Kapal dan Penyempitan Makna yang Dialaminya
Ilustrasi kapal
Sarana transportasi memang dibutuhkan manusia sejak dulu hingga sekarang. Bahkan saat ini, tingkat efektivitas manusia semakin tinggi hingga kebutuhan sarana transprtasi pun ikut tinggi. Efektivitas transportasi tersebut hadir dalam transportasi massal yang efektif mengangkut banyak orang dalam satu sarana transportasi, yakni kapal.
Kapal merupakan sarana transportasi pengangkut massa secara massal. Kapasitas transportasi ini bisa mencapai ratusan orang. Kata kapal sesungguhnya merujuk pada kapal laut atau kapal udara. Hanya saja, kata kapal udara sudah semakin jarang digunakan saat ini.
Sejarah kapal sejalan dengan petualangan manusia. Perahu yang dikenal pertama kali dikenal pada masa Neolitikum, sekitar 10.000 tahun yang lalu. Kapal-kapal awal ini memiliki fungsi yang terbatas: mereka dapat bergerak di atas air, tapi hanya itu. Terutama digunakan untuk berburu dan memancing. Kano tertua yang ditemukan arkeolog sering dibuat dari batang pohon conifeorus, menggunakan peralatan batu sederhana.
Penggunaan kata kapal udara cenderung digunakan pada zaman dulu, juga oleh masyarakat yang berada di pedesaan atau yang memiliki tingkat pengetahuan yang belum terlalu tinggi. Mereka, rata-rata tidak mengetahui padanan kata untuk mengatakan kapal udara dengan kata pesawat terbang.
Jika disimak dari penggunaan kata kapal udara menjadi pesawat terbang, kata kapal udara mengalami menyempitan makna atau dalam istilah kebahasaan disebut dengan spesialisasi. Kata kapal, saat ini identik hanya untuk sarana transportasi massal yang menggunakan laut sebagai jalurnya. Kata kapal sudah pasti merujuk pada kata kapal laut.
Berabad-abad kapal digunakan oleh manusia untuk mengarungi sungai atau lautan yang diawali oleh penemuan perahu. Biasanya manusia pada masa lampau menggunakan kano, rakit ataupun perahu, semakin besar kebutuhan akan daya muat maka dibuatlah perahu atau rakit yang berukuran lebih besar yang dinamakan kapal. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kapal pada masa lampau menggunakan kayu, bambu ataupun batang-batang papirus seperti yang digunakan bangsa mesir kuno kemudian digunakan bahan bahan logam seperti besi/baja karena kebutuhan manusia akan kapal yang kuat. Untuk penggeraknya manusia pada awalnya menggunakan dayung kemudian angin dengan bantuan layar, mesin uap setelah muncul revolusi Industri dan mesin diesel serta Nuklir. Beberapa penelitian memunculkan kapal bermesin yang berjalan mengambang di atas air seperti Hovercraft dan Eakroplane. Serta kapal yang digunakan di dasar lautan yakni kapal selam.
Berabad abad kapal digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang sampai akhirnya pada awal abad ke 20 ditemukan pesawat terbang yang mampu mengangkut barang dan penumpang dalam waktu singkat maka kapal pun mendapat saingan berat. Namun untuk kapal masih memiliki keunggulan yakni mampu mengangkut barang dengan tonase yang lebih besar sehingga lebih banyak didominasi kapal niaga dan tanker sedangkan kapal penumpang banyak dialihkan menjadi kapal pesiar seperti Queen Elizabeth dan Awani Dream.
Kapal laut yang saat ini sering kita gunakan untuk melakukan penyeberangan dari satu pulau ke pulau lainnya dalam satu negara kerap disebut dengan kapal motor. Disebut kapal motor sebab penggunaannya menggunakan mesin.
Untuk menentukan arah, pada masa lalu kapal berlayar tidak jauh dari benua atau daratan. Namun sesuai dengan perkembangan akhirnya para awak kapal menggunakan bintang sebagai alat bantu navigasi dengan alat bantu berupa kompas dan astrolabe serta peta. Ditemukannya jam pasir oleh orang-orang Arab juga ikut membantu navigasi ditambah dengan penemuan jam oleh John Harrison pada abad ke-17. Penemuan telegraf oleh S.F.B Morse dan radio oleh C Marconi, terlebih lebih penggunaan radar dan sonar yang ditemukan pada abad ke 20 membuat peranan navigator agak tergeser. Satuan kecepatan kapal dihitung dengan knot dimana 1 knot = 1,85200 km/jam.
