut dengan bahan dioksin. Dioksin adalah bahan pemutih yang berfungsi untuk memutihkan permukaan pembalut hasil daur ulang barang-barang bekas.
-
Lemahnya daya tahan tubuh.
-
Gaya hidup tidak sehat, kurang vitamin C dan E serta asam folat, dan suka merokok.
Gejala Kanker Serviks
Sebagaimana disebutkan di atas, stadium awal kanker leher rahim tidak menunjukkan gejala yang berarti. Itulah mengapa penyakit ini sering disebut sebagai silent killer. Ketiadaan gejala awal menyebabkan penyakit ini sulit dideteksi.
Gejala biasanya baru muncul sekitar 10 - 20 tahun setelah seorang perempuan terinfeksi kanker serviks. Adapun gejalanya adalah:
-
Rasa sakit di dalam vagina saat sedang berhubungan seksual
-
Keluar sedikit darah sesaat setelah melakukan hubungan seksual
-
Aliran darah menstruasi yang berlebihan
-
Keputihan tak normal, yang bau, berwarna kekuningan atau kemerahan, dan gatal, yang tidak kunjung sembuh.
-
Nafsu makan berkurang
-
Rasa sakit d punggung sehingga tidak bisa berdiri dengan tegak
-
Rasa sakit di otot paha sehingga salah satu paha membengkak
-
Berat badan yang tidak stabil
-
Sulit buang air kecil
-
Air seni bocor dan keluar dari vagina
-
Pendarahan dari vagina setelah menopause
-
Tulang menjadi rapuh dan panggul terasa nyeri
Pencegahan Kanker Serviks
Pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindarkan organ penting Anda dari sel kanker berbahaya adalah sebagai berikut:
-
Tidak berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual.
-
Rutin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi wanita yang sudah aktif secara seksual.
-
Melakukan vaksinasi HPV bagi wanita yang belum pernah berhubungan seksual.
-
Memelihara kebersihan daerah kewanitaan.
-
Menerapkan gaya hidup dan pola makan yang sehat, serta menghindari rokok.
-
Konsumsi vitamin E, vitamin C, dan vitamin A. Perbanyak juga konsumsi makanan yang mengandung asam folat.
-
Jika harus menggunakan toilet duduk di kamar mandi umum (apalagi kamar mandi campur, untuk lelaki dan perempuan), bersihkan dudukan kloset dengan cairan alkohol.
-
Jangan pernah membasuh dan membersihkan daerah kewanitaan Anda dengan air kotor.
-
Hindari berhubungan seks saat usia dini dan saat dalam masa menstruasi.
Apabila terlanjur terdeteksi positif kanker serviks, jangan dahulu berputus asa. Kini terdapat beberapa metode pengobatan kanker ini. Jika masih stadium awal, kanker leher rahim dapat diobati dengan cara ‘membuang’ bagian leher rahim yang sudah terinfeksi. Cara ini dilakukan dengan pembedahan laser, pembedahan listrik, atau cyrosurgery (pembedahan dengan membekukan lalu membuang jaringan yang dianggap abnormal).
Apabila kanker serviks sudah cukup menjalar (stadium lanjut), terapi-terapi seperti kemoterapi dan radioterapi bisa diaplikasikan. Namun jika sudah sangat parah (stadium akhir), rahim terpaksa harus diangkat seluruhnya, agar sel-sel kanker yang telah ‘menguasai’ rahim tidak menyebar ke organ lain di dalam tubuh penderita.

