logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Pengetahuan Umum    Artikel Umum Umum    Kapal Nabi Nuh

Kapal Nabi Nuh - Kapal Penyelamat Bagi Nabi Nuh dan Umatnya

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Kapal Nabi Nuh merupakan salah satu peninggalan zaman kenabian yang hingga kini masih meninggalkan rahasia terdalamnya. Kapal Nabi Nuh benar-benar fenomenal. Diketahui oleh hampir semua umat lintas beragama. Mereka meyakini kebenaran cerita dari kapal Nabi Nuh yang hingga masih terasa hangat untuk dibicarakan.

Kapal Nabi Nuh tentu saja hadir pada zaman Nabi Nuh. Nuh adalah nama salah satu Nabi. Berdasarkan urutannya, Nuh adalah nabi ke tiga, setelah Adam, Idris lalu Nuh. Nabi Nuh banyak diceritakan dalam Taurat, Alkitab dan Al-Qur’an. Di dalam Al-Qur’an, Nabi Nuh diceritakan memiliki empat orang anak laki-laki. Mereka adalah Kan’an, Sam atau Sem, Ham, dan Yafet. Keempat anak Nabi Nuh itulah yang nantinya ikut “meramaikan” perjalanan cerita Nuh sebagai seorang Nabi.

Bukan hanya oleh umat muslim cerita tentang kapal Nabi Nuh ini diperbincangkan. Mereka yang datang dari umat ajaran agama lain juga mengenal dan mengakui bahwa kapal Nabi Nuh itu ada dan tetap menjadi misteri. Kemisteriusan kapal Nabi Nuh hingga kini masih tetap "awet". Sempat dicurigai terkuak, namun kemudian kembali tenggelam oleh fakta yang tidak mendukung.

Para ilmuwan yang datang dari berbagai belahan negara merasa ada sesuatu yang perlu digali perihal cerita kapal Nabi Nuh ini. Mereka berbondong-bondong memecahkan sebuah cerita yang menurut mereka adalah "kasus". Sebuah kasus fenomenal yang dari zaman dulu hingga kini masih tetap memiliki aura misteri yang kuat.

Kapal Nabi Nuh – Kisah Tentang Nabi Nuh

Bercerita tentang Nabi Nuh, ada satu hal yang tidak pernah lepas dari itu semua, yaitu cerita mengenai kapal Nabi Nuh. Cerita tentang kapal Nabi Nuh ini menjadi cerita sepanjang masa yang masih menyimpan segudang misteri.

Dalam ajaran Islam, kapal Nabi Nuh merupakan saksi bisu perjalan Nabi Nuh untuk menyampaikan ajaran dari Allah. Nabi Nuh diperintahkan Allah untuk membimbing kaum Bani Rasib. Jarak keberadaan Nabi Nuh dengan Nabi Adam menurut cerita dari Ibnu Abi Hatim adalah 10 generasi.

Dari cerita Ibnu Abbas, usia Nabi Nuh  ketika Allah mengutusnya untuk membimbing kaum Bani Rasib adalah 480 tahun. Waktu yang dibutuhkan Nabi Nuh untuk membimbing kaumnya juga sangat panjang. Nabi Nuh menghabiskan waktu hidupnya selama kurang lebih lima abad untuk berdakwah. Kapal Nabi Nuh adalah uoaya terakhir dari Nabi Nuh untuk meyakinkan kaumnya yang bebal.

Perjuangan Nabi Nuh dimulai ketika cerita pelanggaran yang dilakukan Nabi Adam berlanjut. Sebelum Nabi Nuh dihadirkan ke dunia, hiduplah lima orang laki-laki taat dan shaleh. Mereka adalah Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr. Cerita kellima laki-laki taat dan saleh inilah yang nantinya berakhir pada cerita pembuatan kapal Nabi Nuh yang cukup fenomenal itu.

Kelima lelaki itupun meninggal. Sebagai penghormatan terhadap mereka, orang-orang beramai-ramai membuat patung dari kelima lelaki itu. Keberadaan lima patung lelaki shaleh itu bertahan dari generasi ke generasi. Perubahanpun kemudian terjadi. Patung yang semula hanya sebagai bentuk penghormatan, berubah menghadirkan dongeng-dongeng dan cerita fiktif yang akhirnya membuat anggapan bahwa patung-patung itu bertuah.

Nuh adalah satu di antara orang-orang tersebut yang tidak terpengaruh dengan keadaan di sekitarnya. Nuh pun diutus Allah untuk membimbing orang-orang tersebut. Nuh memulai tugas yang diberikan kepadanya dengan memberikan berbagai pengertian. Usaha Nabi Nuh untuk memberikan pengertian kepada umat menemui banyak hambatan. Ia kesulitan dan pada akhrinya dibangunlah kapal Nabi Nuh sebagai upaya terakhirnya.