Menjelang akhir abad ke 20, navigasi sangat dipermudah oleh GPS, yang memiliki ketelitian sangat tinggi dengan bantuan satelit.Selain dari itu system komunikasi yang sangat modern juga menunjang navigasi dengan adanya beberapa macam peralatan seperti radar type Harpa memungkinkan para navigator / Mualim bisa melihat langsung keadaan kondisi laut.
Radar harpa ini adalah radar modern yang bisa mendeteksi langsung jarak antara kapal dgn kapal, kapal dengan daratan , alat transformasi ini dengan daerah berbahaya, kecepatan kapal, kecepatan angin,dan mempunyai daya akurasi gambar yang jelas. Selain dari itu ada lagi system GMDSS (Global Maritime Distress safety system) Suatu system keselamatan pelayaran secara global. Kalau suatu kapal berada dalam kondisi berbahaya system ini akan memancarkan berita bahaya yang berisi posisi kapal, nama alat transformasi ini, jenis marabahaya,tersebut secara otomatis, cepat, tepat , akurat. Untuk system komunikasi lainnya ada INMARSAT (International Maritime satelite) Suatu system pengiriman berita menggunakan E-Mail, Telephone, Telex, ataupun Faximile.
Lain halnya jika kapal tersebut digunakan untuk kepentingan pelayaran dari satu ke negara ke negara lainnya dengan memfokuskan pada fasilitas dan wisata disebut kapal pesiar. Kapal pesiar ukurannya jauh lebih besar dibandingkan dengan kapal motor.
Dalam kapal pesiar biasanya terdiri atas ruang VIP yang interior kabin atau kamarnya seperti layaknya hotel bintang lima. Pun, dilengkapi berbagai sarana olahraga dan hiburan seperti kolam renang dan diskotek atau ruang karaoke.
Untuk bisa menaiki kapal pesiar, kita mesti merogoh kocek yang lumayan banyak. Tiket kapal pesiar memang terbilang mahal. Harganya bisa mulai dari belasan hingga puluhan juta rupiah untuk sekali pelayaran. Kapal pesiar termegah sepanjang massa ialah kapal pesiar Titanic yang kemudian tenggelam di Lautan Atlantik yang dikenal menyimpan banyak misteri.
Tak hanya kapal pesiar Titanic saja yang mengalami nasib nahas saat memasuki area Segitiga Bermuda di perairan Atlantik tersebut, pesawat terbang pun banyak yang tak ditemukan jejaknya dan hilang kontak dengan menara kontrol di bandara saat melintasi perairan Segitiga Bermuda tersebut.
Di Indonesia, kapal pesiar memang cukup diminati oleh mereka yang memiliki banyak uang. Namun, bagi mereka yang memiliki keadaan perekonomian keluarga yang pas-pasan, bepergian mengunjungi sanak saudara atau mudik menggunakan kapal motor saja mesti menabung mulai dari jauh-jauh hari.
Kapal laut yang saat ini kita pergunakan memang sudah mengalami banyak perubahan dari bahan baku pembuatnya. Jika dahulu bahan baku utama pembuatan kapal laut ialah kayu, saat ini bahan baku utama pembuatan kapal laut ialah baja.
Indonesia, khususnya Sulawesi memiliki nilai sejarah yang amat penting dalam sejarah kapal laut. Kapal laut yang sangat terkenal, tak hanya di Indonesia, namun hingga ke mancanegara ialah kapal laut Pinisi. Kapal laut ini merupakan kapal laut yang menggunakan kayu sebagai bahan baku utamanya.
Saat ini, kapal laut Pinisi diabadikan sebagai kapal perang TNI AL, selain memang di Sulawesi sendiri bisa kita jumpai kapal laut Pinisi yang dijadikan sebagai daya tarik wisata daerah tersebut. Kapal laut, tak hanya memiliki fungsi bagi penggunanya saja. Namun kapal laut telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia yang dikenal dengan kemashuran dunia baharinya.
Demikianlah informasi tentang kapal yang sudah disampaikan di atas. Memang saat ini penggunaan kata kapal untuk alat transportasi memang sedikit. Banyak juga orang - orang menyebut pesawat dengan kapal terbang, memang tidak ada salahnya dengan penyebutan tersebut. Akan tetapi, makna kapal sendiri memnag menglamai penyempitan makna, dalam hal ini penggunaan kata kapal hany pada alat transportasi laut saja seprti kapal laut, kapal pesiar, kapal selam, dan sebagainya. Padahal kapal juga ada beragam, seperti kapal perang, kapal barang, kapal tandu, kapal tanker, kapal feri dan sebagainya. Maka dari itu, sudah selayaknya kita memahami poenggunaan kapal itu sendiri.