Pengertian yang disampaikan Nabi Nuh adalah tentang betapa hanya Allah yang patut disembah, tidak patung-patung itu ataupun yang lain. Nabi Nuh menjelaskan bahwa yang mereka lakukan selama ini adalah kekeliruan. Bahwa akan ada imbalan untuk setiap kebaikan dan ganjaran untuk setiap kejahatan, yaitu surga dan neraka.

Perjuangan Nuh untuk meyakinkan kaumnya sangat berat. Nuh, bahkan, hampir berputus asa dengan perilaku kaumnya. Bukannya mendengarkan apa yang dikatakan Nuh, kaumnya itu justru mendapatkan penghinaan, ejekan, dan makian. Kesabaran Nabi Nuh benar-benar diuji. Nabi Nuh pun meminta pertolongan Allah. Dia berdoa dan memohon petunjuk. Petunjuk dari Allah yang diminta oleh Nabi Nuh adalah berupa kapal Nabi Nuh yang terkenal hingga kini.

Cerita Kapal Nabi Nuh

Doa Nabi Nuh didengar Allah. Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat sebuah kapal dengan ukuran besar. Kapal tersebut nantinya akan digunakan Nabi Nuh dan kaumnya yang beriman untuk menyelamatkan diri dari badai besar yang telah dijanjikan Allah. Kapal itulah yang dikenal luas oleh masyarakat sebagai kapal Nabi Nuh.

Kapal Nabi Nuh mulai dikerjalan. Nabi Nuh dibantu oleh para pengikutnya. Mereka mulai mengumpulkan bahan yang akan digunakan dan merakitnya siang dan malam. Untuk menghindari dari orang-orang pembangkang, Nabi Nuh dan para pengikutnya sengaja membuat kapal besar di tempat yang tidak terlalu ramai dan jauh dari peradaban.

Hal itu ternyata tidak membantu, dalam proses pembuatan kapal Nabi Nuh orang-orang itu tetap mengejeknya. Mengatakan jika Nabi Nuh sebenarnya bukan nabi, karena nabi tidak mungkin menjadi tukang kayu. Ejekan orang-orang itu tidak memudarkan semangat Nabi Nuh dan kaumnya. Mereka terus menyempurnakan kapal tersebut.

Setelah kapal Nabi Nuh selesai, Nabi Nuh kembali menerima wahyu dari Allah. Allah memerintahkan Nabi Nuh beserta kaumnya untuk menaiki kapal tersebut. Allah juga memerintahkan Nabi Nuh untuk mengikutsertakan sepasang binatang-binatang yang ada di muka bumi. Sesaat setelah memerintahkan Nabi Nuh dan sesaat setelah Nabi Nuh beserta kaumnya naik ke atas kapal, secara tiba-tiba air mengalir deras dari semua penjuru.

Pemandangan menyedihkan tergambar jelas di bawah kapal Nabi Nuh yang besar dan megah. Orang-orang pembangkang itu berusaha sekuat tenaga menyelamatkan diri. Di antara orang-orang tersebut, Nabi Nuh melihat Kan’an, anaknya. Nabi Nuh ingin anaknya selamat, ia mengajak Kan’an untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Kan’an menolak. Ia lebih memilih untuk berlindung di atas sebuah bukit.

Jika Allah sudah berkendak, setinggi apapun bukit yang digapai Kan’an, ia pun tetap terjatuh. Kan’an hilang ditelan gulungan air yang besar bersama orang-orang kafir. Setelah semua orang kafir itu habis dimangsa air, seketika air besar itu menyurut. Musibah besar itu benar-benar hanya menyisakan Nabi Nuh beserta orang-orang yang bertakwa. Kapal Nabi Nuh menyelamatkan nyawa Nabi Nuh dan pengikutnya. Kapal Nabi Nuh juga diceritakan berlabuh di atas Bukit Judie.

Hingga kini, keberadaan kapal Nabi Nuh masih menjadi misteri. Penelitian dan pencarian dimana letak kapal Nabi Nuh sesungguhnya terus dilakukan oleh para ilmuwan selama beberapa tahun. Namun, hasil yang pasti masih diragukan. Beberapa ahli mengaku telah menemukan bangkai kapal Nabi Nuh, tapi lagi-lagi itu masih belum bisa menjawab rasa penasaran masyarakat luas tentang keberadaan kapal Nabi Nuh yang sesungguhnya.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi
  • Pengertian Abstrak
  • Menyoal Papua Ingin Merdeka
  • Teori Evolusi: Ketika Sistem Pengetahuan Terpecah
  • Mojokerto - Kekayaan Budaya dan Tempat Wisata
  • Meteor Jatuh di Indonesia - Ternyata Sudah Banyak!
  • Pondok Putri - Antara Bisnis dan Penjaga Moral
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA